Dewi Perssik melaksanakan pemotongan hewan kurban di kediamannya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Kamis (28/5/2026). Ia berkurban dengan dua ekor sapi limosin dan dua kambing, setelah baru kembali dari Kalimantan usai merayakan Idul Adha di sana. Prosesi penyembelihan dimulai sekitar pukul 13.15 WIB dan dihadiri warga sekitar serta keluarga. Kehadiran warga membuat suasana kurban berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Sebelum prosesi dimulai, Dewi Perssik sempat menyapa awak media yang sudah menunggu di lokasi. Ia lalu langsung mengikuti proses pemotongan hewan kurban yang sebelumnya telah dijanjikan kepada tetangga dan warga. Menurutnya, penyembelihan dilakukan tanpa menunda agar daging kurban segera disalurkan. Langkah itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus wujud syukur atas rezeki yang diterima.
Kurban Dewi Perssik di Lebak Bulus
Dewi Perssik menyiapkan dua ekor sapi limosin dan dua kambing untuk kurban tahun ini. Dua sapi tersebut diketahui memiliki bobot total sekitar 1,3 ton, sehingga proses penyembelihan dilakukan dengan pengawasan ketat. Beberapa orang membantu memegang hewan saat penyembelihan berlangsung. Dewi tetap memantau dari dekat jalannya prosesi di halaman rumahnya.
Suasana penyembelihan sempat membuat Dewi Perssik menutup matanya dengan scarf putih yang dikenakannya. Ia mengaku tidak tega melihat langsung proses penyembelihan hewan berukuran besar itu. Menurutnya, rasa haru muncul karena ia memahami makna pengorbanan dalam Idul Adha. Meski demikian, ia tetap mengikuti seluruh rangkaian hingga selesai.
Dewi juga menyampaikan bahwa rasa sedih saat melihat hewan kurban disembelih adalah hal yang wajar. Ia menilai bahkan melihat ayam disembelih saja bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman. Karena itu, ia mengaku hanya bisa meringis dan menahan rasa tidak tega selama prosesi berlangsung. Bagi Dewi, hal terpenting adalah niat ibadah dan manfaat kurban bagi sesama.
Syukur atas rezeki yang ada
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Perssik menegaskan rasa syukurnya atas rezeki yang diterima selama ini. Ia mengatakan bahwa apa yang dimilikinya sekarang merupakan pemberian dari Allah. Karena itu, ia berusaha tidak mengeluh ketika ada hal yang dirasa kurang. Sikap bersyukur, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.
Ia juga menyebut tahun ini mengadakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 12 ekor sapi di sejumlah daerah. Jumlah itu menunjukkan komitmennya untuk berbagi kepada lebih banyak orang yang membutuhkan. Dewi menilai ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk kepedulian sosial. Melalui kurban, ia ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dewi menyampaikan bahwa capaian yang diraihnya saat ini sudah lebih dari cukup untuk disyukuri. Ia merasa seluruh pencapaian tersebut tidak lepas dari pertolongan Tuhan. Jika masih ada kekurangan, menurutnya, itu bukan alasan untuk mengeluh. Ia justru memilih melihat hidupnya sebagai anugerah yang patut dijaga dengan rasa syukur.
Warga ikut menyaksikan prosesi
Pemotongan hewan kurban di rumah Dewi Perssik berlangsung meriah dan tertib. Sejumlah warga sekitar datang untuk menyaksikan proses penyembelihan dari dekat. Kehadiran mereka menambah suasana kebersamaan di lingkungan tempat tinggal sang pedangdut. Keluarga Dewi juga tampak berada di lokasi selama kegiatan berlangsung.
Prosesi dimulai setelah Dewi Perssik kembali dari Kalimantan dan tiba di Jakarta. Ia memilih langsung melaksanakan penyembelihan karena sebelumnya sudah berjanji kepada tetangga dan warga. Janji tersebut menjadi alasan utama mengapa kurban tidak ditunda. Dengan begitu, daging kurban dapat segera didistribusikan kepada penerima yang berhak.
Pelaksanaan kurban pada pukul 13.15 WIB berjalan lancar hingga proses penyembelihan selesai. Warga yang hadir menyambut baik keterbukaan Dewi yang menggelar kurban di kediamannya sendiri. Momen ini juga menjadi ajang silaturahmi antara artis dan lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kurban dapat menjadi ruang berbagi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Makna Idul Adha bagi Dewi
Bagi Dewi Perssik, Idul Adha bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momen untuk menegaskan rasa syukur. Ia menilai ibadah kurban mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu, menurutnya, penting untuk terus dijaga di tengah kehidupan yang serba cepat. Karena itu, ia berupaya menjalankan kurban dengan sungguh-sungguh setiap tahun.
Pengalaman melihat langsung penyembelihan juga memberi kesan tersendiri bagi Dewi. Ia mengaku tetap terharu meski sudah memahami tujuan ibadah tersebut. Rasa tidak tega yang muncul justru membuatnya semakin menyadari nilai dari setiap hewan kurban. Hal itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa rezeki harus diiringi rasa tanggung jawab.
Melalui kurban tahun ini, Dewi berharap daging yang dibagikan dapat memberi manfaat bagi banyak warga. Ia juga ingin tradisi berbagi tetap hidup di tengah masyarakat. Kehadiran warga sekitar di rumahnya memperkuat makna kebersamaan dalam momen Idul Adha. Di tengah suasana haru, Dewi memilih menutup hari itu dengan rasa syukur yang mendalam.
