Elyse Myers Ungkap Pendarahan Kronis dan Jalan ke Histerektomi

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 11:18 WIB 2
Elyse Myers Ungkap Pendarahan Kronis dan Jalan ke Histerektomi

Elyse Myers, kreator konten yang dikenal luas di media sosial, kembali menjadi sorotan setelah mengungkap pengalaman panjangnya menghadapi rasa sakit kronis dan pendarahan yang berlangsung hampir sepanjang tahun. Curahan hati itu muncul dalam sebuah podcast yang potongan videonya ramai dibicarakan setelah diunggah ulang pada 3 Mei.

Dalam percakapan tersebut, ibu dua anak itu menceritakan bagaimana kondisi kesehatannya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari pingsan di bandara hingga berat badan turun drastis. Cerita Myers memicu simpati luas, sekaligus membuka kembali perbincangan tentang sulitnya perempuan mendapat diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

Keluhan Kesehatan Elyse Myers

Myers mengaku mengalami pendarahan sekitar 300 hari dalam setahun sebelum menjalani operasi. Kondisi itu membuat tubuhnya lemah, mual berkepanjangan, dan sulit menjalani rutinitas harian.

Ia menyebut pernah pingsan saat mengantre pemeriksaan TSA di bandara. Situasi tersebut menunjukkan betapa serius dampak gangguan kesehatannya terhadap kehidupan sehari-hari.

Selain itu, berat badannya turun drastis karena tidak bisa makan dengan normal. Mual yang terus-menerus membuat dirinya kesulitan menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

Myers juga menggambarkan rasa sakit kronis yang dialaminya sebagai beban yang mengganggu hidup. Ia bahkan sempat melontarkan candaan bahwa rahimnya seperti berusaha membunuhnya.

Pendarahan dan Dampaknya

Dalam podcast itu, Myers menjelaskan bahwa gejala yang dialaminya tidak hanya soal ketidaknyamanan fisik. Pendarahan berkepanjangan membuatnya merasa tubuhnya terus berada dalam tekanan.

Ia menuturkan bahwa kondisi tersebut berlangsung lama tanpa solusi yang benar-benar membantu. Akibatnya, kelelahan dan gangguan kesehatan lain ikut muncul bersamaan.

Masalah itu juga berdampak pada kualitas hidupnya sebagai ibu. Aktivitas bersama dua putranya kerap harus menyesuaikan kondisi tubuh yang tidak menentu.

Perbincangan mengenai kisah Myers kemudian menyebar luas di media sosial. Banyak perempuan mengaku mengalami pengalaman serupa terkait kesehatan reproduksi dan kesulitan mendapat penanganan yang sesuai.

Dokter dan Validasi

Myers mengaku tidak menyangka akan disarankan menjalani histerektomi di usia yang masih tergolong muda. Namun, saran itu justru memberinya kelegaan setelah bertahun-tahun berjuang tanpa kepastian.

Ia mengatakan akhirnya bertemu dokter yang benar-benar mendengarkan keluhannya. Bagi dirinya, pengalaman itu terasa seperti validasi atas berbagai keluhan yang selama ini kerap diabaikan.

Myers menilai banyak perempuan muda masih kesulitan memperoleh akses terhadap prosedur medis terkait reproduksi. Salah satu hambatan yang ia soroti adalah anggapan bahwa usia mereka masih terlalu muda untuk membuat keputusan tersebut.

Menurutnya, keputusan soal tubuh seharusnya tetap berada di tangan pasien. Ia menekankan bahwa penolakan tanpa pertimbangan yang memadai justru dapat memperpanjang penderitaan perempuan.

Pemulihan Setelah Operasi

Beberapa minggu setelah operasi, Myers merasakan perubahan besar pada tubuhnya. Ia menyebut jerawat mulai hilang dan kualitas tidurnya membaik.

Ia juga mengatakan rambutnya tidak lagi rontok seperti sebelumnya. Perubahan itu menjadi tanda awal bahwa tubuhnya mulai pulih setelah periode panjang yang melelahkan.

Myers menilai operasi tersebut memberinya kesempatan untuk kembali menjalani hidup dengan lebih nyaman. Ia merasa beban fisik yang selama ini membayangi perlahan mulai berkurang.

Kisahnya kemudian menjadi pengingat bahwa keluhan kesehatan perempuan tidak boleh diremehkan. Akses terhadap diagnosis yang tepat dan dokter yang mau mendengar tetap menjadi kebutuhan penting dalam layanan kesehatan reproduksi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!