PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 13:59 WIB 4
PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Pertamina Foundation menggelar kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring pada Selasa, 21 April. Tahap ini diikuti peserta yang lolos seleksi administrasi dari total 8.196 pendaftar, dengan fokus pada penguatan dasar usaha bagi perempuan pelaku UMKM.

Para peserta yang masuk tahap pra-kurasi akan mendapatkan pembekalan mengenai peran founder, pemahaman karakteristik pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. Program ini menjadi pintu awal sebelum peserta melangkah ke kurasi lanjutan dan berbagai pembinaan bisnis yang lebih terarah.

PFpreneur Perkuat Fondasi Usaha

Pra-kurasi menjadi tahap awal dari empat tahapan dalam program PFpreneur 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final sebelum dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.

Proses pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries. Di dalamnya, peserta mempelajari materi video, kemudian mengerjakan pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.

Kurikulum yang disusun mencakup penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, pengelolaan sumber daya manusia, serta manajemen keuangan. Peserta juga dibekali strategi pemasaran, peningkatan kapasitas digital, dan pengembangan penjualan agar lebih siap bersaing.

Perempuan Jadi Fokus Pembinaan

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan. Menurut dia, perempuan wirausaha memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Fety menyebut PFpreneur sebagai pembinaan dasar yang disiapkan agar para womenpreneur memiliki fondasi usaha yang lebih kuat. Setelah itu, peserta diharapkan dapat naik kelas ke pembinaan UMKM tingkat lanjut di lingkungan Pertamina Group.

Program ini juga menjadi pintu masuk menuju berbagai inisiatif lanjutan seperti Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, hingga UMK Go Global. Melalui jalur tersebut, pelaku usaha perempuan diharapkan memiliki akses pembinaan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Jejak Peserta Tumbuh Nyata

Sejak dijalankan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari beragam sektor. Bidang usaha yang terlibat antara lain kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.

Salah satu peserta, Rifera dari Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usaha yang semula rumahan kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan dan tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy, menembus Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

Ekosistem Naik Kelas UMKM

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menilai PFpreneur bukan sekadar pelatihan, melainkan ekosistem pembinaan. Program ini dirancang agar pelaku usaha perempuan bisa tumbuh mandiri dan memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

Agus menekankan bahwa semangat Kartini menjadi inspirasi utama dalam pengembangan program tersebut. Menurut dia, perempuan pelaku usaha perlu ruang untuk berkembang, menginspirasi, dan menghidupi banyak orang melalui usaha yang dijalankan.

Dengan pendekatan berjenjang, PFpreneur menjadi salah satu instrumen Pertamina dalam mendorong kemandirian UMKM perempuan. Program ini juga menunjukkan bahwa dukungan korporasi dapat berperan sebagai energi penggerak keberdayaan ekonomi perempuan Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!