Dony Oskaria Targetkan Laba BUMN Tembus Rp 450 Triliun

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 22:46 WIB 6
Dony Oskaria Targetkan Laba BUMN Tembus Rp 450 Triliun

Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, Dony Oskaria, menargetkan laba Badan Usaha Milik Negara mencapai Rp 360 triliun pada tahun ini. Ia juga berharap kinerja BUMN terus menguat hingga menyentuh Rp 450 triliun per tahun saat dirinya pensiun. Pernyataan itu disampaikan dalam Jogja Financial Festival pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dony menilai capaian tersebut menunjukkan BUMN berada dalam posisi yang sangat kuat. Ia menyebut BUMN bukan hanya mampu mencetak laba besar, tetapi juga memberi kontribusi signifikan bagi penerimaan negara. Menurut dia, fakta itu sekaligus membantah pandangan bahwa perusahaan pelat merah tidak menghasilkan keuntungan.

Target Laba BUMN

Dony menyampaikan keyakinannya bahwa laba BUMN dapat terus naik dalam beberapa tahun mendatang. Ia menargetkan capaian Rp 360 triliun pada tahun berjalan sebagai langkah awal. Setelah itu, ia berharap lonjakan kinerja berlanjut hingga tembus Rp 450 triliun.

Optimisme tersebut, menurutnya, lahir dari penguatan tata kelola dan arah bisnis yang lebih terukur. Ia menilai pengelolaan yang baik akan membuat BUMN semakin kompetitif. Dengan begitu, perusahaan pelat merah dapat memberi hasil yang lebih besar bagi negara.

Dony juga menegaskan bahwa target laba bukan sekadar angka, melainkan ukuran kesehatan korporasi. Ia menyebut pencapaian tinggi menunjukkan perusahaan mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi. Karena itu, kinerja BUMN disebut perlu dijaga secara konsisten.

Dalam pandangannya, keberhasilan BUMN bukan hanya penting bagi korporasi, tetapi juga bagi perekonomian nasional. Ia menilai laba yang besar akan memperkuat kapasitas negara dalam menjalankan pembangunan. Hal itu membuat BUMN memiliki peran strategis di luar fungsi bisnis semata.

Kontribusi Pajak BUMN

Dony mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, BUMN membukukan laba bersih sebesar Rp 335 triliun. Angka itu, menurutnya, menunjukkan bahwa perusahaan pelat merah masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Ia menilai pencapaian tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.

Selain laba, BUMN juga memberi kontribusi besar melalui pajak kepada negara. Dony menyebut penerimaan pajak dari BUMN mencapai sekitar Rp 215 triliun. Menurut dia, kontribusi sebesar itu membuktikan kekuatan finansial BUMN masih sangat besar.

Ia menekankan bahwa besarnya setoran pajak menunjukkan peran nyata BUMN dalam menopang kas negara. Kontribusi tersebut menjadi salah satu sumber penting bagi pembiayaan pembangunan. Karena itu, Dony menilai BUMN harus terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas.

Dony juga membantah anggapan bahwa BUMN kerap merugi. Ia menyebut data yang ada justru menunjukkan perusahaan pelat merah mampu mencetak keuntungan besar. Menurutnya, persepsi negatif yang beredar tidak sesuai dengan fakta kinerja saat ini.

Dividen BUMN Untuk Negara

Selain pajak, BUMN juga menyumbang dividen dalam jumlah besar kepada negara. Dony menyebut kontribusi dividen itu setara dengan sekitar sepertiga dari APBN. Ia menilai angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran BUMN dalam struktur keuangan negara.

Dividen yang masuk ke negara menjadi salah satu penopang fiskal yang tidak kecil. Menurut Dony, kontribusi itu memperlihatkan bahwa BUMN bukan sekadar aset bisnis, tetapi juga instrumen ekonomi strategis. Dengan pengelolaan yang tepat, manfaatnya dapat semakin optimal.

Dony mengatakan kinerja dividen yang kuat harus dijaga agar dampaknya terus berlanjut. Ia menilai konsistensi distribusi dividen akan memperkuat kapasitas pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan. Hal tersebut juga menjadi bukti bahwa BUMN mampu memberikan hasil nyata.

Ia menambahkan, keberhasilan BUMN dalam membayar dividen merupakan hasil dari pengelolaan yang lebih disiplin. Menurutnya, tata kelola yang baik akan membuat perusahaan negara semakin sehat. Pada akhirnya, kondisi itu akan memperbesar manfaat bagi masyarakat luas.

Danantara Dorong Ekonomi

Dony meyakini pengelolaan BUMN di bawah Danantara akan memberi kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut pendekatan yang lebih baik diperlukan agar potensi perusahaan pelat merah dapat dimaksimalkan. Dengan begitu, BUMN dapat menjadi motor percepatan ekonomi ke depan.

Menurut Dony, Danantara memiliki mandat untuk mengelola aset negara secara lebih produktif. Ia menilai cara kerja yang terukur akan membuat BUMN lebih efisien dan kompetitif. Dalam jangka panjang, hal itu diharapkan meningkatkan nilai tambah bagi negara.

Ia juga menekankan bahwa penguatan BUMN akan berdampak langsung pada masyarakat. Ketika laba, pajak, dan dividen meningkat, ruang fiskal negara ikut membesar. Kondisi tersebut dapat mendukung program pembangunan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dony menutup dengan keyakinan bahwa BUMN yang dikelola baik akan menjadi kekuatan ekonomi nasional. Ia berharap hasil yang dicapai saat ini dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Dengan target yang jelas, ia optimistis BUMN mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!