Banyak orang meyakini minum air dingin setelah makan daging dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh. Anggapan ini kembali ramai dibicarakan saat perayaan besar, termasuk Idul Adha, ketika konsumsi sate, gulai, dan makanan berlemak meningkat.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Menurutnya, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh akan menyesuaikan suhu tubuh, sehingga tidak ada proses lemak membeku di saluran pencernaan.
Air Dingin Bukan Penyebab
dr Aru menjelaskan bahwa anggapan air dingin dapat membekukan lemak di dalam tubuh hanyalah mitos. Ia menegaskan, suhu minuman tidak akan bertahan dalam keadaan dingin ketika sudah masuk ke dalam tubuh.
Menurutnya, tubuh memiliki mekanisme alami yang membuat makanan dan minuman menyesuaikan suhu internal. Karena itu, air dingin maupun air hangat tidak akan langsung memengaruhi lemak menjadi beku.
Ia juga menambahkan bahwa minuman yang melewati tenggorokan hingga usus akan mengalami penyesuaian suhu. Dengan demikian, tidak ada kondisi di mana air dingin tetap berada dalam bentuk dingin saat dicerna.
Penjelasan Proses Dalam Tubuh
Di dalam saluran pencernaan, suhu tubuh menjadi acuan utama dalam mengolah makanan dan minuman. Proses ini membuat segala yang dikonsumsi tidak lagi berada pada suhu semula ketika masuk ke mulut.
dr Aru menegaskan bahwa tubuh akan mengubah suhu makanan dan minuman menjadi suhu tubuh. Kondisi itu membuat lemak tidak mungkin membeku hanya karena seseorang meminum air dingin setelah makan daging.
Ia menyebut tidak ada reaksi yang menyebabkan lemak mengeras setelah air dingin diminum. Penjelasan ini sekaligus membantah kekhawatiran yang kerap muncul di masyarakat setiap musim konsumsi makanan berlemak meningkat.
Kebiasaan Saat Idul Adha
Isu ini kerap mencuat saat Idul Adha karena masyarakat banyak mengonsumsi olahan daging. Sate, gulai, dan tongseng sering menjadi hidangan utama dalam perayaan tersebut.
Di saat yang sama, es teh manis menjadi minuman pendamping favorit bagi banyak orang. Kombinasi ini kemudian memunculkan kekhawatiran bahwa minuman dingin dapat berdampak buruk pada lemak dalam tubuh.
Namun, secara medis, kekhawatiran itu tidak memiliki dasar yang kuat. Selama dikonsumsi secara wajar, air dingin tidak akan membuat lemak membeku setelah makan daging.
Bijak Menyikapi Informasi
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah. Mitos seperti ini mudah menyebar karena terdengar logis, meski tidak sesuai dengan penjelasan medis.
Memahami cara kerja tubuh dapat membantu publik memilah informasi yang benar. Dengan begitu, kebiasaan makan dan minum tetap bisa dijalani tanpa rasa cemas berlebihan.
Pada akhirnya, yang lebih penting adalah menjaga pola makan seimbang dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan berlemak. Air dingin bukan penyebab lemak membeku, melainkan hanya bagian dari mitos yang sudah lama beredar di masyarakat.
