Raline Shah Tampil Anggun di Cannes 2026 dengan Gaun Sapto

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 12:33 WIB 3
Raline Shah Tampil Anggun di Cannes 2026 dengan Gaun Sapto

Raline Shah kembali menjadi sorotan di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, saat tampil mengenakan gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Kehadiran busana tersebut menegaskan konsistensi Raline dalam memilih karya desainer Indonesia untuk ajang internasional bergengsi itu.

Gaun berwarna oyster itu bukan sekadar busana red carpet, melainkan hasil kerja kreatif yang memadukan siluet klasik, sentuhan modern, dan identitas heritage Indonesia yang halus. Pada penampilan di premiere The Beloved, Raline tampil dengan nuansa glamor yang elegan sekaligus personal.

Inspirasi Gaun Raline Shah

Inspirasi gaun Raline Shah berangkat dari keinginan menghadirkan siluet yang klasik, namun tetap terasa relevan dengan masa kini. Sapto Djojokartiko ingin menampilkan glamor yang timeless melalui rancangan yang tidak kehilangan karakter modern.

Nuansa heritage Indonesia dihadirkan secara subtil melalui detail bordir pada seluruh permukaan ballgown. Pendekatan ini membuat gaun tidak hanya menonjol secara visual, tetapi juga menunjukkan craftsmanship yang menjadi ciri khas rumah mode tersebut.

Untuk premiere The Beloved, tim desain juga menekankan pentingnya kesan personal pada busana yang dikenakan Raline. Hasilnya, gaun terlihat anggun tanpa berlebihan, namun tetap kuat sebagai pernyataan gaya di karpet merah.

Gaya tersebut memperlihatkan bagaimana busana red carpet dapat menjadi medium untuk menyampaikan identitas, selera, dan nilai budaya. Dalam konteks Cannes, pilihan ini memperkuat citra Raline sebagai figur publik yang konsisten mendukung karya desainer Indonesia.

Motif dan Perhiasan yang Selaras

Motif Yayi Ukir menjadi elemen utama yang memberi karakter pada gaun tersebut. Motif ini terinspirasi dari perpaduan ukiran dan tekstur tenun tradisional, lalu diolah kembali dengan pendekatan desain yang lebih kontemporer.

Di dalam struktur motif itu, Sapto Djojokartiko memasukkan unsur Penara sebagai signature pattern miliknya. Kombinasi tersebut menghasilkan detail yang kaya, tetapi tetap terasa halus dan elegan saat dilihat dari dekat.

Keserasian motif dengan perhiasan Chopard yang dikenakan Raline juga menjadi perhatian. Nuansa art-deco pada perhiasan tersebut membuat keseluruhan tampilan terlihat lebih dimensional dan berkelas.

Perpaduan busana dan aksesori itu menunjukkan pentingnya harmoni visual dalam gaya red carpet. Setiap elemen saling melengkapi, sehingga gaun tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk satu kesatuan penampilan yang kuat.

Proses Pengerjaan yang Rumit

Gaun yang dikenakan Raline Shah disebut memerlukan waktu pengerjaan sekitar 800 jam. Waktu tersebut dihabiskan untuk memastikan setiap tahap, mulai dari konstruksi hingga bordir, berjalan dengan presisi tinggi.

Meski berbeda dari busana Raline di Cannes 2024 yang memakan waktu 1.200 jam, perhatian terhadap detail tetap menjadi prioritas. Tim desain menekankan bahwa proses yang cermat diperlukan agar siluet gaun terlihat effortless saat dikenakan.

Bagian yang paling menantang adalah konstruksi ballgown, terutama pada elemen bow. Desainer harus menjaga bentuknya tetap kokoh dan sculptural, namun tetap nyaman serta ringan ketika dipakai bergerak.

Fokus utama proses pengerjaan terletak pada keseimbangan antara struktur dan kelembutan gerak. Pendekatan ini membuat gaun tampak natural di tubuh, meski memiliki rancangan yang kompleks.

Warna Oyster Jadi Andalan

Pilihan warna oyster menjadi salah satu ciri yang konsisten dalam karya Sapto Djojokartiko. Warna ini dinilai memiliki karakter timeless, understated, dan elegan, sehingga cocok untuk penampilan formal di karpet merah.

Raline Shah juga disebut memiliki preferensi pribadi terhadap palet tersebut. Warna oyster dianggap mewakili sisi klasik dan anggun dari dirinya, sekaligus memberi ruang bagi detail busana untuk tampil lebih menonjol.

Di bawah pencahayaan red carpet, warna ini memberi efek yang standout tanpa terlihat berlebihan. Kesan tersebut mendukung tekstur bordir dan siluet gaun agar tampak lebih hidup saat difoto maupun dilihat langsung.

Penampilan Raline di Cannes 2026 memperlihatkan konsistensi kolaborasi antara aktris Indonesia dan desainer Tanah Air. Kombinasi warna, motif, dan pengerjaan detail menjadi alasan gaun ini mencuri perhatian di panggung internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!