Ria Ricis Ungkap Alasan Rhinoplasty untuk Pernapasan

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 20:15 WIB 3
Ria Ricis Ungkap Alasan Rhinoplasty untuk Pernapasan

Ria Ricis mengungkap alasan utama menjalani operasi plastik pada hidung atau rhinoplasty bukan semata untuk penampilan. Ia mengatakan tindakan itu dilakukan untuk mengatasi gangguan pernapasan yang sudah lama mengganggu aktivitasnya.

Penjelasan itu disampaikan saat ditemui di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Selasa. Ricis menyebut masalah tersebut telah melalui pemeriksaan medis di RSCM sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menjalani operasi.

Ria Ricis dan Rhinoplasty

Ricis mengaku hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi tulang hidung yang bengkok ke kiri. Menurut dia, kondisi itu membuat aliran napas menjadi tidak lancar dan menimbulkan ketergantungan pada obat tertentu.

Ia menjelaskan, gangguan itu tidak muncul sesaat, melainkan sudah terasa cukup lama. Selama bertahun-tahun, ia mencoba bertahan dengan pengobatan sebelum akhirnya memilih tindakan medis yang lebih permanen.

Ricis menyebut keputusan menjalani rhinoplasty diambil setelah melalui pertimbangan yang matang. Fokus utamanya adalah memperbaiki fungsi pernapasan, bukan sekadar mengubah bentuk wajah.

Ia menegaskan, kondisi hidungnya yang sebelumnya bengkok telah divalidasi melalui pemeriksaan radiologi. Hasil itu menjadi dasar penting sebelum dokter dan dirinya mengambil langkah operasi.

Keluhan Pernapasan yang Lama

Sebelum operasi, Ricis mengaku kerap mengonsumsi obat keras dalam jumlah yang tidak sesuai anjuran. Ia mengatakan obat tersebut seharusnya diminum satu kali sehari dengan jeda lima hari.

Namun, dalam pengakuannya, ia justru memakai obat itu hingga empat atau lima kali dalam satu hari. Kebiasaan tersebut berlangsung selama kurang lebih lima tahun.

Ricis menilai kondisi itu sangat mengganggu kesehatannya. Ia juga mengaku tidak nyaman karena harus bergantung pada obat dalam jangka panjang.

Situasi tersebut membuatnya semakin sadar bahwa masalah hidungnya bukan hal sepele. Karena itu, ia memutuskan mencari solusi medis yang lebih tepat agar pernapasannya kembali normal.

Obat Keras dan Risiko

Ricis menyebut obat yang dulu ia konsumsi adalah Iliadin, obat yang menurutnya kini sudah sulit ditemukan. Ia juga menegaskan obat tersebut tergolong keras dan tidak boleh digunakan sembarangan.

Penggunaan obat keras secara berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Dalam kasus Ricis, kebiasaan itu menjadi tanda bahwa tubuhnya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Ia mengakui, saat itu dirinya belum memahami dampak penggunaan obat yang terlalu sering. Baru setelah keluhan terus berlanjut, ia memilih berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan lebih mendalam.

Pernyataan itu menunjukkan pentingnya mengikuti aturan pakai obat sesuai petunjuk medis. Penggunaan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi, alih-alih menyelesaikan masalah kesehatan.

Kondisi Kini Lebih Baik

Setelah menjalani rhinoplasty, Ricis mengaku kualitas pernapasannya membaik. Ia mengatakan kini bisa bernapas lebih lega dibandingkan sebelum operasi.

Selain manfaat kesehatan, Ricis juga merasa bentuk hidungnya menjadi lebih proporsional. Menurut dia, perubahan tersebut merupakan efek tambahan yang datang setelah fungsi pernapasan membaik.

Ricis menegaskan, hasil operasi memberinya rasa nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ia menilai keputusan tersebut tepat karena persoalan utama yang ia hadapi akhirnya teratasi.

Pengalaman itu membuat publik kembali menyoroti pentingnya operasi medis yang dilakukan berdasarkan kebutuhan kesehatan. Dalam kasus Ricis, rhinoplasty menjadi jalan untuk memperbaiki fungsi napas sekaligus menunjang kepercayaan diri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!