Diet Gula untuk Wajah Lebih Cerah dan Bebas Keriput

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 13:24 WIB 3
Diet Gula untuk Wajah Lebih Cerah dan Bebas Keriput

Keinginan memiliki wajah yang lebih mulus, cerah, dan tampak segar mendorong banyak orang mencoba diet gula. Selain perawatan skincare, pola makan ternyata berperan besar dalam menjaga kesehatan kulit wajah.

Konsumsi gula berlebihan diketahui tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan kulit. Sejumlah ahli menilai kebiasaan membatasi gula dapat membantu kulit terlihat lebih sehat dan terlindungi dari tanda penuaan dini.

Diet Gula dan Kesehatan Kulit

Asupan makanan sehari-hari memberi pengaruh langsung terhadap kondisi kulit. Hal itu juga disorot oleh Direktur dermatologi laser dan kosmetik di University of Texas di Austin Dell Medical School, Tyler Hollmig, MD.

Menurut Hollmig, pola makan berperan penting dalam kesehatan kulit. Ia menekankan bahwa apa yang dikonsumsi seseorang dapat tercermin pada tampilan wajah.

Ketika asupan gula terlalu tinggi, tubuh berisiko mengalami perubahan yang berdampak pada jaringan kulit. Kondisi ini membuat kulit lebih rentan tampak kusam dan tidak segar.

Karena itu, diet gula mulai dipilih banyak orang yang ingin menjaga penampilan kulit dari dalam. Langkah ini dianggap sebagai pelengkap perawatan luar, bukan pengganti sepenuhnya.

Glikasi Picu Kerusakan Kulit

Gula berlebihan dapat memicu proses yang disebut glikasi. Dalam proses ini, molekul gula menempel pada protein, lemak, atau asam nukleat di dalam tubuh.

Dari proses tersebut terbentuk senyawa advanced glycation end products atau AGEs. Senyawa ini dapat merusak kolagen dan elastin yang berperan menjaga kekencangan kulit.

Kolagen membuat kulit tetap elastis dan kenyal. Saat kolagen rusak, kulit lebih mudah kendur, muncul garis halus, dan keriput lebih cepat terlihat.

Glikasi juga dapat meningkatkan produksi radikal bebas. Dampaknya, kerusakan kulit bisa berlangsung lebih cepat dan lebih sulit dicegah.

Gula dan Risiko Jerawat

Konsumsi gula tinggi juga dikaitkan dengan munculnya jerawat. Kondisi ini terjadi karena kadar gula yang berlebih dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan peradangan.

Sebuah studi di JAMA Dermatology tahun 2020, yang mengamati hampir 25 ribu orang dewasa, menemukan kaitan antara makanan manis dan jerawat. Hasilnya, risiko jerawat meningkat 54 persen pada konsumsi makanan berlemak dan manis, sedangkan minuman manis meningkatkan risiko 18 persen.

Gula dapat menaikkan kadar insulin dalam tubuh. Setelah itu, tubuh bisa memicu peradangan dan meningkatkan hormon androgen yang merangsang produksi minyak berlebih di wajah.

Produksi minyak yang berlebihan membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Dalam kondisi seperti ini, jerawat lebih gampang muncul dan sulit dikendalikan.

Cara Praktis Mengurangi Gula

Diet gula tidak harus dilakukan secara ekstrem agar bisa dijalankan dalam jangka panjang. Langkah paling sederhana adalah mengurangi minuman manis, makanan kemasan, dan camilan tinggi gula.

Masyarakat juga dapat memilih sumber makanan yang lebih alami. Buah segar, protein seimbang, sayuran, dan air putih dapat membantu menjaga asupan harian tetap terkendali.

Membaca label gizi menjadi kebiasaan penting sebelum membeli produk olahan. Cara ini membantu mengenali kandungan gula tersembunyi yang sering tidak disadari.

Jika dijalankan konsisten, pembatasan gula dapat mendukung kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan. Hasilnya memang tidak instan, tetapi perubahan pola makan yang tepat bisa memberi manfaat nyata dalam jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!