Raline Shah kembali menjadi sorotan saat melangkah di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, dengan mengenakan gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi sang aktris dalam memilih busana karya desainer asal Solo tersebut untuk ajang internasional bergengsi. Gaun bernuansa klasik itu langsung mencuri perhatian berkat siluet mewah, detail bordir, dan karakter elegan yang kuat.
Pada premiere film The Beloved, Raline tampil dalam ballgown berwarna Oyster yang dirancang untuk menghadirkan kesan glamor tanpa kehilangan sentuhan personal. Sapto Djojokartiko menyebut rancangan tersebut memadukan kemewahan visual, craftsmanship, serta identitas heritage Indonesia yang dibuat secara halus. Hasilnya, penampilan Raline terlihat anggun, modern, dan tetap relevan dengan citra red carpet Cannes.
Gaun Cannes Raline Shah
Inspirasi utama gaun ini berangkat dari keinginan menghadirkan siluet klasik yang tetap terasa modern. Sapto Djojokartiko ingin menampilkan nuansa glamor yang timeless, tetapi tidak berjarak dari selera masa kini. Karena itu, motif bordir dibuat menyelimuti seluruh permukaan gaun agar tampil kaya detail.
Desainer tersebut menjelaskan bahwa motif Yayi Ukir menjadi elemen penting dalam rancangan kali ini. Motif itu lahir dari perpaduan ukiran dan tekstur tenun tradisional, lalu diolah bersama motif khas Penara. Pendekatan itu membuat gaun tampil lebih kaya, namun tetap halus dan elegan.
Keselarasan motif dengan perhiasan Chopard yang dikenakan Raline juga menjadi perhatian tersendiri. Nuansa art-deco dari aksesori itu memperkuat kesan mewah sekaligus dimensional pada keseluruhan tampilan. Kombinasi keduanya menghadirkan gaya yang terasa seimbang, berkelas, dan menonjol di bawah cahaya karpet merah.
Detail craftmanship yang rumit
Proses pengerjaan gaun ini memakan waktu sekitar 800 jam. Angka tersebut menunjukkan betapa detail dan telitinya pengerjaan busana yang dipakai Raline di Cannes. Setiap tahap dibuat dengan perhatian besar, mulai dari konstruksi hingga finishing.
Sapto Djojokartiko menekankan bahwa proses panjang itu penting agar siluet gaun terlihat effortless saat dikenakan. Ia ingin busana tampak menyatu dengan tubuh, bukan sekadar berdiri sebagai karya mode. Karena itu, proporsi dan detail dibuat sangat presisi.
Jika dibandingkan dengan penampilan Raline di Cannes 2024, proses kali ini memang lebih singkat dari kebaya yang dikerjakan selama 1.200 jam. Namun, perbedaan waktu tidak mengurangi kompleksitas rancangan. Setiap detail tetap menuntut ketelitian tinggi untuk menjaga kualitas akhir.
Tantangan pada konstruksi ballgown
Tantangan terbesar dalam rancangan ini terletak pada konstruksi ballgown, terutama di bagian bow. Tim desain harus memastikan bentuknya tetap steady dan sculptural. Di saat yang sama, gaun juga harus terasa ringan dan nyaman saat dipakai bergerak.
Untuk mencapai hasil itu, proses pengerjaan banyak berfokus pada keseimbangan antara struktur dan kelembutan gerak. Setiap elemen dibentuk agar tetap natural ketika menempel di tubuh. Pendekatan tersebut membuat gaun terlihat tegas, tetapi tidak kaku.
Upaya menjaga keseimbangan ini menjadi bagian penting dari estetika Sapto Djojokartiko. Busana yang dihasilkan tidak hanya tampil indah saat diam, tetapi juga hidup ketika dikenakan di atas karpet merah. Hal itu memberi kesan elegan yang lebih menyeluruh pada penampilan Raline.
Warna Oyster yang khas
Warna Oyster menjadi pilihan yang konsisten dalam sejumlah rancangan Sapto Djojokartiko. Palet ini dikenal memiliki karakter timeless, understated, dan elegan. Dalam konteks Cannes, warna tersebut membantu menonjolkan detail gaun tanpa terlihat berlebihan.
Raline juga disebut memiliki preferensi pribadi terhadap warna Oyster. Palet ini dinilai merepresentasikan sisi klasik dan anggun dari dirinya. Pilihan itu membuat tampilan keseluruhan terasa selaras antara karakter busana dan kepribadian pemakainya.
Di bawah pencahayaan red carpet, warna Oyster memberi ruang bagi bordir, tekstur, dan siluet untuk tampil lebih hidup. Warna ini juga memungkinkan gaun terlihat standout tanpa kehilangan kesan lembut. Kombinasi tersebut membuat Raline kembali menjadi salah satu sorotan utama di Cannes Film Festival 2026.
