Elyse Myers kembali menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman panjangnya menghadapi nyeri kronis dan pendarahan berkepanjangan sebelum menjalani histerektomi. Cerita itu muncul dari potongan video podcast yang diunggah ulang pada 3 Mei dan memantik respons luas dari warganet, terutama perempuan yang mengaku pernah mengalami keluhan serupa.
Dalam percakapan tersebut, ibu dua anak itu menyampaikan bahwa kondisinya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk sampai pingsan di bandara dan kehilangan berat badan. Ia juga menyoroti sulitnya mendapatkan penanganan medis yang tepat, karena keluhannya kerap tidak dipercaya oleh dokter.
Kesehatan reproduksi Myers
Myers menceritakan bahwa sebelum operasi, ia mengalami pendarahan hampir sepanjang tahun. Kondisi itu membuat tubuhnya lemah, mual terus-menerus, dan sulit makan dengan normal.
Ia mengatakan pernah mengalami pendarahan sekitar 300 hari dalam setahun. Situasi tersebut bahkan membuatnya pingsan saat mengantre pemeriksaan TSA di bandara.
Berat badannya juga turun drastis karena tubuhnya tidak mampu menerima asupan makanan dengan baik. Menurut Myers, rangkaian gejala itu membuat hidupnya semakin terbatas.
Keputusan menjalani histerektomi
Myers mengaku tidak menyangka akan mendapat saran menjalani histerektomi pada usia yang masih tergolong muda. Meski demikian, ia merasa lega ketika akhirnya bertemu dokter yang benar-benar mendengarkan keluhannya.
Ia menyebut pengalamannya seolah divalidasi setelah sekian lama merasa tidak dipercaya. Selama ini, menurut dia, banyak kunjungan ke dokter berujung pada minimnya pengakuan terhadap rasa sakit yang dialaminya.
Sebelum operasi, Myers dan suaminya memang telah sepakat untuk tidak menambah anak lagi. Ia kini memiliki dua putra yang masih kecil.
Keluhan perempuan muda
Dalam podcast itu, Myers juga menyinggung hambatan yang kerap dihadapi perempuan muda saat meminta prosedur medis terkait reproduksi. Ia menilai usia sering dijadikan alasan untuk menolak tindakan yang sebenarnya menyangkut tubuh mereka sendiri.
Ia mengatakan banyak dokter enggan melakukan prosedur tertentu jika pasien masih muda. Bahkan, ada perempuan yang sudah yakin dengan pilihannya tetap ditolak untuk menjalani tindakan medis tersebut.
Menurut Myers, kondisi itu menunjukkan masih adanya ketimpangan dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Ia menilai keputusan tentang tubuh seharusnya lebih banyak melibatkan suara pasien.
Pulih setelah operasi
Beberapa minggu setelah menjalani operasi, Myers mengaku merasakan perubahan besar pada tubuhnya. Ia menyebut jerawatnya mulai hilang dan kualitas tidurnya membaik.
Selain itu, rambutnya juga tidak lagi rontok seperti sebelumnya. Perubahan tersebut membuatnya merasakan pemulihan yang signifikan setelah masa yang panjang penuh keluhan.
Kisah Myers kemudian banyak dibagikan ulang karena dianggap mewakili pengalaman perempuan yang berjuang mencari jawaban atas masalah kesehatan reproduksi. Diskusi yang muncul di kolom komentar menunjukkan isu ini masih sangat relevan dan membutuhkan perhatian lebih serius.
