Cara Mengatasi Tumit Kering dan Pecah-Pecah di Rumah

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 01:26 WIB 2
Cara Mengatasi Tumit Kering dan Pecah-Pecah di Rumah

Tumit kering hingga pecah-pecah merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang, terutama mereka yang sering berdiri dalam waktu lama. Kondisi ini memang sering membuat kaki terasa tidak nyaman, tetapi dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Seorang dokter kulit dan profesor klinis dermatologi di NYU Langone Medical Center, Doris Day, membagikan cara sederhana untuk merawat tumit pecah-pecah di rumah.

Menurut Doris Day, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memberi kelembapan mendalam pada area tumit dengan bahan yang mudah ditemukan di rumah. Kombinasi madu dan minyak kelapa dapat menjadi pilihan untuk membantu melembutkan kulit yang kering dan retak halus. Perawatan ini juga dapat dilanjutkan dengan pelembap oklusif agar hidrasi tetap terkunci lebih lama.

Tumit kering dan pecah

Tumit kering sering muncul ketika kulit kehilangan kelembapan secara terus-menerus. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi retakan yang lebih jelas dan terasa perih.

Masalah ini kerap dialami oleh orang yang banyak berjalan atau berdiri dalam durasi panjang. Tekanan berulang pada telapak kaki membuat kulit tumit lebih rentan menebal dan pecah.

Walau terlihat sepele, tumit pecah-pecah dapat mengganggu kenyamanan saat beraktivitas. Karena itu, perawatan rutin perlu dilakukan sebelum kondisi menjadi semakin berat.

Langkah sederhana di rumah dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Fokus utamanya adalah menjaga kulit tumit tetap lembap dan terlindungi dari gesekan.

Rendaman madu kelapa

Untuk tumit dengan retakan halus, rendaman madu dan minyak kelapa dapat menjadi pilihan awal. Keduanya dikenal membantu memberi kelembapan pada kulit yang tampak kusam dan kering.

Caranya cukup sederhana, campurkan madu dan minyak kelapa ke dalam air hangat. Setelah itu, rendam kaki selama sekitar lima hingga sepuluh menit agar bahan bekerja pada kulit tumit.

Rendaman ini bertujuan membantu melembutkan permukaan kulit yang kasar. Dengan kondisi kulit yang lebih lunak, langkah perawatan berikutnya bisa bekerja lebih efektif.

Metode ini mudah dilakukan tanpa peralatan khusus. Karena itu, banyak orang bisa menjadikannya bagian dari perawatan kaki di rumah.

Petroleum jelly untuk hidrasi

Setelah kaki direndam, langkah berikutnya adalah mengoleskan petroleum jelly atau krim oles pada kaki. Produk seperti ointment dapat membantu mengunci kelembapan lebih baik saat kulit masih setengah lembap.

Pengolesan dalam kondisi lembap dinilai lebih efektif dibandingkan hanya memakai pelembap biasa. Cara ini membantu hidrasi bertahan lebih lama di permukaan kulit tumit.

Petroleum jelly juga dapat membantu membentuk lapisan pelindung di atas kulit. Lapisan tersebut berguna untuk menjaga kelembapan agar tidak cepat menguap.

Agar hasilnya lebih optimal, gunakan krim secara merata pada bagian tumit yang kering. Perawatan yang konsisten akan lebih membantu dibandingkan pemakaian sesekali.

Kaus kaki untuk perlindungan

Setelah krim dioleskan, kaki sebaiknya ditutup dengan kaus kaki lembut. Langkah ini membantu menjaga produk tetap berada di kulit dan tidak mudah hilang.

Kaus kaki juga berfungsi melindungi kaki dari kontak langsung dengan permukaan lain saat tidur. Dengan begitu, lapisan pelembap tetap bekerja sepanjang malam.

Penggunaan kaus kaki yang nyaman dapat membuat perawatan terasa lebih praktis. Selain itu, cara ini membantu kulit mempertahankan kelembapan lebih stabil.

Jika dilakukan secara rutin, kombinasi rendaman, pelembap, dan kaus kaki dapat membantu memperbaiki kondisi tumit. Perawatan sederhana ini bisa menjadi solusi awal sebelum keluhan semakin mengganggu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!