Fakta Susu Kental Manis, Ini Kandungan dan Cara Konsumsinya

Lifestyle Clara Monica 29 Mei 2026 23:33 WIB 4
Fakta Susu Kental Manis, Ini Kandungan dan Cara Konsumsinya

Susu kental manis kembali menjadi sorotan di media sosial karena banyak orang mempertanyakan kandungan susu di dalamnya. Produk yang kerap dipakai sebagai campuran kopi, olesan roti, hingga topping makanan itu dinilai terlalu manis sehingga memunculkan anggapan bahwa isinya bukan lagi susu. Padahal, secara komposisi dan aturan, susu kental manis tetap memiliki kandungan susu yang jelas.

Perdebatan ini penting karena menyangkut pemahaman konsumen terhadap produk olahan susu yang sering digunakan sehari-hari. Teksturnya yang kental dan rasa manis yang dominan membuat sebagian orang keliru menilai karakter gizinya. Untuk menjawab keraguan itu, penjelasan mengenai proses pembuatan, kandungan, dan cara konsumsi yang tepat perlu dipahami dengan benar.

susu kental manis dan prosesnya

Tekstur kental pada susu kental manis muncul dari proses evaporasi, yaitu penguapan sebagian besar air dalam susu. Proses ini membuat kandungan padatan susu menjadi lebih pekat dan menghasilkan tekstur yang lebih creamy. Karena itu, kekentalannya bukan berarti produk tersebut tidak berasal dari susu.

Dalam proses pembuatannya, gula memang ditambahkan ke dalam campuran susu. Selain memberi rasa manis, gula juga membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga produk lebih tahan lama selama penyimpanan. Kombinasi ini membuat susu kental manis memiliki karakter yang berbeda dari susu segar.

Definisi resmi juga menegaskan bahwa susu kental manis adalah produk susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula. Dengan demikian, produk ini tetap berada dalam kategori olahan susu. Anggapan bahwa susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu tidak sesuai dengan definisi tersebut.

susu kental manis menurut bpom

Menurut Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini menunjukkan bahwa unsur susu di dalam produk tersebut tetap diatur secara resmi. Standar ini juga sejalan dengan acuan internasional Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk.

Sebelumnya, definisi susu kental manis juga tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Aturan itu menyebutkan bahwa susu kental manis diperoleh melalui penghilangan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Artinya, produk ini memang dirancang sebagai olahan susu, bukan sekadar pemanis.

Sejumlah produk di pasaran bahkan mencantumkan komposisi susu dalam kadar tertentu, misalnya menggunakan susu skim bubuk, susu sapi segar, lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk. Komposisi itu memperkuat bahwa kandungan susu tetap ada di dalam produk. Karena itu, kritik yang menyebut susu kental manis tidak mengandung susu tidak tepat jika dilihat dari regulasi dan label komposisinya.

susu kental manis dan gula

Meski mengandung susu, susu kental manis juga membawa kadar gula yang cukup tinggi. Kandungan gula inilah yang membuat rasa manisnya lebih dominan dibanding rasa susu. Akibatnya, banyak orang menilai kandungan susunya hilang, padahal sebenarnya tidak demikian.

Protein susu, lemak susu, laktosa, dan beberapa mineral alami dari susu masih tetap ada dalam produk ini. Yang berubah adalah profil rasa dan gizi karena tambahan gula yang digunakan dalam proses produksi. Perbedaan inilah yang membuat susu kental manis tidak bisa disamakan dengan susu segar.

Karena itu, susu kental manis lebih tepat dipahami sebagai olahan susu dengan tambahan gula. Produk ini masih mengandung susu, tetapi komposisinya membuat fungsinya berbeda dari susu minum harian. Pemahaman ini penting agar konsumen tidak salah mengartikan manfaat dan batas penggunaannya.

susu kental manis yang bijak

Mengonsumsi susu kental manis sebenarnya tidak masalah selama porsinya diperhatikan. Produk ini kerap digunakan dalam makanan tradisional, minuman, dan dessert sebagai pelengkap rasa. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian.

Membaca label gizi menjadi langkah penting sebelum mengonsumsinya. Informasi tersebut membantu mengetahui jumlah gula per sajian agar tidak berlebihan. Jika digunakan sesuai takaran, satu sajian umumnya masih bisa masuk dalam batas asupan yang wajar.

BPOM melalui Peraturan Nomor 20 Tahun 2021 juga melarang susu kental manis disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu atau sebagai satu-satunya sumber gizi. Aturan ini menegaskan bahwa produk tersebut bukan pengganti susu harian. Dengan memahami perbedaannya, konsumen dapat mengonsumsi susu kental manis secara lebih bijak dan proporsional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!