Bisnis Laundry di Indonesia Masuk Fase Pertumbuhan Strategis

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 21 Mei 2026 23:01 WIB 6
Bisnis Laundry di Indonesia Masuk Fase Pertumbuhan Strategis

Sektor bisnis laundry atau penatu di Indonesia dinilai sedang memasuki momentum pertumbuhan yang strategis. Penilaian itu disampaikan CEO Apique Group, Apik Primadya, dalam paparannya pada Laundry Innovation Day 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Acara yang telah digelar untuk kedua kalinya itu mengusung tema Laundry Business Outlook 2026. Dalam forum tersebut, Apik menyoroti peluang pasar penatu di Asia Tenggara yang terus meningkat, seiring tumbuhnya model usaha laundry modern dan perubahan perilaku konsumen.

Peluang Pasar Meningkat

Apik menyebut pasar penatu di Asia Tenggara tumbuh pesat dengan compound annual growth rate atau CAGR sebesar 9,1 persen pada periode 2025-2030. Angka itu menunjukkan bahwa sektor ini masih memiliki ruang ekspansi yang besar, terutama di negara berkembang.

Di kawasan Asia Pasifik, model laundromat atau self-service telah mencapai 18.000 outlet pada 2024. Jumlah tersebut naik 60 persen dalam empat tahun terakhir, menandakan minat terhadap layanan laundry modern terus menguat.

Indonesia disebut menjadi salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi di kawasan. Indonesia bersaing dengan Thailand dan Singapura, sehingga pasar domestik dinilai masih sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

Strategi Bisnis Hijau

Dalam paparannya, Apik juga menjelaskan fokus bisnis laundry yang tengah dijalankan melalui pendekatan green ocean strategy. Strategi ini menggabungkan inovasi bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai basis pertumbuhan usaha.

Ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat daya saing, tetapi juga menjaga keberlanjutan operasional. Menurut dia, pelaku usaha perlu menempatkan efisiensi sebagai bagian penting dari model bisnis baru.

Strategi itu menekankan kolaborasi, digitalisasi, dan efisiensi energi sebagai pilar utama. Dengan pendekatan tersebut, bisnis laundry diharapkan mampu tumbuh lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar yang semakin dinamis.

Digitalisasi Jadi Kunci

Digitalisasi disebut menjadi elemen penting dalam pengembangan bisnis laundry modern. Teknologi dinilai membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat proses operasional, dan memperbaiki pengalaman pelanggan.

Selain itu, pemanfaatan sistem digital juga memudahkan pengelolaan transaksi dan pemantauan kinerja usaha. Bagi pelaku usaha, langkah ini menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor jasa.

Apik menilai bisnis laundry ke depan tidak lagi hanya bergantung pada volume layanan. Keberhasilan usaha akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemilik bisnis memadukan teknologi, layanan, dan keberlanjutan secara seimbang.

Antusiasme Pelaku Usaha

Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025. Berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, acara kali ini dibuat lebih interaktif agar peserta dapat memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan perkembangan industri.

Antusiasme peserta terlihat dari tiket yang hanya tersedia 300 buah dan habis terjual satu bulan sebelum acara. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat pelaku usaha terhadap peluang dan arah baru bisnis laundry di Indonesia.

Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi pelaku industri untuk bertukar wawasan mengenai prospek pasar 2026. Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat, sektor laundry dinilai masih memiliki potensi besar untuk berkembang secara berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!