Airlangga Bantah DSI Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG

Forex & Saham Gilang Nabaris 26 Mei 2026 14:57 WIB 2
Airlangga Bantah DSI Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan. Ia menegaskan pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

Airlangga menyampaikan hal itu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Pada saat yang sama, ia mengatakan IHSG justru bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi, sehingga koreksi yang terjadi sebelumnya dinilai sebagai dinamika pasar yang wajar.

IHSG dan Penjelasan Airlangga

Airlangga menilai koreksi IHSG tidak bisa langsung dikaitkan dengan kebijakan pembentukan DSI. Menurut dia, pasar modal memang kerap merespons perubahan komposisi emiten dalam indeks global.

Ia menyebut tekanan pada bursa lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Rebalancing MSCI, kata dia, menjadi salah satu pemicu yang memengaruhi sentimen investor.

Dalam keterangannya, Airlangga menekankan bahwa pelemahan sementara merupakan hal yang lazim di pasar saham. Kondisi itu, lanjutnya, tidak mencerminkan persoalan pada kebijakan pemerintah semata.

Airlangga juga menyampaikan bahwa pada perdagangan pagi, IHSG sudah bergerak menguat. Hal tersebut menurutnya menunjukkan pasar masih memiliki kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Sentimen Global Tekan Pasar

Tekanan terhadap IHSG dalam beberapa hari terakhir muncul bersamaan dengan gejolak pasar global. Investor merespons beragam faktor eksternal yang membuat arus perdagangan saham menjadi lebih sensitif.

Salah satu faktor yang disorot adalah rebalancing MSCI. Perubahan ini biasanya memengaruhi pergerakan portofolio investor institusi, sehingga berdampak pada indeks domestik.

Airlangga menjelaskan bahwa koreksi akibat faktor global bukanlah hal baru. Dalam kondisi seperti itu, pasar cenderung melakukan penyesuaian harga sebelum kembali mencari keseimbangan.

Ia menilai volatilitas yang muncul masih berada dalam batas kewajaran. Karena itu, pemerintah melihat tidak ada hubungan langsung antara pembentukan DSI dan pelemahan IHSG.

Pengusaha Dukung Kebijakan DSI

Airlangga mengatakan para pelaku usaha telah menerima penjelasan pemerintah mengenai DSI. Setelah sosialisasi dilakukan, ia menyebut respons dunia usaha, baik domestik maupun asing, cenderung positif.

Menurut dia, hampir seluruh asosiasi menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah. Mereka juga disebut siap menjalin kerja sama dengan badan yang dibentuk untuk mengelola ekspor komoditas strategis tersebut.

DSI pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Badan ini dirancang untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis.

Pemerintah berharap keberadaan badan tersebut dapat memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional. Dukungan pelaku usaha dinilai penting agar implementasinya berjalan efektif dan terukur.

IHSG Kembali Menguat

Sebelumnya, IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Pada pukul 11.19 WIB di hari yang sama, indeks bahkan sempat anjlok lebih dari 2 persen saat pidato Presiden Prabowo soal tata kelola ekspor SDA disampaikan.

Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, ketika IHSG ditutup di level 6.094. Saat itu indeks terkoreksi 233 poin atau turun sekitar 3,54 persen.

Namun, pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali bergerak naik ke level 6.100-an. Penguatan sekitar 1,1 persen itu menjadi sinyal bahwa pasar mulai merespons positif.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa sentimen di bursa masih fluktuatif. Meski begitu, pandangan pemerintah tetap optimistis bahwa pasar akan kembali stabil seiring meredanya tekanan global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!