Bisnis Laundry Indonesia Menguat, Adopsi Laundromat Meningkat

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 10:29 WIB 3
Bisnis Laundry Indonesia Menguat, Adopsi Laundromat Meningkat

Sektor bisnis laundry atau penatu di Indonesia dinilai berada pada momentum pertumbuhan yang strategis, seiring meningkatnya adopsi layanan laundromat di kawasan Asia Pasifik. CEO Apique Group, Apik Primadya, menyampaikan pandangan itu dalam Laundry Innovation Day 2025 yang digelar di tengah optimisme pelaku usaha terhadap prospek industri pada 2026.

Dalam paparannya pada Sabtu, 1 November 2025, Apik menjelaskan bahwa pasar penatu di Asia Tenggara terus tumbuh pesat dengan compound annual growth rate atau CAGR sebesar 9,1 persen untuk periode 2025-2030. Ia menilai Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi di kawasan, bersaing dengan Thailand dan Singapura.

Prospek Bisnis Laundry Menguat

Apik menilai momentum pertumbuhan industri laundry ditopang oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kecepatan dan kemudahan layanan. Kondisi ini membuat model usaha penatu modern memiliki ruang ekspansi yang besar di kota-kota besar.

Menurut dia, perkembangan pasar di Asia Tenggara menunjukkan bahwa laundry bukan lagi sekadar layanan pelengkap, melainkan kebutuhan harian yang terus berkembang. Karena itu, pelaku usaha perlu membaca peluang sejak dini agar tidak tertinggal dari kompetitor.

Ia menambahkan bahwa permintaan terhadap layanan laundromat meningkat sejalan dengan mobilitas masyarakat perkotaan yang tinggi. Dalam konteks itu, bisnis laundry dinilai memiliki prospek jangka panjang yang tetap relevan.

Laundromat Kian Diminati

Apik mengungkapkan bahwa model laundromat atau self-service telah mencapai 18.000 outlet di Asia Pasifik pada 2024. Angka tersebut naik 60 persen dalam empat tahun terakhir, menandakan pertumbuhan yang sangat agresif.

Ia menyebut Indonesia kini berada dalam peta pasar yang cukup menjanjikan karena tingkat adopsinya tergolong tinggi. Persaingan dengan Thailand dan Singapura menunjukkan bahwa pasar domestik memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh.

Di tengah tren itu, pelaku usaha laundry didorong untuk memahami kebutuhan konsumen modern yang menginginkan layanan cepat, praktis, dan efisien. Inovasi model bisnis menjadi faktor penting agar pertumbuhan tetap berkelanjutan.

Strategi Hijau Jadi Andalan

Dalam acara tersebut, Apik juga menyoroti pendekatan green ocean strategy yang tengah dijalankan dalam bisnis laundry yang ia tekuni. Strategi ini memadukan inovasi usaha dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut menitikberatkan pada kolaborasi, digitalisasi, dan efisiensi energi. Tiga elemen itu dinilai penting untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan.

Dengan strategi tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan nilai tambah di mata konsumen. Langkah ini juga sejalan dengan tren bisnis yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Expo Dorong Inovasi Usaha

Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025 dengan format yang lebih interaktif dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan konsep ini dirancang agar pengunjung dan pelaku usaha bisa lebih aktif terlibat dalam diskusi dan pameran.

Apik menjelaskan bahwa antusiasme peserta terlihat dari habisnya 300 tiket yang dijual hanya dalam waktu satu bulan sebelum acara berlangsung. Kondisi tersebut mencerminkan besarnya minat terhadap perkembangan bisnis laundry di Indonesia.

Ia menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa industri laundry masih memiliki ruang tumbuh yang luas jika pelaku usaha mampu beradaptasi. Inovasi, efisiensi, dan kepedulian lingkungan disebut sebagai kunci untuk menjaga daya saing di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!