Dari Rumah, UMKM Bawang Goreng UliMus Tumbuh Jadi Cuan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 00:13 WIB 5
Dari Rumah, UMKM Bawang Goreng UliMus Tumbuh Jadi Cuan

Peluang usaha kerap muncul dari hal sederhana di rumah, dan kisah Romauli Sri Astuti Sitoris menjadi buktinya. Perempuan berusia 40 tahun itu merintis usaha bawang goreng crispy bernama UliMus pada 2022 setelah melihat kebutuhan anaknya. Dari olahan yang semula dibuat agar anaknya mau makan bawang goreng, produk itu justru berkembang menjadi sumber penghasilan keluarga. Inovasi kecil tersebut kemudian membuka jalan bagi usaha mikro yang kini memiliki identitas dan pasar sendiri.

Uli, sapaan akrab Romauli, mulai menyadari potensi bisnis itu saat anaknya menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren di Parung pada awal 2020. Ia rutin membawa bawang goreng dengan berbagai rasa, seperti barbecue dan balado, untuk bekal anaknya. Produk tersebut ternyata disukai teman-teman sang anak, sehingga penjualan pun ikut tumbuh. Dari situ, Uli melihat bahwa camilan sederhana dapat diolah menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.

Peluang Bawang Goreng

Awalnya, bawang goreng buatan Uli hanya ditujukan sebagai pelengkap makanan. Namun, ia kemudian mengolahnya menjadi camilan crispy yang lebih menarik bagi anak-anak. Respons positif dari lingkungan pesantren memberi sinyal bahwa produknya memiliki daya tarik pasar. Kondisi itu membuatnya berani menambah stok setiap kali berkunjung ke pesantren.

Setiap bulan, Uli membawa produk dalam jumlah lebih banyak saat menemui anaknya. Barang dagangan itu dititipkan kepada sang anak agar bisa ditawarkan kepada teman-temannya. Cara sederhana ini membantu perputaran penjualan tanpa biaya promosi besar. Dari aktivitas rutin tersebut, Uli mulai memperoleh cuan tambahan untuk keluarga.

Keberhasilan awal itu menunjukkan bahwa inovasi produk tidak harus dimulai dari modal besar. Yang dibutuhkan adalah kepekaan melihat kebutuhan konsumen dan keberanian mencoba. Uli memanfaatkan kedekatan dengan pasar kecil yang sudah ia kenal, yaitu lingkungan pesantren. Langkah tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan usaha yang lebih serius.

Modal Kecil UliMus

Keseriusan Uli dalam berwirausaha muncul setelah kondisi ekonomi keluarga ikut terdampak pandemi. Usaha suaminya sempat bangkrut pada 2020, sehingga keluarga membutuhkan sumber pendapatan baru. Dalam situasi itu, sang suami mendorong Uli untuk menjual bawang goreng karena produknya disukai banyak orang. Dukungan keluarga tersebut menjadi titik balik bagi perjalanan usaha mereka.

Modal awal yang digunakan sangat terbatas, yakni kurang dari Rp500 ribu. Dengan dana itu, Uli memulai produksi secara kecil-kecilan di rumah sambil menjaga kualitas rasa. Ia menyiapkan produk secara bertahap agar bisa menyesuaikan dengan kemampuan keuangan keluarga. Meski sederhana, langkah tersebut membuktikan bahwa usaha bisa tumbuh dari modal yang kecil.

Nama UliMus diambil dari gabungan nama Uli dan Mustofa, yang merupakan nama Uli serta suaminya. Penamaan itu menjadi simbol kebersamaan keluarga dalam membangun usaha. Produk yang ditawarkan juga memiliki keunikan, karena bawang goreng dapat dinikmati sebagai camilan maupun taburan makanan. Diferensiasi tersebut membuat UliMus lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Legalitas Bawang Goreng

Seiring meningkatnya penjualan, Uli mulai melihat pentingnya legalitas usaha. Ia tidak ingin UliMus hanya dikenal sebagai produksi rumahan tanpa identitas resmi. Karena itu, pada 2022 usaha tersebut resmi memiliki legalitas usaha. Pengesahan ini menjadi langkah penting untuk memperluas peluang pengembangan bisnis.

Legalitas memberi nilai tambah bagi pelaku UMKM karena meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain itu, status usaha yang jelas memudahkan pelaku untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Bagi Uli, pengakuan resmi juga menjadi bentuk penghargaan atas proses panjang yang ia jalani. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis kecil pun perlu dikelola secara profesional.

Perjalanan UliMus menegaskan bahwa usaha rumahan dapat naik kelas jika dijalankan dengan konsisten. Inovasi produk, dukungan keluarga, dan legalitas usaha menjadi tiga unsur penting dalam pertumbuhan bisnisnya. Uli membuktikan bahwa peluang bisa lahir dari kebutuhan sederhana yang diolah dengan kreativitas. Dari dapur rumah, ia membangun usaha yang memberi manfaat ekonomi bagi keluarga.

Dukungan Rumah BUMN BRI

Perkembangan UliMus tidak lepas dari dukungan ekosistem pembinaan UMKM. Uli diketahui menjadi bagian dari UMKM binaan Rumah BUMN BRI, yang memberi ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Pendampingan seperti ini penting agar usaha kecil memiliki arah pertumbuhan yang lebih jelas. Bagi Uli, dukungan tersebut menjadi tambahan semangat untuk terus memperbaiki bisnisnya.

Pembinaan UMKM umumnya membantu pelaku usaha dalam aspek manajemen, pemasaran, dan penguatan kapasitas produksi. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha dapat memahami kebutuhan pasar secara lebih baik. Kondisi itu memungkinkan produk lokal bersaing dengan lebih percaya diri. UliMus menjadi salah satu contoh usaha yang mendapat manfaat dari proses tersebut.

Kisah Romauli menunjukkan bahwa UMKM dapat bertahan dan berkembang melalui ketekunan serta adaptasi. Dari bawang goreng sederhana, ia membangun produk yang memiliki nilai jual dan identitas usaha. Dukungan keluarga dan lembaga pembinaan memperkuat langkahnya dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Cerita ini menjadi inspirasi bahwa peluang usaha kerap berawal dari rumah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!