IHSG Tertekan Usai Rebalancing MSCI, Tekanan Bisa Berlanjut

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 27 Mei 2026 02:38 WIB 3
IHSG Tertekan Usai Rebalancing MSCI, Tekanan Bisa Berlanjut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang paling tertekan di kawasan Asia Pasifik pada perdagangan Kamis (21/5), di tengah sentimen rebalancing MSCI terhadap saham-saham Indonesia. Tekanan tersebut terutama dirasakan oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam konstituen indeks global itu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut dampak pengumuman MSCI masih terasa pada pasar. Menurut dia, pelemahan ini dipicu kewajiban penyesuaian portofolio dari ETF dan reksa dana pasif yang mengikuti indeks tersebut.

Tekanan IHSG dari MSCI

Hasan menjelaskan bahwa korelasi antara pengumuman MSCI dan pelemahan sejumlah saham Indonesia sudah terlihat sejak awal. Saham yang sebelumnya masuk dalam konstituen indeks Standard dan small cap MSCI mulai mengalami tekanan harga.

Tekanan itu muncul karena investor institusi yang mengacu pada indeks harus melakukan rebalancing portofolio. Kondisi ini mendorong aksi jual pada saham-saham yang keluar dari daftar MSCI.

OJK menilai pergerakan tersebut merupakan respons pasar yang wajar terhadap perubahan komposisi indeks global. Meski begitu, efeknya tetap dapat membuat IHSG berada dalam tekanan lebih lama.

Empat Belas Saham Terdampak

Dalam keterangannya, Hasan menyebut ada 18 saham Indonesia yang terdampak oleh keputusan MSCI. Saham-saham tersebut ditinggalkan dari indeks global, sehingga memicu penyesuaian kepemilikan oleh para investor pasif.

Perubahan komposisi ini tidak hanya berdampak pada harga saham, tetapi juga pada aliran dana di pasar. Investor yang mengikuti indeks cenderung menyesuaikan posisi secara serempak ketika ada perubahan konstituen.

Situasi tersebut kemudian menciptakan tekanan tambahan bagi saham-saham yang terkena pengeluaran dari indeks. Di sisi lain, saham yang masih bertahan di indeks berpotensi menjadi tujuan rotasi dana.

Dampak Pasar Berlanjut

Hasan menilai pelemahan pada sejumlah saham tidak dapat dihindari dalam jangka pendek. Menurut dia, pasar sudah mengantisipasi efek dari pengumuman MSCI sejak informasi itu dirilis.

Meski demikian, tekanan diperkirakan masih berlanjut hingga keputusan pengeluaran 18 saham tersebut efektif berlaku. Tenggat itu jatuh setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026.

Dengan demikian, pelaku pasar masih akan mencermati arus dana yang keluar dan masuk dalam beberapa hari ke depan. Pergerakan tersebut akan menentukan seberapa dalam tekanan yang dialami IHSG.

Prospek Net Outflow

Hasan menyebut pasar saat ini masih menilai apakah dampaknya akan berujung pada net inflow atau net outflow. Namun, dari persepsi yang berkembang, kemungkinan net outflow dinilai lebih besar.

Hal itu berkaitan dengan penyesuaian portofolio yang dilakukan oleh pemilik dana berbasis indeks. Ketika saham tertentu dikeluarkan dari acuan, sebagian dana cenderung ikut keluar dari pasar.

Meski begitu, OJK tetap memantau dinamika perdagangan untuk melihat arah akhir arus modal. Hasil akhir dari rebalancing MSCI akan menjadi penentu penting bagi sentimen pasar saham Indonesia dalam waktu dekat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!