Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 14:56 WIB 2
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Olahan ubi kembali naik daun di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi dengan cream cheese dan aneka topping kekinian. Di tengah tren itu, dokter gizi menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan ubi ungu sebagai pilihan yang lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa ubi ungu mengandung antosianin yang cukup tinggi. Zat warna alami tersebut juga dikenal sebagai pigmen yang banyak ditemukan pada blueberry dan anggur ungu, sehingga memberi nilai tambah dari sisi gizi.

Manfaat Ubi Ungu

Dr. Tjandra menilai ubi ungu menjadi jenis ubi yang paling direkomendasikan dibandingkan varian lain. Kandungan antosianin di dalamnya tergolong tinggi, sehingga membuatnya menarik dari sisi kesehatan.

Antosianin merupakan zat warna alami yang kaya flavonoid dan polifenol. Senyawa ini dikenal memiliki sifat anti-peradangan yang bermanfaat bagi tubuh.

Selain memberi warna ungu yang khas, antosianin juga dikaitkan dengan efek antioksidan. Kombinasi sifat tersebut menjadikan ubi ungu lebih unggul sebagai pilihan pangan fungsional.

Didukung Temuan Ilmiah

Rujukan ilmiah turut memperkuat pandangan tersebut. Dalam review yang dipublikasikan di jurnal Molecules pada 2019, kandungan antosianin pada ubi ungu dilaporkan dapat mencapai sekitar 218 hingga 244 mg per 100 gram.

Perbedaan kadar itu bergantung pada varietas dan metode pengolahan. Artinya, cara memasak juga dapat memengaruhi kualitas gizi yang diterima tubuh.

Studi yang sama menyebut antosianin berhubungan dengan aktivitas antioksidan dan anti-peradangan. Senyawa ini juga dinilai berpotensi mendukung kesehatan metabolik.

Relevan Untuk Risiko Penyakit

Menurut dr. Tjandra, manfaat ubi ungu dapat dirasakan lebih luas oleh kelompok berisiko penyakit tidak menular. Diabetes dan hipertensi menjadi dua kondisi yang kerap menjadi perhatian utama.

Kandungan antosianin disebut dapat membantu mendukung pola makan yang lebih sehat. Meski demikian, ubi tetap bukan pengganti pengobatan maupun pemeriksaan medis.

Pendekatan ini penting bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan jangka panjang. Pemilihan bahan pangan yang tepat dapat menjadi bagian dari pencegahan penyakit sejak dini.

Perhatikan Topping Dan Porsi

Meski sehat, manfaat ubi ungu bisa berkurang jika disajikan dengan topping tinggi gula dan lemak jenuh. Kondisi ini sering terjadi pada olahan viral yang tampil menarik namun kurang seimbang secara gizi.

Dr. Tjandra mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam memilih tambahan topping. Porsi konsumsi juga perlu dijaga supaya asupan kalori tidak berlebihan.

Dengan pengolahan yang sederhana, ubi ungu dapat menjadi camilan yang lebih baik. Pilihan seperti dikukus atau dipanggang tanpa tambahan berlebihan akan lebih selaras dengan tujuan hidup sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!