Dokter Ungkap Air Dingin Tak Membekukan Lemak Setelah Makan

Lifestyle Anindya Kirana Putri 29 Mei 2026 19:46 WIB 4
Dokter Ungkap Air Dingin Tak Membekukan Lemak Setelah Makan

Banyak orang masih percaya minum air dingin setelah makan daging dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh. Anggapan ini kembali ramai dibahas saat momen Idul Adha, ketika konsumsi sate, gulai, dan makanan berlemak meningkat.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan bahwa keyakinan tersebut tidak benar. Ia menjelaskan, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh akan menyesuaikan suhu tubuh, sehingga tidak ada proses pembekuan lemak di saluran pencernaan.

Air dingin dan suhu tubuh

Menurut dr Aru, anggapan bahwa air dingin membuat lemak membeku hanyalah mitos. Air dingin maupun air hangat akan mengikuti suhu tubuh setelah masuk ke dalam sistem pencernaan.

Ia menegaskan, kondisi di tenggorokan hingga usus tidak membuat cairan tetap dingin seperti saat diminum. Dengan kata lain, tubuh akan menyesuaikan suhu minuman yang masuk agar berada pada kondisi yang sama dengan suhu internal.

“Jadi enggak mungkin kita kalau minum air dingin masuk ke tenggorokan, masuk ke usus itu dalam bentuk yang masih dingin,” ujarnya saat ditemui detikcom, Kamis, 21 Mei 2026. Penjelasan ini sekaligus menepis kekhawatiran bahwa es teh atau air es dapat memicu lemak mengeras.

Penyesuaian suhu tersebut terjadi secara alami dalam proses pencernaan. Karena itu, air dingin tidak memiliki efek yang membuat lemak menjadi beku di dalam saluran cerna.

Proses pencernaan bekerja normal

dr Aru menjelaskan, makanan dan minuman yang dikonsumsi akan diolah sesuai mekanisme tubuh. Proses ini membuat zat yang masuk tidak bertahan dalam kondisi asalnya terlalu lama.

Ia menyebut, suhu tubuh akan menjadi acuan utama dalam proses tersebut. Akibatnya, lemak dari makanan tidak mungkin berubah menjadi beku hanya karena seseorang minum air dingin setelah makan.

Penjelasan ini penting karena banyak orang masih mengaitkan rasa tidak nyaman setelah makan berat dengan minuman dingin. Padahal, keluhan yang muncul umumnya berkaitan dengan pola makan berlebih, bukan karena pembekuan lemak.

Dengan mekanisme fisiologis yang normal, tubuh tetap memproses makanan dan minuman sebagaimana mestinya. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan air dingin dapat mengeraskan lemak di saluran pencernaan.

Mitos yang kerap muncul

Mitos ini biasanya lebih sering muncul saat perayaan besar, terutama ketika konsumsi daging meningkat. Pada saat yang sama, minuman dingin seperti es teh manis juga menjadi pilihan favorit banyak orang.

Kombinasi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran bahwa lemak dari daging akan membeku di dalam tubuh. Namun, kekhawatiran itu tidak didukung penjelasan ilmiah dari sisi medis.

dr Aru menegaskan, minuman panas maupun dingin tidak mengubah lemak menjadi beku setelah dikonsumsi. “Tidak, pasti akan dirubah menjadi suhu tubuh,” katanya.

Ia menambahkan, tubuh tidak akan langsung mengalami pengerasan lemak setelah minum air dingin. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu mempercayai mitos yang belum terbukti secara ilmiah.

Fokus pada pola makan

Meski air dingin tidak membekukan lemak, masyarakat tetap disarankan memperhatikan pola makan saat menikmati hidangan berlemak. Konsumsi berlebihan dapat memicu keluhan pencernaan, terutama bila tidak diimbangi dengan asupan yang seimbang.

Pilihan minuman sebetulnya bukan masalah utama selama dikonsumsi dalam batas wajar. Yang lebih penting adalah menjaga porsi makan dan memperhatikan kondisi tubuh setelah menyantap makanan berat.

Penjelasan medis ini memberi gambaran bahwa tubuh memiliki mekanisme alami untuk menyesuaikan suhu makanan dan minuman. Karena itu, kekhawatiran terhadap air dingin yang disebut membekukan lemak tidak memiliki dasar ilmiah.

Dengan memahami fakta tersebut, masyarakat diharapkan lebih bijak menyikapi informasi kesehatan yang beredar. Edukasi yang benar akan membantu mengurangi kesalahpahaman, terutama saat momen konsumsi daging meningkat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!