Holywings Hadapi Tekanan, Opsi Ganti Nama Dibahas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 01:17 WIB 2
Holywings Hadapi Tekanan, Opsi Ganti Nama Dibahas

Bisnis Holywings tengah berada dalam tekanan setelah 12 outletnya di Jakarta ditutup karena masalah izin usaha. Situasi itu semakin berat karena perusahaan juga terseret polemik promo minuman alkohol gratis bagi pelanggan bernama Muhammad dan Maria.

Di tengah sorotan publik tersebut, muncul pertanyaan apakah Holywings perlu mengganti nama untuk memulihkan citra. Praktisi marketing menilai keputusan itu harus didasarkan pada kondisi reputasi merek, hasil riset, serta risiko bisnis yang menyertainya.

Holywings dan Reputasi

Praktisi dan konsultan marketing dari Inventure, Yuswohady, menilai reputasi Holywings sedang terpukul. Polemik promo yang dikaitkan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan menjadi pukulan serius bagi brand tersebut.

Penutupan 12 outlet di Jakarta juga memperburuk citra perusahaan di mata publik. Menurutnya, ketika sebuah usaha sudah terkena sanksi perizinan, dampaknya tidak hanya berhenti pada operasional, tetapi juga menyentuh persepsi merek.

Ia menilai kondisi itu dapat memunculkan penilaian negatif terhadap kepatuhan perusahaan. Dalam jangka pendek, situasi tersebut bisa membuat konsumen lebih berhati-hati dalam memandang brand Holywings.

Holywings dan Pilihan Rebranding

Yuswohady menyebut ada dua opsi utama yang bisa ditempuh perusahaan. Opsi pertama adalah rebranding, jika merek masih memiliki kekuatan di pasar.

Rebranding dapat dilakukan tanpa menghapus sepenuhnya identitas lama. Salah satu caranya adalah tetap menampilkan nama Holywings dalam format turunan, misalnya dengan penambahan nama baru di belakangnya.

Strategi itu dipandang lebih aman bila brand inti masih punya nilai jual. Dengan cara tersebut, perusahaan tetap bisa menjaga ekuitas merek sambil memperbaiki persepsi publik.

Holywings dan Risiko Ganti Nama

Opsi kedua adalah mengganti nama secara total menjadi brand baru. Langkah ini, menurut Yuswohady, tidak bisa dilakukan secara tergesa karena memerlukan riset yang matang.

Perusahaan perlu menilai apakah nama Holywings masih layak dipakai atau justru sudah terlalu buruk di mata masyarakat. Jika riset menunjukkan citra merek sudah rusak berat, maka ganti nama bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Namun, pergantian nama total berarti perusahaan harus membangun brand dari nol. Kondisi itu membawa risiko besar karena keberhasilan sebuah merek tidak hanya bergantung pada strategi, tetapi juga faktor pasar dan momentum.

Holywings dan Masa Depan Brand

Menurut Yuswohady, membangun merek bukan pekerjaan yang mudah. Brand yang kuat memerlukan waktu panjang, konsistensi, dan penerimaan konsumen yang luas.

Karena itu, keputusan mengganti nama perlu mempertimbangkan apakah aset merek lama masih bisa diselamatkan. Jika masih ada peluang untuk memulihkan kepercayaan publik, rebranding dinilai lebih efisien dibanding memulai dari awal.

Meski begitu, tidak ada jaminan bahwa langkah baru akan langsung berhasil. Dalam bisnis, keberhasilan brand juga ditentukan oleh banyak faktor, termasuk keberuntungan dan momentum pasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!