Cokelatin Signature Dorong Ekspor Cokelat Asli Indonesia

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 11:17 WIB 5
Cokelatin Signature Dorong Ekspor Cokelat Asli Indonesia

Cokelat racikan kakao asli Indonesia kian menunjukkan daya saing di pasar global melalui langkah bisnis Cokelatin Signature, milik pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra. Produk ini dipasarkan sebagai olahan cokelat berbahan kakao asal Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, dengan fokus pada minuman cokelat yang mudah diterima konsumen.

Irena menyampaikan bahwa pasar utama usahanya masih berada di dalam negeri, namun ekspor telah dilakukan ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Kehadiran Cokelatin Signature di Trade Expo Indonesia juga menjadi ajang untuk memperluas pengenalan merek sekaligus menegaskan bahwa produk berbasis kakao lokal dapat bersaing di luar negeri.

Cokelatin Signature dan Ekspor

Irena menjelaskan bahwa ekspor yang dilakukan perusahaan belum dalam skala besar. Alasannya, bisnis tersebut memilih menjaga identitas merek dan tidak mengekspor dalam bentuk bahan mentah.

Menurut dia, pendekatan itu penting agar produk yang dipasarkan tetap membawa karakter khas Indonesia. Karena itu, ekspor dilakukan sebagai merek jadi, bukan sebagai komoditas tanpa nilai tambah.

Pasar ekspor yang telah dijangkau mencakup Boston di Amerika Serikat, Riyadh di Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Langkah ini menunjukkan bahwa minuman cokelat berbasis kakao lokal memiliki peluang diterima di berbagai negara.

Kehadiran di ajang dagang nasional juga membuka ruang pertemuan dengan calon pembeli baru. Bagi pelaku usaha, momentum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat jejaring sekaligus mengenalkan kualitas bahan baku dalam negeri.

Awal Mula Usaha Pasangan

Usaha Cokelatin Signature berawal dari ketertarikan Irena pada minuman manis. Ia kemudian melihat bahwa cokelat Indonesia memiliki cita rasa yang baik dan layak diolah menjadi produk konsumsi harian.

Pada awalnya, Irena hanya membuat cokelat untuk dirinya sendiri. Setelah itu, produk tersebut dibagikan kepada rekan kantor dan mendapat respons positif.

Pengalaman itu mendorongnya untuk mulai menekuni usaha pada 2016, ketika ia masih bekerja sebagai karyawan swasta. Dari situ, ia bersama Nugroho perlahan mempelajari dunia usaha dan dinamika UMKM.

Nama Cokelatin sendiri lahir dari gabungan kata cokelat dan nama Irena serta Nugroho. Menurutnya, pemilihan nama itu mencerminkan pandangan bahwa cokelat adalah simbol rasa yang dekat dengan cinta dan kebersamaan.

Fokus Pada Produk Minuman

Meski telah mengembangkan cokelat batang, produksi utama Cokelatin Signature masih bertumpu pada bubuk minuman. Produk tersebut dinilai lebih sesuai dengan karakter usaha dan permintaan pasar yang lebih luas.

Irena menuturkan bahwa dirinya memang lebih menyukai produk minuman cokelat. Preferensi itu turut membentuk arah pengembangan usaha yang menonjolkan berbagai varian minuman.

Dari sisi ekspor, bubuk minuman dianggap lebih praktis dalam hal penanganan dan pengiriman. Faktor itu membuat produk tersebut lebih mudah dijual dalam volume yang lebih besar.

Strategi tersebut juga membantu perusahaan menjaga efisiensi sekaligus memperkuat posisi merek. Dengan demikian, produk tetap relevan untuk pasar domestik dan pasar luar negeri.

Peluang Kakao Lokal

Kisah Cokelatin Signature memperlihatkan bahwa kakao lokal memiliki potensi besar untuk naik kelas. Nilai tambah muncul ketika bahan baku diolah menjadi produk siap konsumsi dengan merek yang kuat.

Langkah ekspor yang dilakukan pasangan ini juga memberi gambaran bahwa UMKM dapat menembus pasar internasional. Kuncinya terletak pada konsistensi kualitas, pengemasan, dan keberanian membangun identitas produk.

Pasar global saat ini semakin terbuka terhadap produk berbasis cerita asal-usul yang jelas. Dalam konteks itu, kakao dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan memiliki daya tarik tersendiri.

Dengan strategi yang tepat, produk olahan cokelat Indonesia berpeluang menjadi bagian penting dari ekspor makanan dan minuman. Cokelatin Signature menjadi salah satu contoh bagaimana ide sederhana dapat berkembang menjadi bisnis bernilai lintas negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!