Camilan Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 08:05 WIB 3
Camilan Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Produk camilan singkong buatan tangan dari Sukabumi berhasil menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi dikirim senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer 20 feet.

Ekspor perdana itu dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa, dan dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Di balik pencapaian tersebut, berdiri Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing di pasar global.

Ekspor Yammy Babeh

Yammy Babeh dikenal sebagai produk cassava crackers berbahan dasar singkong lokal yang diolah secara higienis. Produk ini dikemas modern agar memenuhi standar pasar internasional.

Selain keripik singkong, PT Gemilang Agro Inovasi juga mengembangkan produk turunan mangrove. Varian tersebut meliputi kapsul, teh, dan bubuk yang mulai dipasarkan ke Korea Selatan.

Perusahaan ini kini menjalankan ekspansi pasar bersama SP Setia SDN BHD asal Brunei Darussalam. Kemitraan itu disiapkan untuk pengiriman berkelanjutan agar ekspor tidak berhenti pada satu kali pengiriman.

Peran Ade Soelistyowati

Ade Soelistyowati mendirikan usaha ini bersama sang suami di tengah tantangan kesehatan keluarga. Suaminya diketahui tengah berjuang melawan stroke, namun keduanya tetap mempertahankan bisnis.

Di tengah keterbatasan itu, Ade terus mendorong usahanya agar memberi manfaat lebih luas. Perusahaan ini juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar Sukabumi.

Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Model usaha ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat berjalan seiring dengan inklusi sosial.

Dukungan Pemerintah

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian ekspor UMKM binaan tersebut. Ia menilai keberhasilan Ade membuktikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Menurut Maman, kolaborasi semacam ini memperkuat daya saing pelaku usaha mikro. Pemerintah juga akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapat pembinaan, pelatihan, dan penguatan.

Kebijakan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperluas kesempatan bagi pelaku usaha difabel. Dengan dukungan yang tepat, UMKM dinilai dapat naik kelas dan menembus pasar global.

Pertamina Dorong UMKM

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero, Fadjar Djoko Santoso, menilai ekspor Yammy Babeh selaras dengan upaya mendorong wirausaha lokal. Ia mengatakan keberhasilan UMKM binaan menunjukkan semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan dapat berjalan bersama.

Pertamina menyebut setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa. Karena itu, perusahaan terus memperluas dukungan kepada UMKM di seluruh Indonesia.

Hingga Oktober 2025, sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Sejak awal 2025, delapan UMKM binaan Pertamina juga telah mengirim produk ke berbagai negara dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Tag Terkait
#ekspor#umkm#sukabumi

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!