Erin Bantah Tuduhan Kasar pada ART di Rumah

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 07:58 WIB 4
Erin Bantah Tuduhan Kasar pada ART di Rumah

Rien Wartia Trigina atau Erin angkat bicara mengenai tuduhan yang menyebut dirinya kerap bersikap kasar terhadap asisten rumah tangga di rumahnya. Mantan istri Andre Taulany itu menilai tudingan tersebut merupakan upaya penggiringan opini yang tidak berdasar. Melalui kuasa hukumnya, Erin menolak keras dugaan kekerasan fisik maupun verbal yang dialamatkan kepadanya. Ia menyebut pekerja lain yang masih tinggal dan bekerja di kediamannya justru merasa aman.

Farahnaz Maharani, selaku kuasa hukum Erin, mengatakan tuduhan itu tidak masuk akal jika benar ada kebiasaan kasar di rumah tersebut. Menurutnya, perlakuan semacam itu semestinya juga dirasakan oleh pekerja rumah tangga lain yang masih bertugas. Erin pun menegaskan bahwa para pekerja yang tersisa tidak mengalami perlakuan serupa. Kasus ini mencuat setelah mantan ART bernama Herawati melaporkan Erin ke polisi dan mengadu ke DPR RI.

Tuduhan Erin Dibantah

Erin menegaskan dirinya tidak pernah melakukan kekerasan fisik kepada para pekerja di rumahnya. Ia menyebut teguran yang diberikan hanya sebatas pengarahan ketika ada kesalahan dalam bekerja. Dalam penjelasannya, ia mengatakan tidak pernah menyentuh apalagi mencakar atau mencekik. Erin menilai narasi yang beredar di media sosial telah membentuk kesan yang keliru.

Ia juga menyebut adanya kemungkinan pihak tertentu berada di balik munculnya tuduhan tersebut. Menurut Erin, teguran yang kerap ia sampaikan bisa saja tidak disukai oleh mantan pegawainya. Ia menduga persoalan itu bermula dari ketidakcocokan kerja yang kemudian berkembang menjadi laporan. Meski begitu, ia tetap membantah telah melakukan tindakan kasar sebagaimana yang dituduhkan.

Melalui kuasa hukumnya, Erin meminta publik tidak langsung percaya pada narasi yang beredar. Farahnaz menegaskan bahwa tuduhan terhadap kliennya harus dilihat berdasarkan bukti yang ada. Ia menyatakan laporan sepihak tidak cukup untuk menggambarkan keadaan sebenarnya di rumah Erin. Karena itu, pihaknya siap menghadapi proses hukum yang berjalan.

Erin juga menolak anggapan bahwa dirinya memiliki kebiasaan memperlakukan pekerja secara keras. Ia menyebut pekerja lain yang masih bertahan justru merasa nyaman dan tidak mengalami perlakuan serupa. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator bahwa tuduhan yang beredar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan suasana kerja di rumahnya tetap aman dan terkendali.

Kesaksian Pekerja Rumah

Erin menyebut para pekerja rumah tangga yang masih aktif bekerja dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi sebenarnya. Ia mempersilakan pihak mana pun untuk melihat sendiri bagaimana keadaan di kediamannya. Menurutnya, para pekerja yang ada saat ini dalam keadaan sehat dan diperlakukan dengan baik. Ia menilai fakta itu berbanding terbalik dengan tuduhan yang viral di media sosial.

Dalam keterangannya, Erin menolak keras tudingan bahwa dirinya kerap menggunakan kekerasan dalam hubungan kerja di rumah. Ia mengaku hanya memberikan teguran jika ada kesalahan yang perlu diluruskan. Teguran tersebut, kata dia, tetap berada dalam batas kewajaran dan tidak melampaui etika. Ia menegaskan bahwa tidak ada tindakan fisik yang dilakukan kepada mantan ART tersebut.

Kuasa hukum Erin juga menyoroti keberadaan pekerja lain yang tetap bertahan di rumah kliennya. Menurut Farahnaz, jika benar ada pola kekerasan, maka pekerja lain semestinya ikut mengalami hal serupa. Karena itu, ia menilai tuduhan yang disampaikan Herawati perlu diuji secara objektif. Pihaknya percaya keterangan para pekerja aktif dapat membantu menjernihkan persoalan.

Erin menambahkan bahwa dirinya tidak memiliki alasan untuk melakukan tindakan kasar terhadap pekerja. Ia mengatakan hubungan kerja selama ini berjalan dengan pengawasan dan komunikasi yang wajar. Jika ada kesalahan, dirinya memilih memberi peringatan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan benar. Ia berharap publik tidak terburu-buru membentuk opini sebelum proses hukum selesai.

Langkah Hukum Erin

Kasus ini bermula ketika Herawati, mantan asisten rumah tangga Erin, melaporkan dugaan penganiayaan kepada pihak kepolisian. Selain itu, ia juga mengadukan persoalan tersebut ke DPR RI. Laporan itu kemudian memicu sorotan luas di media sosial dan sejumlah pemberitaan. Erin pun merespons dengan membantah seluruh tuduhan tersebut.

Tak tinggal diam, Erin bersama tim kuasa hukumnya mengambil langkah hukum balasan. Pihaknya melaporkan Herawati ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan pelanggaran UU ITE. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap tuduhan yang dinilai tidak berdasar. Erin berharap proses hukum dapat mengungkap fakta yang sebenarnya.

Farahnaz menyatakan pihaknya memiliki bukti yang diyakini dapat mematahkan tuduhan Herawati. Salah satu bukti yang disebut kuat adalah rekaman CCTV dari rumah Erin. Bukti tersebut, menurutnya, juga akan membantu menjelaskan persoalan mengenai dugaan penahanan gaji dan barang milik mantan pegawai itu. Karena itu, tim hukum optimistis dapat menjawab seluruh tuduhan secara hukum.

Di tengah proses yang berjalan, Erin menegaskan dirinya tetap kooperatif menghadapi semua tahapan hukum. Ia mengaku siap membuka fakta yang ada agar masyarakat tidak hanya menerima satu sisi cerita. Menurutnya, kasus ini seharusnya diselesaikan berdasarkan bukti, bukan persepsi. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera terang agar namanya tidak terus dikaitkan dengan tuduhan yang merugikan.

Bantahan atas Opini Publik

Erin menilai sorotan publik terhadap dirinya telah berkembang menjadi penggiringan opini yang merugikan. Ia menganggap tuduhan itu tidak sejalan dengan kondisi para pekerja yang masih ada di rumahnya. Menurutnya, narasi yang tersebar terlalu cepat membentuk penilaian negatif di masyarakat. Karena itu, ia memilih menjelaskan langsung kepada publik melalui kuasa hukumnya.

Ia juga menyoroti pentingnya melihat persoalan ini secara utuh dan berimbang. Erin menegaskan bahwa teguran dalam hubungan kerja tidak dapat disamakan dengan kekerasan. Ia mengaku selama ini berusaha menjaga lingkungan rumah tetap tertib dan nyaman bagi semua pekerja. Menurutnya, komunikasi yang tegas bukan berarti melakukan tindakan melanggar hukum.

Di sisi lain, Erin berharap pihak-pihak yang menyoroti kasus ini tidak mengabaikan fakta dari pekerja yang masih aktif. Ia menilai kesaksian mereka penting untuk mengetahui situasi sebenarnya di rumah. Jika kondisi mereka aman dan sehat, maka tuduhan yang beredar patut dipertanyakan. Erin mengatakan dirinya siap jika harus diperiksa berdasarkan keterangan dan bukti yang objektif.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena melibatkan laporan, bantahan, dan langkah hukum dari kedua belah pihak. Erin menegaskan tidak akan mundur untuk mempertahankan nama baiknya. Ia berharap proses hukum dapat menjadi jalan untuk menguji kebenaran seluruh tuduhan. Hingga saat ini, ia tetap bersikukuh bahwa perlakuannya terhadap pekerja selama ini berada dalam batas wajar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!