Elyse Myers Ungkap Pengalaman Histerektomi dan Pendarahan Kronis

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 22:45 WIB 2
Elyse Myers Ungkap Pengalaman Histerektomi dan Pendarahan Kronis

Elyse Myers, kreator konten asal Amerika Serikat, membagikan pengalaman pribadi mengenai pendarahan kronis yang ia alami selama hampir setahun. Cerita itu kembali ramai setelah potongan video podcastnya diunggah ulang pada 3 Mei dan menarik perhatian luas di media sosial.

Dalam percakapan itu, ibu dua anak tersebut mengaku sempat tidak dipercaya oleh dokter sebelum akhirnya mendapat penanganan yang tepat. Ia kemudian menjalani histerektomi, setelah kondisi tubuhnya dinilai semakin memburuk dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Histerektomi dan keluhan kronis

Myers mengatakan bahwa ia mengalami pendarahan sekitar 300 hari dalam setahun. Kondisi itu membuat tubuhnya sangat lemah dan sulit menjalani rutinitas normal.

Ia juga mengaku pernah pingsan saat mengantre pemeriksaan TSA di bandara. Selain itu, berat badannya turun drastis karena ia terus-menerus mengalami mual dan sulit makan.

Pengalaman tersebut ia sampaikan dalam podcast saat membahas perjalanan kesehatannya sebelum operasi. Menurutnya, gejala yang dialami tidak bisa lagi dianggap ringan karena berlangsung terus-menerus.

Ia menuturkan bahwa rasa sakit kronis itu mengganggu hampir seluruh aspek hidupnya. Dalam sebuah candaan, Myers menyebut rahimnya seolah berusaha membunuh dirinya sendiri.

Respons publik di media sosial

Pernyataan Myers mendapat respons simpati dari pembawa acara podcast, atlet rugby Olimpiade Ilona Maher. Maher menanggapi dengan kalimat yang kemudian ikut disorot warganet karena dianggap mewakili pengalaman banyak perempuan.

Setelah video itu viral, kolom komentar dibanjiri cerita serupa dari perempuan lain. Banyak di antara mereka mengaku pernah mengalami gangguan kesehatan reproduksi dan kesulitan memperoleh penanganan medis yang memadai.

Diskusi pun meluas ke isu minimnya pemahaman terhadap keluhan perempuan. Sejumlah pengguna media sosial menilai pengalaman Myers mencerminkan tantangan yang masih sering dihadapi pasien perempuan saat mencari diagnosis.

Viralnya potongan podcast tersebut menunjukkan bahwa isu kesehatan reproduksi masih sangat relevan. Cerita pribadi yang dibagikan Myers memicu percakapan publik yang lebih besar tentang akses layanan kesehatan bagi perempuan.

Keluhan tidak dipercaya dokter

Myers mengaku tidak menyangka akan disarankan menjalani histerektomi di usia yang masih tergolong muda. Namun, ia merasa lega karena akhirnya bertemu dokter yang benar-benar mendengarkan keluhannya.

Ia mengatakan pengalaman itu terasa seperti validasi atas penderitaan yang selama ini ia alami. Sebelumnya, ia kerap mendatangi dokter tanpa merasa dipercaya sepenuhnya.

Menurut Myers, situasi seperti itu masih dialami banyak perempuan muda. Ia menilai sejumlah dokter cenderung menolak tindakan medis tertentu karena pasien dianggap terlalu muda.

Ia menegaskan bahwa keputusan atas tubuh seharusnya tetap berada di tangan pasien. Pandangan itu menjadi salah satu poin penting yang disorot dalam ceritanya.

Pemulihan setelah operasi

Myers menyebut dirinya dan sang suami sudah sepakat untuk tidak menambah anak sebelum operasi dilakukan. Saat ini, ia telah memiliki dua putra yang masih kecil.

Beberapa minggu setelah menjalani operasi, ia mulai merasakan perubahan besar pada tubuhnya. Ia mengatakan jerawatnya berangsur hilang, kualitas tidurnya membaik, dan rambutnya tidak lagi rontok.

Perbaikan kondisi itu membuatnya merasa jauh lebih nyaman dalam menjalani hari-hari setelah tindakan medis. Ia menganggap hasil tersebut sebagai tanda bahwa keputusan yang diambil sudah tepat.

Kisah Myers menambah sorotan terhadap pentingnya penanganan kesehatan reproduksi yang sensitif terhadap kebutuhan pasien. Pengalamannya menjadi pengingat bahwa keluhan perempuan perlu didengar dengan serius sejak awal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!