Mahasiswi Palangka Raya Raup Rp5 Juta dari We.Eats

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 27 Mei 2026 00:06 WIB 3
Mahasiswi Palangka Raya Raup Rp5 Juta dari We.Eats

Seorang mahasiswi asal Palangka Raya, Windy Maulidya, berhasil mengubah tugas kuliah menjadi usaha kuliner kekinian bernama We.Eats. Bisnis yang dirintis sejak 2023 itu kini tumbuh dari penjualan terbatas menjadi pesanan harian melalui media sosial dan layanan daring.

Berbekal latar belakang kuliah di jurusan bisnis, Windy melihat peluang untuk membangun usaha sambil menempuh pendidikan. Dari modal awal yang relatif kecil, ia perlahan mengembangkan We.Eats hingga mampu menghasilkan omzet bersih mencapai Rp5 juta per bulan.

Awal Bisnis Kuliner

Ide usaha Windy muncul dari banyaknya tugas kuliah yang berkaitan dengan bisnis. Ia menilai tugas tersebut bisa menjadi ruang belajar yang langsung diterapkan dalam praktik.

Selain faktor akademik, kebiasaan Windy yang suka memasak ikut mendorong keputusan berbisnis kuliner. Dari situ, ia mulai memikirkan produk yang bisa dijual dengan konsep kekinian.

Gagasan itu kemudian berkembang pada September 2023. Windy mulai menyusun langkah awal untuk membangun We.Eats secara bertahap.

Pada tahap awal, ia fokus menentukan menu yang sesuai dengan selera pasar. Langkah tersebut menjadi pondasi sebelum usaha dijalankan lebih luas.

Modal Kecil Usaha

Windy memulai bisnisnya dengan modal sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku harian di pasar.

Untuk peralatan memasak, ia memanfaatkan perlengkapan yang sudah tersedia di dapur. Cara itu membuat biaya awal usaha tetap terkendali.

Dengan modal terbatas, Windy memilih memulai dari skala kecil. Strategi ini membantunya menekan risiko saat bisnis baru berjalan.

Ia menilai, memulai usaha tidak selalu membutuhkan dana besar. Menurutnya, yang terpenting adalah keberanian mencoba dan disiplin mengelola kebutuhan awal.

Omzet dan Operasional

Seiring waktu, We.Eats mulai dikenal lebih luas dan pesanan terus bertambah. Dari usaha kecil, bisnis itu berkembang menjadi sumber pemasukan rutin.

Windy kini dapat mengantongi omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan. Peningkatan tersebut dicapai melalui pertumbuhan penjualan yang bertahap.

Meski begitu, operasional usaha masih dijalankan dengan sumber daya manusia yang terbatas. Ia hanya dibantu satu karyawan untuk memasak dan menyiapkan pesanan.

Kondisi itu membuat Windy harus cermat mengatur kapasitas produksi. Saat permintaan terlalu tinggi, ia terpaksa membatasi jumlah pesanan agar layanan tetap tepat waktu.

Strategi Pemasaran We.Eats

Pada awalnya, Windy hanya menjual produk dengan sistem pre-order kepada teman terdekat. Cara tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenalkan produknya ke pasar pertama.

Promosi melalui media sosial kemudian memperluas jangkauan penjualan. Pesanan yang masuk tidak lagi hanya berasal dari lingkungan sekitar kampus.

We.Eats kini dapat dipesan setiap hari melalui GoFood dan Instagram. Kehadiran kanal digital membuat bisnis lebih mudah diakses pelanggan.

Windy juga menyesuaikan operasional agar kualitas layanan tetap terjaga. Ketika pesanan di DM terlalu banyak, ia akan menonaktifkan sementara GoFood supaya pengiriman tetap terkendali.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!