Diet Biblical Viral, Pola Makan Alkitab yang Jadi Tren Baru

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 08:37 WIB 2
Diet Biblical Viral, Pola Makan Alkitab yang Jadi Tren Baru

Tren pola makan kembali berkembang di media sosial, kali ini melalui konsep diet biblical yang terinspirasi dari makanan dalam Alkitab. Pola makan ini ramai dibahas karena dianggap lebih alami, sederhana, dan dikaitkan dengan nilai spiritual.

Diet biblical menarik perhatian banyak pengguna internet setelah dipopulerkan para influencer di TikTok, Instagram, dan Facebook. Meski terdengar baru bagi sebagian orang, pola makan ini sejatinya menekankan konsumsi bahan pangan minim proses dan tetap menuntut keseimbangan gizi.

Memahami diet biblical

Diet biblical merupakan pola makan yang merujuk pada makanan yang disebut dalam Alkitab. Jenis makanan yang dianjurkan antara lain ikan, roti, buah-buahan, sayuran, madu, biji-bijian, dan minyak zaitun.

Di sisi lain, makanan ultra-proses dan tinggi bahan tambahan cenderung dihindari. Pendekatan ini membuat diet biblical dipandang sebagai pilihan yang lebih dekat dengan makanan alami.

Popularitasnya ikut terdorong oleh konten pendek yang menampilkan menu harian, rekomendasi bahan pangan, dan cerita pribadi para pengikutnya. Narasi spiritual yang melekat pada pola makan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi audiens.

Bagi sebagian orang, diet biblical bukan sekadar upaya menurunkan berat badan, tetapi juga bagian dari cara menjalani hidup yang lebih terarah. Kombinasi antara kesehatan dan keyakinan membuat tren ini cepat menyebar di berbagai platform digital.

Kayla Bundy dan pengaruhnya

Salah satu tokoh yang mempopulerkan diet biblical adalah Kayla Bundy, influencer berusia 27 tahun asal Amerika Serikat. Ia dikenal memiliki lebih dari 500 ribu pengikut di TikTok.

Kayla mengaku telah menjalani pola makan tersebut selama delapan tahun. Ketertarikannya muncul setelah memperhatikan makanan yang dikonsumsi tokoh-tokoh dalam Alkitab.

Menurut Kayla, makanan bukan hanya kebutuhan tubuh, tetapi juga sarana menjaga kesehatan dan spiritualitas. Pandangan itu kemudian ia kemas menjadi konten yang konsisten dan mudah diikuti pengikutnya.

Dari popularitas yang terus naik, Kayla juga menjadikan tren ini sebagai bisnis. Ia menjual panduan digital tentang superfood ala biblical diet dan membuka sesi konsultasi berbayar.

Ahli gizi ikut membahas

Selain influencer, tren ini juga dibahas oleh Abbie Stasior, ahli gizi asal Nashville. Ia kerap mengaitkan pola makan sehat dengan ayat-ayat Alkitab dalam konten yang ia unggah.

Salah satu contoh yang sering ia gunakan adalah kisah sarapan roti dan ikan yang disantap Yesus bersama para murid. Kombinasi itu dinilai mencerminkan keseimbangan antara karbohidrat dan protein.

Penjelasan tersebut membuat diet biblical terdengar lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam. Narasi yang menggabungkan ilmu gizi dan nilai keagamaan membuat pesan kesehatan terasa lebih personal.

Meski demikian, para ahli tetap menekankan bahwa konteks kesehatan setiap orang bisa berbeda. Karena itu, pola makan yang populer di media sosial tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Risiko dan catatan penting

Tren serupa juga dipopulerkan Annalies Xaviera, seorang ibu rumah tangga dengan ratusan ribu pengikut di Facebook. Kontennya banyak menampilkan makanan lokal, alami, dan tidak diproses, disertai doa serta kutipan ayat Alkitab.

Kemunculan para figur publik ini membuat diet biblical semakin dikenal luas. Banyak pengguna internet tertarik karena pola makan tersebut dinilai sederhana dan tidak rumit untuk diikuti.

Namun, kesederhanaan tidak selalu berarti cocok untuk semua orang. Pola makan yang terlalu dibatasi justru berisiko membuat asupan nutrisi tidak seimbang apabila tidak direncanakan dengan baik.

Para ahli mengingatkan bahwa diet sehat idealnya tetap memperhatikan kebutuhan gizi lengkap, termasuk protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Apa pun tren yang diikuti, kondisi kesehatan individu tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!