Bhavitha Mandava Viral di Met Gala dengan Gaya Chanel

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 03:07 WIB 14
Bhavitha Mandava Viral di Met Gala dengan Gaya Chanel

Met Gala kembali menjadi panggung bagi selebriti dan model untuk tampil paling berani, namun sorotan tahun ini justru mengarah pada penampilan yang tampak sederhana. Bhavitha Mandava, model asal India, viral karena terlihat seperti mengenakan jeans dan atasan santai, padahal busananya merupakan rancangan Chanel.

Penampilan itu mencuri perhatian di tengah deretan gaun mewah dan kostum ekstrem yang mendominasi karpet merah. Di balik kesan kasual tersebut, tersimpan strategi mode yang cermat, sekaligus mendorong nama Bhavitha semakin dikenal di industri fashion internasional.

Gaya Kasual Bhavitha Mandava

Bhavitha Mandava tampil berbeda dari tamu Met Gala lain yang umumnya memilih busana dramatis dan penuh ornamen. Ia terlihat mengenakan paduan zip-up dan celana denim yang memberi kesan santai. Banyak warganet mengira tampilannya sangat sederhana untuk ukuran acara sebesar Met Gala. Namun justru kesan itulah yang membuat penampilannya segera viral.

Model asal India itu dikenal publik setelah membuka Chanel's Métiers d'Art 2026 akhir tahun lalu. Kehadirannya di Met Gala memperlihatkan bahwa namanya mulai mendapat tempat di panggung mode global. Kontras antara busana dan suasana acara menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari tamu lain. Dalam foto yang beredar, ia tampak seperti datang tanpa upaya berlebihan, tetapi tetap mencuri perhatian.

Di media sosial, Bhavitha juga membagikan swafoto bersama sejumlah selebriti ternama, termasuk personel BLACKPINK dan Margot Robbie. Foto tersebut memperkuat kesan bahwa ia hadir di lingkungan yang sama sekali berbeda dari tampilan pakaiannya. Perpaduan itu justru menegaskan bahwa mode tidak selalu harus tampil mencolok untuk meninggalkan kesan. Dalam konteks Met Gala, pilihan tersebut menjadi pernyataan gaya yang efektif.

Rahasia Busana Chanel

Meski terlihat seperti rajutan dan denim biasa, busana Bhavitha sebenarnya berasal dari Chanel. Pakaian itu dibuat dari sutra ultra halus yang dirancang khusus untuk meniru tekstur kain sehari-hari. Teknik ini memberi ilusi visual yang membuat penampilan tampak kasual dari kejauhan. Pada saat yang sama, detail materialnya menunjukkan tingkat pengerjaan yang sangat tinggi.

Konsep tersebut dikenal sebagai trompe l'oeil, yaitu teknik desain yang menciptakan efek tipuan mata. Chanel belakangan kerap menggunakan pendekatan ini untuk memperlihatkan sisi eksperimental tanpa kehilangan karakter elegannya. Pilihan itu menunjukkan bagaimana rumah mode Prancis tersebut terus bermain dengan persepsi penonton. Hasilnya adalah busana yang sederhana di mata awam, tetapi rumit dalam pengerjaan.

Whowhatwear menyebut efek serupa juga muncul dalam koleksi haute couture musim semi dan musim panas Chanel sebelumnya. Bhavitha sendiri sempat mengenakan pendekatan visual itu saat tampil di panggung mode sebelum Met Gala. Konsistensi tersebut memperlihatkan kedekatannya dengan identitas estetika Chanel. Dalam dunia fashion, hubungan semacam ini sering menjadi nilai tambah yang penting bagi seorang model.

Jejak Karier dan Pendidikan

Bhavitha Mandava bukan hanya dikenal karena wajah dan penampilannya di panggung mode. Ia memiliki latar pendidikan yang kuat, termasuk gelar sarjana arsitektur dari Jawaharlal Nehru Technological University. Setelah itu, ia pindah ke New York untuk melanjutkan studi magister di bidang teknologi bantuan dan interaksi manusia-komputer. Perjalanan akademik itu menunjukkan bahwa kariernya dibangun dengan fondasi yang beragam.

Di Amerika Serikat, Bhavitha kemudian ditemukan oleh seorang agen model. Dari sana, ia memulai debut di Bottega Veneta Spring/Summer 2025 dan mulai masuk ke radar industri fashion internasional. Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana peluang besar dapat datang dari jalur yang tidak terduga. Kombinasi antara pendidikan dan dunia modelling membuat profilnya semakin menarik bagi publik maupun merek besar.

Kehadirannya di Met Gala pun menjadi penanda bahwa kariernya terus menanjak. Bagi model baru, tampil di acara sebesar itu dapat membuka pintu menuju kampanye dan panggung yang lebih luas. Bhavitha menunjukkan bahwa daya tarik seorang model tidak hanya datang dari busana yang mencolok, tetapi juga dari cerita di baliknya. Dengan modal tersebut, namanya berpotensi semakin kuat di industri mode global.

Viral Karena Keunikan Gaya

Bhavitha sebelumnya juga sempat viral ketika berjalan di subway sebelum memasuki panggung peragaan dengan tema stasiun kereta bawah tanah. Momen itu menjadi menarik karena konsep pertunjukan sejalan dengan pengalaman hidupnya. Ia disebut ditemukan di stasiun kereta bawah tanah, sehingga runway tersebut terasa seperti bagian dari kisah pribadinya. Unsur naratif seperti ini sering membuat sebuah penampilan lebih mudah diingat publik.

Keunikan gaya Bhavitha memperlihatkan bahwa dunia fashion modern semakin terbuka pada pendekatan yang tidak biasa. Tampil sederhana di acara mewah justru dapat menjadi strategi komunikasi yang kuat. Di tengah budaya visual yang penuh persaingan, perbedaan kecil bisa menciptakan dampak besar. Itulah yang terjadi ketika penampilan kasualnya justru menjadi pusat perhatian Met Gala.

Viralnya Bhavitha Mandava juga menegaskan peran media sosial dalam membentuk citra seorang model. Sekali unggah, sebuah tampilan dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas daripada red carpet itu sendiri. Dalam kasus Bhavitha, pakaian Chanel yang tampak sederhana berubah menjadi topik perbincangan global. Sorotan tersebut berpotensi mempercepat langkahnya menuju status model kelas atas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!