Curhat Pemilik Dyalodya Viral, Paket Retur COD Bikin Rugi

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 13:22 WIB 2
Curhat Pemilik Dyalodya Viral, Paket Retur COD Bikin Rugi

Keluhan pemilik brand hijab lokal Dyalodya viral di media sosial setelah memperlihatkan tumpukan paket retur COD yang menumpuk hanya dalam sepekan. Unggahan itu memicu perhatian warganet karena di dalamnya terdapat dugaan penipuan, paket dikembalikan dalam kondisi rusak, hingga barang yang telah ditukar dengan benda tak bernilai.

Melalui video di akun Instagram @dyalodya, pemilik usaha mengaku mengalami kerugian operasional dan materi akibat sistem Cash on Delivery yang kerap disalahgunakan. Kasus ini kemudian berkembang menjadi sorotan karena diduga melibatkan pihak ketiga, termasuk kemungkinan kebocoran data pelanggan dan penggunaan identitas toko secara palsu.

Keluhan Dyalodya Soal COD

Pemilik Dyalodya, Siti Zahra, menyampaikan curahan hati melalui video yang menampilkan paket-paket retur berlabel COD. Ia menyebut, banyak kiriman yang dikembalikan setelah tidak diterima oleh pelanggan tanpa alasan yang jelas.

Zahra mengatakan kondisi itu membuat pelaku usaha kecil menanggung beban ganda, mulai dari ongkos kirim hingga biaya operasional lain. Ia menilai masalah tersebut bukan lagi sekadar pembatalan transaksi, melainkan bentuk penyalahgunaan sistem oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam unggahan itu, ia juga menegaskan bahwa sebagian paket yang kembali sudah dalam kondisi tidak layak. Menurut dia, situasi tersebut menimbulkan kerugian yang semakin besar bagi usaha yang dibangun sejak 2017 itu.

Modus Penipuan yang Diungkap

Zahra menjelaskan bahwa ada paket yang dikembalikan dalam keadaan terbuka dan isinya telah diganti dengan barang lain. Ia menunjukkan salah satu contoh isi paket yang disebut berisi celana kolor bekas, bukan produk yang dikirim sebelumnya.

Ia menduga praktik tersebut dilakukan secara terencana, bukan sekadar kesalahan penerima paket. Menurut dia, ada pihak yang memanfaatkan celah sistem pengiriman untuk melakukan penipuan terhadap toko.

Zahra juga menyebut adanya modus lain yang lebih berbahaya, yakni penggunaan alamat dan identitas Dyalodya secara palsu untuk mengirim paket COD. Skema ini berpotensi merugikan penerima yang tidak pernah memesan barang sekaligus merusak reputasi brand.

Dugaan Kebocoran Data

Dalam penuturannya, Zahra menyoroti kemungkinan data pelanggan bocor dari rantai distribusi. Ia menduga kebocoran itu bisa terjadi melalui kurir atau pihak internal yang memiliki akses terhadap informasi pengiriman.

Ia menegaskan, sejumlah paket yang sampai ke pelanggan justru tidak dikenali sebagai pesanan mereka. Situasi tersebut memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan data pribadi dan alamat untuk kepentingan tertentu.

Zahra meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima paket COD yang tidak pernah dipesan. Ia menilai kewaspadaan penting agar konsumen tidak ikut menjadi korban dari praktik yang merugikan banyak pihak.

Respons Warganet Menguat

Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 54,4 ribu kali dan menuai banyak komentar dari warganet. Banyak pengguna media sosial menyampaikan empati, sekaligus mengaku khawatir dengan maraknya penyalahgunaan sistem COD.

Sejumlah komentar menyinggung kemungkinan data pelanggan bocor dalam proses pengiriman. Ada pula yang menceritakan pengalaman serupa, ketika paket datang bukan barang yang dipesan atau alamatnya dipakai pihak tak bertanggung jawab.

Reaksi publik menunjukkan bahwa persoalan COD bukan hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga konsumen. Kasus Dyalodya pun menjadi pengingat bahwa keamanan data dan kejujuran transaksi perlu dijaga bersama.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!