CEO Apique Group, Apik Primadya, memaparkan peluang pertumbuhan sektor laundry di Indonesia.
Pemaparan ini disampaikan dalam Laundry Innovation Day 2025 yang digelar di Indonesia pada akhir Oktober hingga awal November.
Menurutnya, pasar laundry di Asia Tenggara tumbuh pesat dengan compound annual growth rate sebesar 9,1 persen untuk periode 2025-2030, dan Indonesia menjadi salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi di kawasan.
Data pendukung menunjukkan laundromat self-service telah mencapai 18.000 outlet di Asia Pasifik per 2024, naik sekitar 60 persen dalam empat tahun terakhir.
Apik juga menekankan bahwa fokus bisnisnya mengusung pendekatan green ocean strategy, yaitu perpaduan inovasi bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Strategi tersebut menekankan kolaborasi, digitalisasi, dan efisiensi energi untuk menciptakan bisnis laundry yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan.
Pertumbuhan Pasar Laundry
Pasar laundry di wilayah Asia Tenggara menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.
Analisis terkini menunjukkan CAGR sebesar 9,1% untuk periode 2025-2030.
Faktor pendorong meliputi permintaan layanan yang lebih praktis dan adopsi model bisnis laundry modern yang semakin luas.
Di Asia Pasifik, jumlah outlet laundromat self-service mencapai sekitar 18.000 pada 2024.
Angka tersebut naik sekitar 60% dalam empat tahun terakhir, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan adopsi tertinggi di kawasan.
Pertumbuhan ini membuka peluang bagi investor dan pelaku industri untuk memperluas jaringan layanan cucian mandiri.
Para pelaku industri menilai peluang memperluas jaringan melalui kemitraan dan penggunaan teknologi untuk efisiensi operasional.
Dukungan kebijakan daerah juga mendorong digitalisasi layanan penatu serta integrasi solusi ramah lingkungan.
Dengan faktor tersebut, prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang tetap kuat bagi sektor laundry.
Strategi Hijau Laundry
Fokus bisnis laundry yang diusung Apik memanfaatkan pendekatan green ocean strategy.
Konsep ini menggabungkan inovasi bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Tujuannya adalah menciptakan model usaha yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan.
Strategi ini menekankan kolaborasi antara pelaku industri, komunitas, dan pemangku kepentingan.
Digitalisasi proses operasional dan layanan pelanggan menjadi bagian inti upaya efisiensi.
Efisiensi energi juga menjadi fokus untuk mengurangi dampak lingkungan sambil menjaga margin.
Hasilnya diharapkan meningkatkan daya saing lintas wilayah.
Pendekatan ini juga membuka peluang inovasi layanan, misalnya layanan mandiri yang lebih efisien.
Secara keseluruhan, green ocean strategy berpotensi memperkuat ekosistem laundry berkelanjutan.
Kegiatan Laundry Innovation Day
Acara Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 diselenggarakan pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.
Penyelenggaraan tahun ini menekankan interaksi yang lebih intens antara peserta dan penyedia solusi penatu.
Tema utama acara ini adalah potret outlook bisnis laundry menuju 2026 dan bagaimana inovasi mempengaruhi operasional.
Berbeda dengan versi sebelumnya, acara kali ini dibuat lebih interaktif untuk peserta.
Peserta bisa mengikuti demonstrasi langsung serta sesi tanya jawab dengan para ahli.
Hal tersebut meningkatkan keterlibatan peserta dan mempercepat adopsi solusi inovatif di industri.
Jumlah tiket dibatasi hanya 300 buah.
Tiket terjual habis dalam waktu satu bulan menjelang acara.
Ketertarikan terhadap gelaran ini menunjukkan minat tinggi terhadap praktik terbaik dan teknologi penatu.
Keberhasilan pendaftaran menandai minat investor dan pelaku industri terhadap green growth di sektor laundry.
