Calvin Dores Ungkap Alasan Pernah Ingin Jual Mata

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 16:20 WIB 3
Calvin Dores Ungkap Alasan Pernah Ingin Jual Mata

Calvin Dores, anak penyanyi dan pencipta lagu legendaris Deddy Dores, menjadi sorotan publik setelah pengakuannya soal keinginan menjual bola mata viral di media sosial. Pernyataan itu mencuat saat ia berbicara mengenai tekanan hidup yang tengah dihadapinya. Calvin menyebut dorongan tersebut muncul karena ia ingin tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan keluarga. Ia menegaskan bahwa kondisi itu berkaitan erat dengan perjuangannya menjaga ibu serta anak-anaknya.

Dalam keterangannya, Calvin mengaku tak menyangka ucapannya akan menjadi perhatian luas. Ia menilai, apa yang disampaikannya semata-mata lahir dari situasi sulit yang sedang dialami. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan keluarga tetap bisa menjalani hidup dengan layak. Pengakuan itu ia sampaikan saat tampil di Studio FYP Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Perjuangan Calvin Dores

Calvin mengatakan dirinya tidak ingin anak-anaknya merasakan kesulitan hidup seperti yang kini ia jalani. Ia mengaku berat melihat keluarga berada dalam tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Meski demikian, ia berusaha tetap tenang dan tidak larut dalam keluhan. Baginya, yang terpenting adalah tetap bergerak mencari jalan keluar.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi yang dialami bukan berarti dirinya menyerah pada keadaan. Calvin menyebut masalah hidup pasti dialami setiap orang yang masih diberi napas. Namun, beban yang ia rasakan membuatnya harus berpikir keras untuk bertahan. Dari situ, muncul keputusan ekstrem yang kemudian viral di jagat maya.

Dalam penjelasannya, Calvin menilai hidupnya saat ini berada pada titik yang sangat berat. Ia menyebut dirinya sedang menghadapi situasi yang jauh dari kata mudah. Karena itu, setiap peluang untuk bertahan hidup selalu ia pertimbangkan. Termasuk ketika ia mengucapkan hal yang belakangan memancing perhatian publik.

Calvin menambahkan bahwa pengakuannya bukanlah bentuk pencarian sensasi. Ia menegaskan bahwa yang ia sampaikan merupakan gambaran nyata dari tekanan yang sedang dirasakan. Bagi dirinya, keluarga tetap menjadi prioritas utama di tengah segala keterbatasan. Hal itu membuatnya memilih terbuka mengenai kesulitan yang dihadapi.

Sulitnya Mencari Pekerjaan

Selain persoalan ekonomi, Calvin juga menceritakan kendala mencari pekerjaan tetap. Menurutnya, ijazah masih menjadi penghalang besar saat melamar kerja di banyak tempat. Ia mengaku sudah berusaha, namun kerap menemui jalan buntu pada syarat administrasi. Kondisi itu membuat pencarian nafkah terasa semakin berat.

Ia menepis anggapan sebagian warganet yang menilai dirinya malas bekerja. Calvin mengatakan banyak orang belum mengenal perjuangannya secara utuh. Ia menyebut telah melakukan berbagai jenis pekerjaan untuk menyambung hidup. Dari pengalaman itu, ia merasa tudingan tersebut tidak sejalan dengan kenyataan yang dijalani.

Calvin menjelaskan bahwa dirinya sempat bekerja serabutan demi menjaga pemasukan tetap ada. Ia pernah menjadi sopir, mengantar mobil gereja, hingga menjemput anak sekolah. Pekerjaan itu tidak bersifat tetap, sehingga penghasilannya pun tidak menentu. Meski demikian, ia tetap menjalani semuanya dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga pernah mencoba melamar ke sebuah perusahaan ketika ada kesempatan kerja. Namun, syarat pendidikan kembali menjadi hambatan yang sulit dihindari. Menurut Calvin, situasi seperti itu berulang kali membuatnya gagal mendapatkan pekerjaan yang lebih stabil. Akibatnya, ia harus terus mencari alternatif lain agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

Musik Jadi Penopang Hidup

Di tengah kesulitan, Calvin menyebut dunia musik masih menjadi bagian penting dalam hidupnya. Ia mengatakan dirinya tetap aktif berkarya sampai sekarang. Meski begitu, tidak semua karya itu bisa memberi hasil yang layak. Dalam kondisi terdesak, ia bahkan terpaksa menjual beberapa ciptaannya.

Calvin mengungkapkan, sebagian karya yang dimilikinya, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, dilepas dengan harga rendah. Ia menyebut harga jualnya jatuh jauh dari nilai yang semestinya. Namun, ia memilih menerima keadaan itu demi bertahan hidup. Menurutnya, bertahan jauh lebih penting daripada mempertahankan gengsi.

Ia menilai menjual karya adalah langkah yang pahit, tetapi kadang perlu dilakukan. Sebagai musisi, ia tetap ingin berkarya, meski situasi ekonomi membuat pilihannya terbatas. Calvin berharap kerja kerasnya di bidang musik masih bisa membuka jalan baru. Ia percaya, selama masih ada kesempatan, ia akan terus berusaha.

Bagi Calvin, musik bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang tidak bisa dilepaskan. Karena itu, ia masih mencoba menjaga semangat di tengah tekanan yang datang bertubi-tubi. Ia berharap situasi sulit yang dialaminya tidak selamanya menimpa keluarga. Dengan cara itu, ia ingin tetap berdiri dan melanjutkan hidup.

Harapan Calvin Untuk Keluarga

Pada momen paling berat, Calvin mengaku pernah menahan lapar demi menghemat pengeluaran. Ia bahkan berusaha menganggap kondisi tersebut sebagai bagian dari pola hidup tertentu. Cara itu ia gunakan agar tetap bisa menjaga mental di tengah tekanan ekonomi. Meski terdengar ringan, kenyataannya keadaan tersebut cukup memukul dirinya.

Yang paling membuatnya sedih adalah ketika anak-anaknya ikut merasakan lapar. Ia menyebut kondisi itu terjadi karena dirinya sedang tidak memiliki cukup uang. Bukan soal lapar yang ekstrem, melainkan ketiadaan lauk untuk makan. Saat ada telur pun, ia merasa sangat bersyukur karena setidaknya keluarga masih bisa makan.

Calvin menegaskan bahwa yang ia cari bukan belas kasihan, melainkan kesempatan untuk terus hidup dengan layak. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya masih berjuang meski dalam keadaan sulit. Pengakuannya menjadi gambaran nyata tentang tekanan ekonomi yang bisa dialami siapa saja. Dalam situasi seperti itu, dukungan keluarga menjadi penopang paling penting.

Ia berharap kisahnya dapat dipahami secara utuh, bukan sekadar dipotong sebagai sensasi viral. Menurutnya, setiap orang memiliki batas dalam menghadapi beban hidup. Karena itu, ia memilih jujur agar publik mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Bagi Calvin, harapan untuk masa depan keluarga tetap menjadi alasan utama untuk bertahan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!