Empat Pemenang Internet Desa 2026 Dukung Akses Digital

Teknologi Moh. Royhan Nahado 13 Mei 2026 16:41 WIB 10
Empat Pemenang Internet Desa 2026 Dukung Akses Digital

Hotel Sultan menjadi saksi malam penganugerahan penghargaan literasi digital dan akses internet wilayah perdesaan pada Jumat, 17 April 2026. Jamaluddin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asmat, dinobatkan sebagai Individu Pejuang Internet Masuk Desa. Sementara itu, Inez Senia dinobatkan sebagai Individu Pegiat Literasi Digital di Desa, Irson Hanunu sebagai Individu Konten Kreator Lokal Kreatif, dan Relawan TIK Aceh sebagai Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat.

Malam penganugerahan berlangsung di Hotel Sultan, dengan fokus pada perluasan infrastruktur internet, literasi digital, dan kesiapsiagaan digital di komunitas. Jamaluddin mengungkapkan rencana meningkatkan kapasitas bandwidth BTS, agar lebih banyak warga mengakses internet. Penganugerahan ini menggarisbawahi peran pemerintah daerah, komunitas digital, dan relawan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif.

Individu Pemenang

Jamaluddin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asmat, menjadi tokoh kunci dalam upaya internet masuk desa. Sejak 2004 ia mendapati banyak blank spot sinyal di wilayahnya, sehingga mobilisasi infrastruktur diperlukan. Pada 2005, Telkomsel membangun satu menara dengan sinyal 2G sehingga layanan sangat terbatas.

Inez Senia adalah penyiar radio yang kemudian beralih fokus ke literasi digital melalui konten edukasi. Dia menjalankan program literasi digital bagi perempuan, mahasiswa, wartawan lokal, dan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura. Inez aktif dalam ekosistem digital sejak 2023 untuk meningkatkan kapasitas literasi dan pemanfaatan alat digital.

Irson Hanunu, Kepala Sekolah SMK, dikenal publik sebagai konten kreator lokal kreatif. Ia memiliki pengikut signifikan dengan 700 ribu di Facebook dan 13 ribu di YouTube, serta rutin membagikan konten edukasi dan digital marketing. Programnya menekankan pemberdayaan pendidik dan pemuda untuk literasi digital yang lebih luas.

Komunitas Pendorong Internet

Relawan TIK Aceh menjadi komunitas pendorong internet untuk rakyat melalui kolaborasi lintas pihak pasca banjir. Mereka mendirikan posko internet darurat menggunakan satelit Starlink dan VSAT untuk memulihkan akses komunikasi. Aksi mereka dilakukan bersama Pemerintah, Polri, serta mitra seperti Siberkreasi untuk literasi digital dan pencegahan hoaks.

Relawan RTIK Aceh juga menjalin kemitraan dengan sektor swasta untuk mempercepat pemulihan jaringan seluler dan menggalang donasi logistik penting seperti power bank dan genset. Mereka berkoordinasi dengan organisasi lain agar manajemen bantuan berbasis data dapat berjalan efektif meski geografi sulit. Upaya tersebut memperkuat ketahanan komunitas terhadap bencana melalui akses informasi yang terjaga.

Kepiawaian RTIK Aceh dalam mendorong literasi digital dan akses internet darurat membantu warga berkomunikasi dengan keluarga serta membangun budaya literasi informasi, sehingga melawan hoaks yang sering menimbulkan kepanikan. Melalui kolaborasi dengan Siberkreasi dan mitra, jaringan internet darurat mempercepat pemulihan pasca bencana. Inisiatif ini menjadi contoh kolaborasi lintas sektor untuk ketahanan digital daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!