Habib Usman bin Yahya menegaskan bahwa ibadah kurban sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, bukan dipaksakan. Pernyataan itu disampaikan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026), saat menanggapi pertanyaan jemaah soal prioritas antara kurban dan akikah.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa membeli hewan kurban lebih dulu tidak menjadi masalah meski seseorang belum melakukan akikah. Sementara itu, panitia menyiapkan pembagian daging kurban dengan estimasi 15.000 kupon yang akan disalurkan melalui jemaah Majelis Bin Yahya.
Kurban Sesuai Kemampuan
Habib Usman menekankan bahwa kurban tidak boleh menjadi beban yang memberatkan. Menurutnya, seseorang cukup berkurban sesuai kemampuan yang dimiliki pada saat itu. Ia menilai, ibadah yang dijalankan dengan ikhlas akan lebih baik daripada dipaksakan.
Ia menyebut, pertanyaan soal besaran bujet kurban seharusnya dijawab dengan sederhana, yakni semampunya. Sikap tersebut dinilai sejalan dengan semangat beribadah yang tidak memberatkan diri sendiri. Karena itu, ia meminta umat untuk tidak memaksakan diri membeli hewan kurban di luar kemampuan.
Habib Usman juga mengingatkan bahwa kurban tetap bisa dilaksanakan secara bertahap. Menurutnya, seseorang bisa memulai dari satu ekor terlebih dahulu. Setelah itu, kebutuhan ibadah lain seperti akikah dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah niat dan ketulusan dalam beribadah. Ia menilai, kurban menjadi wujud kepedulian sekaligus ketaatan kepada Allah. Karena itu, umat diminta tidak menjadikan kurban sebagai ajang pembanding kemampuan dengan orang lain.
Akikah Dan Kurban
Menjawab pertanyaan soal akikah yang belum dilakukan, Habib Usman menyampaikan bahwa kurban tetap dapat didahulukan. Ia menilai, tidak ada larangan untuk membeli hewan kurban lebih dulu ketika kemampuan sudah ada. Setelah bulan kurban selesai, akikah dapat dikerjakan menyusul.
Ia menambahkan, urutan antara akikah dan kurban dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Menurutnya, keduanya sama-sama ibadah yang baik. Karena itu, pilihan mana yang dikerjakan lebih dulu tidak perlu menjadi sumber keresahan.
Habib Usman menegaskan, yang penting adalah tetap menjaga semangat beribadah. Ia mengajak umat untuk memulai dari apa yang mampu dilakukan saat ini. Dengan begitu, pelaksanaan ibadah bisa berjalan lebih tenang dan tidak memberatkan.
Dalam pandangannya, fleksibilitas dalam mengatur urutan ibadah merupakan bagian dari kemudahan yang diberikan syariat. Ia menyebut, keputusan tersebut bisa diambil dengan bismillah dan niat yang lurus. Dengan cara itu, umat tetap dapat menjalankan kurban maupun akikah sesuai kondisi masing-masing.
Jumlah Sapi Kurban
Terkait jumlah sapi kurban yang mencapai 26 ekor, Habib Usman menyebut tidak ada makna khusus di balik angka tersebut. Ia menjelaskan bahwa jumlah itu muncul karena menyesuaikan kondisi yang tersedia. Menurutnya, capaian tersebut bukan sesuatu yang dirancang untuk simbol tertentu.
Ia mengatakan, jumlah hewan kurban bisa saja berubah sesuai keadaan di lapangan. Dalam keterangannya, ia menyebut angka 25 atau 26 ekor sama-sama mungkin terjadi. Hal itu menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban berjalan secara dinamis.
Habib Usman juga menceritakan adanya satu sapi yang kolaps dalam perjalanan dari Jawa ke Jakarta. Hewan tersebut kemudian dipotong di tempat karena kondisinya tidak memungkinkan untuk diteruskan. Sapi itu disebut memiliki berat 1,18 ton.
Ia menilai peristiwa tersebut sebagai bagian dari takdir yang harus diterima dengan ikhlas. Menurutnya, dalam pelaksanaan ibadah selalu ada kemungkinan keadaan di luar rencana. Karena itu, sikap sabar dan penerimaan menjadi hal yang penting.
Pembagian Daging Kurban
Untuk pembagian daging kurban, panitia telah menyiapkan kupon yang akan disalurkan melalui jemaah Majelis Bin Yahya. Jumlah kupon yang diperkirakan dibagikan mencapai sekitar 15.000 lembar. Langkah ini dilakukan agar distribusi daging berjalan lebih tertib.
Habib Usman menyebut, kupon tersebut dibagikan kepada jemaah yang hadir dan terdata dalam kegiatan majelis. Ia menegaskan bahwa pembagian akan disesuaikan dengan situasi di lapangan. Jika ada tambahan hewan kurban, jumlah distribusi masih bisa diperluas.
Menurutnya, sistem kupon memudahkan panitia dalam mengatur penyaluran daging kepada masyarakat. Dengan cara itu, pembagian dapat dilakukan lebih rapi dan adil. Ia juga berharap prosesnya berjalan lancar sesuai kehendak Allah.
Habib Usman menutup penjelasannya dengan menyebut bahwa semua teknis pelaksanaan akan menyesuaikan kondisi. Ia menegaskan, jika sapi kurban bertambah, maka distribusi juga akan disesuaikan. Seluruh rangkaian itu, katanya, harus dijalani dengan sikap tawakal dan ikhlas.
