Cara Mengatasi Tumit Pecah-Pecah dengan Bahan Dapur

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 07:56 WIB 2
Cara Mengatasi Tumit Pecah-Pecah dengan Bahan Dapur

Tumit kering dan pecah-pecah kerap dialami banyak orang, terutama mereka yang sering berdiri lama atau kurang merawat kulit kaki. Kondisi ini memang umum, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, perih, bahkan memengaruhi penampilan kaki.

Seorang dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di NYU Langone Medical Center, Doris Day, membagikan cara sederhana untuk membantu mengatasi tumit pecah-pecah. Menurutnya, perawatan ini bisa dilakukan sendiri di rumah dengan bahan yang mudah ditemukan di dapur.

Perawatan Tumit Pecah

Tumit pecah-pecah umumnya muncul karena kulit kehilangan kelembapan, lalu menebal dan retak. Kondisi ini sering memburuk saat kaki terus-menerus terpapar udara kering atau gesekan dari alas kaki. Karena itu, langkah utama yang dibutuhkan adalah menjaga kulit tetap lembap secara konsisten.

Untuk retakan yang masih halus, perawatan rumahan dapat menjadi pilihan awal sebelum kondisi memburuk. Bahan seperti madu dan minyak kelapa dikenal membantu memberi kelembapan pada kulit. Kombinasi ini juga dinilai cocok untuk membantu melembutkan area tumit yang kasar.

Meski terlihat ringan, tumit pecah-pecah tidak boleh diabaikan. Jika dibiarkan, retakan dapat menjadi lebih dalam dan menimbulkan rasa sakit saat berjalan. Pada kondisi tertentu, kulit yang terbuka juga berisiko mengalami iritasi atau infeksi.

Karena itu, perawatan yang tepat perlu dilakukan secara rutin. Selain menggunakan bahan pelembap, kebiasaan menjaga kebersihan kaki juga penting. Langkah sederhana yang dilakukan sejak awal bisa membantu kulit tumit kembali lebih halus.

Rendaman Madu Kelapa

Langkah pertama yang disarankan adalah menyiapkan air hangat dalam wadah yang cukup untuk merendam kaki. Setelah itu, campurkan madu dan minyak kelapa ke dalam air hangat sebelum kaki dimasukkan. Perendaman dapat dilakukan selama lima hingga sepuluh menit agar kulit terasa lebih lembut.

Madu dikenal memiliki sifat melembapkan, sedangkan minyak kelapa membantu memberi lapisan minyak alami pada permukaan kulit. Kombinasi keduanya dapat membantu mengurangi rasa kering pada tumit. Setelah direndam, kulit biasanya terasa lebih siap menerima pelembap lanjutan.

Usai perendaman, kaki sebaiknya dikeringkan dengan lembut tanpa digosok terlalu keras. Kondisi kulit yang masih sedikit lembap justru membantu pelembap bekerja lebih efektif. Pada tahap ini, produk oles seperti petroleum jelly dapat digunakan untuk mengunci hidrasi.

Perawatan sederhana ini bisa dilakukan beberapa kali dalam seminggu sesuai kebutuhan kulit. Konsistensi menjadi kunci agar hasilnya lebih terasa. Jika dilakukan rutin, tumit yang kasar dapat berangsur lebih halus dan nyaman.

Petroleum Jelly Untuk Kunci

Setelah kaki setengah lembap, oleskan petroleum jelly atau krim oles pada area tumit yang kering. Produk seperti ointment membantu membentuk lapisan pelindung di atas kulit. Lapisan ini berfungsi menahan air agar tidak mudah menguap.

Dermatolog menilai, mengoleskan petroleum jelly pada kulit lembap dapat membantu mengunci hidrasi lebih baik daripada pelembap biasa. Karena itu, waktu pengolesan menjadi penting. Semakin tepat langkahnya, semakin besar peluang kulit mempertahankan kelembapan.

Setelah diolesi, kaki dapat ditutup dengan kaus kaki lembut. Tujuannya adalah menjaga krim tetap menempel pada kulit lebih lama. Kaus kaki juga membantu mengurangi gesekan saat tidur atau saat kaki bergerak.

Langkah ini sebaiknya dilakukan sebelum beristirahat agar produk bekerja semalaman. Pada pagi hari, kulit biasanya terasa lebih lembut dan tidak terlalu kering. Jika dibarengi perawatan rutin, hasilnya dapat lebih optimal.

Kebiasaan Pencegah Kekambuhan

Selain perawatan langsung, kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh besar pada kondisi tumit. Hindari memakai alas kaki yang terlalu keras atau terbuka terlalu lama di lingkungan kering. Pemilihan sepatu yang tepat dapat mengurangi tekanan berlebih pada tumit.

Asupan cairan juga perlu diperhatikan karena tubuh yang cukup terhidrasi membantu kondisi kulit tetap baik. Kulit yang kekurangan cairan biasanya lebih mudah tampak kusam dan kering. Karena itu, menjaga pola minum menjadi bagian penting dari perawatan kulit kaki.

Membersihkan kaki secara teratur juga membantu mencegah penumpukan sel kulit mati. Namun, pembersihan sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan karena dapat membuat kulit makin kering. Gunakan sabun yang lembut dan lanjutkan dengan pelembap setelah kaki dibersihkan.

Jika retakan terasa sangat nyeri, berdarah, atau tidak membaik, pemeriksaan ke dokter kulit perlu dilakukan. Kondisi itu bisa menandakan masalah yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis. Perawatan rumah tetap penting, tetapi evaluasi profesional tidak boleh diabaikan jika gejalanya memburuk.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!