Deretan mobil mewah sitaan dari perkara korupsi tata niaga komoditas timah PT Timah Tbk milik terpidana Harvey Moeis dipamerkan di Gedung Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 21 Mei 2026. Meski sudah diperlihatkan kepada publik, kendaraan-kendaraan tersebut belum dapat dilelang karena proses penilaian harga masih berlangsung.
Enam mobil mewah langsung menyita perhatian pengunjung saat memasuki area pameran. Di antara kendaraan yang dipamerkan terdapat dua Ferrari merah, Porsche merah dan abu-abu, Mercedes-Benz abu-abu, Mini Cooper merah, serta sebuah Rolls-Royce hitam dengan kap abu-abu.
Penilaian mobil mewah berlangsung
Seorang petugas kejaksaan menjelaskan bahwa lelang belum bisa digelar karena nilai kendaraan masih dihitung oleh tim penilai. Proses tersebut menjadi tahapan penting sebelum aset sitaan ditawarkan kepada publik.
Ia menegaskan bahwa dua unit Ferrari membutuhkan perhatian khusus karena memiliki karakteristik yang sangat langka. Kondisi itu membuat penentuan harga tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
Menurut petugas, seluruh proses penilaian harus selesai terlebih dahulu agar nilai aset dapat ditetapkan secara tepat. Setelah nilai keluar, kendaraan itu akan langsung dimasukkan dalam agenda lelang.
Ia juga menyampaikan bahwa informasi mengenai lelang akan diumumkan kepada publik setelah tahap penilaian rampung. Dengan demikian, masyarakat baru dapat mengikuti proses penawaran pada saat aset resmi dibuka untuk dilelang.
Ferrari jadi perhatian utama
Dua unit Ferrari menjadi sorotan utama dalam pameran aset sitaan tersebut karena dianggap langka. Petugas menilai keunikan itu membuat proses valuasi memerlukan kehati-hatian ekstra.
Mobil sport berwarna merah itu ditempatkan bersama kendaraan mewah lain yang juga berasal dari perkara yang sama. Namun, Ferrari disebut memiliki nilai pasar yang tidak bisa disamakan dengan mobil lain di lokasi pameran.
Tim penilai disebut masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi, kelengkapan, dan spesifikasi masing-masing kendaraan. Seluruh data itu akan menjadi dasar dalam menentukan harga limit sebelum lelang dilakukan.
Petugas menambahkan bahwa penetapan nilai bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari prosedur agar aset negara dikelola secara akuntabel. Karena itu, prosesnya tetap harus menunggu hasil kajian resmi dari tim penilai.
Aset sitaan dari perkara
Saat ditanya mengenai asal-usul kendaraan yang dipamerkan, petugas memastikan seluruhnya merupakan aset sitaan dari perkara Harvey Moeis. Aset tersebut terkait kasus PT Timah yang tengah diproses melalui mekanisme pemulihan aset negara.
Mobil-mobil mewah itu dipajang agar publik mengetahui bentuk barang sitaan yang telah diamankan negara. Langkah ini juga menunjukkan bahwa aset hasil tindak pidana tidak dibiarkan begitu saja sebelum diproses lebih lanjut.
Selain kendaraan, Badan Pemulihan Aset juga menampilkan sejumlah barang sitaan lain dari perkara yang sama. Barang-barang itu mencakup tas mewah bermerek Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vuitton.
Sejumlah perhiasan yang disebut disita dari Harvey Moeis untuk istrinya, Sandra Dewi, juga ikut dipamerkan. Kehadiran barang-barang tersebut menegaskan bahwa proses pemulihan aset dalam kasus ini masih terus berjalan.
Lelang menunggu pengumuman
Ketika ditanya kapan seluruh kendaraan itu akan dilelang, petugas hanya memberikan jawaban singkat. Ia menyebut proses tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat, tanpa menyebut tanggal pasti.
Menurut keterangan yang disampaikan di lokasi, kendaraan-kendaraan itu baru bisa dilepas ke publik setelah nilai resminya ditetapkan. Setelah itu, informasi lelang akan segera dibuka kepada masyarakat.
Petugas menegaskan bahwa mekanisme tersebut diperlukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Dengan begitu, hasil lelang dapat memberikan kontribusi maksimal bagi negara.
Hingga kini, mobil-mobil mewah sitaan itu masih berada di area Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI untuk proses penilaian. Publik pun masih menunggu kepastian waktu lelang yang disebut akan datang segera.
