Cara Mengatasi Tumit Pecah-pecah dengan Bahan Dapur

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 19:16 WIB 2
Cara Mengatasi Tumit Pecah-pecah dengan Bahan Dapur

Tumit kering dan pecah-pecah merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang, terutama mereka yang sering berdiri dalam waktu lama. Kondisi ini memang kerap mengganggu kenyamanan, tetapi umumnya bisa ditangani dengan perawatan sederhana di rumah.

Seorang dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di NYU Langone Medical Center, Doris Day, membagikan beberapa cara untuk mengatasi tumit pecah-pecah. Menurutnya, bahan-bahan yang tersedia di dapur rumah dapat membantu melembapkan kulit kaki secara efektif.

Tumit pecah-pecah dan perawatan

Tumit pecah-pecah biasanya muncul ketika kulit kehilangan kelembapannya. Tekanan berulang saat berjalan atau berdiri juga dapat membuat kulit di area tumit menjadi lebih tebal dan mudah retak.

Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini tergolong umum dan dapat diperbaiki dengan rutinitas perawatan yang tepat. Kuncinya adalah menjaga kulit tetap lembap dan terlindungi.

Perawatan yang dilakukan sejak dini dapat membantu mencegah retakan menjadi lebih dalam. Dengan begitu, rasa tidak nyaman saat beraktivitas pun bisa berkurang.

Penggunaan bahan pelembap yang tepat juga memberi hasil yang lebih optimal. Karena itu, banyak dermatolog menyarankan langkah sederhana yang bisa dilakukan secara rutin di rumah.

Madu dan minyak kelapa

Salah satu cara yang disarankan adalah merendam kaki dengan campuran madu dan minyak kelapa. Kombinasi ini membantu memberikan hidrasi tambahan pada kulit tumit yang kering.

Caranya cukup mudah, campurkan madu dan minyak kelapa ke dalam air hangat. Setelah itu, rendam kaki selama sekitar 5 hingga 10 menit.

Rendam kaki dengan air hangat dapat membantu kulit menjadi lebih lembut. Kondisi ini memudahkan bahan pelembap bekerja lebih baik pada area yang retak halus.

Setelah perendaman, kaki perlu segera dilanjutkan dengan tahap pelembapan. Langkah ini penting agar manfaat dari bahan alami yang digunakan tidak cepat hilang.

Pelembap yang mengunci hidrasi

Usai kaki setengah kering, oleskan petroleum jelly atau krim oles seperti ointment. Produk ini membantu mengunci kelembapan yang sudah masuk ke kulit.

Dermatolog menilai, mengoleskan petroleum jelly pada kulit lembap lebih efektif dibanding hanya memakai pelembap biasa. Cara ini membuat hidrasi bertahan lebih lama di permukaan kulit.

Penggunaan krim oles juga dapat memberi lapisan pelindung tambahan pada tumit. Perlindungan ini membantu kulit tidak mudah kehilangan air kembali.

Agar hasilnya lebih maksimal, pelembap sebaiknya digunakan secara merata pada area yang pecah-pecah. Fokuskan pada bagian tumit yang paling kering dan kasar.

Manfaat kaus kaki lembut

Setelah krim dioleskan, tutupi kaki dengan kaus kaki lembut. Langkah ini membantu menjaga kelembapan tetap berada di kulit selama tidur.

Kaus kaki juga mencegah kaki bergesekan langsung dengan permukaan lain. Dengan begitu, krim yang sudah dioleskan tidak mudah terhapus.

Penggunaan penutup kaki ini membuat proses perawatan bekerja lebih lama. Hasilnya, kulit tumit berpeluang menjadi lebih halus saat bangun pagi.

Perawatan sederhana tersebut bisa dilakukan secara rutin di rumah. Jika keluhan tidak membaik atau muncul luka yang lebih berat, pemeriksaan ke dokter kulit tetap disarankan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!