Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi, mengungkap perkembangan pelelangan barang rampasan negara dari kasus korupsi tata niaga timah yang menjerat Harvey Moeis. Sejumlah barang mewah yang ikut dilelang diketahui berasal dari aset milik istri Harvey, Sandra Dewi, termasuk tas bermerek dan perhiasan.
Kuntadi mengatakan, seluruh barang kategori tas dan perhiasan telah terjual habis dalam lelang yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis, 21 Mei 2026. Adapun rincian total nilai aset yang laku belum diumumkan, karena data resmi akan disampaikan secara tertulis.
Lelang Aset Rampasan
Kuntadi menegaskan, fokus utama pemerintah adalah menjual barang rampasan yang sudah dinyatakan sah sebagai aset negara. Ia menjelaskan, proses pelelangan tidak melihat asal usul barang secara personal, melainkan status hukumnya sebagai aset.
Menurut dia, pendekatan tersebut membuat proses pelelangan berjalan lebih tertib dan transparan. Karena itu, setiap barang yang dilelang diperlakukan sebagai objek aset yang siap dijual kepada publik.
Barang mewah yang dilelang mencakup tas bermerek dan perhiasan. Keduanya disebut habis terjual dalam satu rangkaian penjualan aset rampasan.
Hingga kini, pihak BPA Kejaksaan RI belum merinci berapa total nilai penjualan dari keseluruhan barang tersebut. Rincian itu akan diumumkan setelah seluruh data pelelangan disusun secara resmi.
Jaminan Hukum Pemenang
Kuntadi memastikan para pemenang lelang tidak perlu khawatir terhadap status barang yang dibeli. Ia menegaskan, seluruh aset yang dijual telah selesai secara hukum sebelum masuk ke meja lelang.
Dengan kepastian tersebut, pembeli berhak menikmati barang yang dimenangkan secara aman. Kejaksaan RI juga menyatakan akan terus mengawal proses serah terima agar tidak menimbulkan persoalan lanjutan.
Ia menyebut jaminan hukum menjadi bagian penting dalam pelelangan barang rampasan negara. Hal itu diperlukan agar masyarakat percaya bahwa aset yang dibeli benar-benar bersih dari sengketa.
Kejaksaan RI, kata Kuntadi, ingin memastikan hasil lelang dapat dimanfaatkan secara baik oleh para pemenang. Karena itu, pengawasan tidak berhenti setelah barang terjual, melainkan berlanjut hingga proses penerimaan selesai.
Mobil Mewah Menyusul
Selain tas dan perhiasan, sejumlah kendaraan mewah milik Harvey Moeis juga akan dilelang pada tahap berikutnya. Kuntadi menyebut, mobil sport yang sempat dipamerkan baru akan masuk jadwal lelang bulan depan.
Ia menuturkan, kendaraan lain milik Harvey juga dijadwalkan menyusul pada periode yang sama. Dengan demikian, proses pelelangan aset masih berlanjut dan belum ditutup.
Rangkaian lelang tahap lanjutan ini diperkirakan menarik perhatian publik karena mencakup barang bernilai tinggi. Namun, Kejaksaan RI belum mengumumkan detail unit kendaraan yang akan ditawarkan.
Menurut Kuntadi, seluruh tahapan akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Ia menegaskan, jadwal pelaksanaan lelang bulan depan masih menunggu penyelesaian administratif akhir.
Capaian Melampaui Target
Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI juga mengumumkan capaian lelang yang melampaui target awal. Dari target 75 persen, realisasi penjualan aset disebut sudah mencapai 88 persen.
Angka tersebut menunjukkan pelelangan barang rampasan negara berjalan cukup efektif. Kuntadi menilai, hasil itu mencerminkan tingginya minat peserta terhadap barang yang dilelang.
Capaian yang melebihi target juga menjadi sinyal positif bagi optimalisasi pemulihan aset negara. Semakin tinggi hasil lelang, semakin besar pula potensi pengembalian kerugian dari perkara korupsi.
Kasus ini turut menyeret nama Sandra Dewi dalam dugaan aliran dana dan kepemilikan aset mewah. Ia sebelumnya diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang menjerat suaminya.
