Met Gala selalu identik dengan busana paling ekstrem dari para selebriti dunia, namun tahun ini perhatian justru tertuju pada seorang model yang tampak tampil santai. Bhavitha Mandava, model asal India, menjadi viral karena penampilannya yang sekilas terlihat seperti mengenakan jeans dan atasan sederhana di karpet merah bergengsi itu.
Di balik kesan kasual tersebut, setelan yang dikenakan Bhavitha ternyata berasal dari Chanel dan dibuat dengan teknik trompe l'oeil. Gaya ini bukan hanya memicu perbincangan di media sosial, tetapi juga menegaskan posisi Bhavitha sebagai model yang tengah naik daun di industri mode internasional.
Gaya Kasual Bhavitha di Met Gala
Bhavitha Mandava hadir dengan paduan zip-up dan celana denim yang membuat banyak orang mengira ia tampil dengan busana sehari-hari. Jika dibandingkan dengan tamu lain, penampilannya terlihat jauh lebih sederhana dan nyaris tanpa ornamen mencolok. Justru karena itulah, ia langsung menjadi sorotan di tengah kemewahan Met Gala.
Wajah Bhavitha juga ikut ramai dibahas ketika ia mengunggah selfie bersama sejumlah selebriti ternama di Instagram. Dalam foto itu, ia terlihat berdiri bersama member BLACKPINK hingga Margot Robbie. Kontras antara tampilannya dan para tamu lain membuat kehadirannya semakin menonjol.
Meski tidak memakai gaun dramatis, Bhavitha berhasil menghadirkan kesan elegan yang berbeda dari kebanyakan undangan. Pilihan busana tersebut menunjukkan bahwa kemewahan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang mencolok. Dalam ajang seperti Met Gala, detail dan konsep justru bisa menjadi daya tarik utama.
Rahasia Chanel di Balik Tampilan
Busana yang tampak seperti rajutan dan jeans itu ternyata merupakan rancangan Chanel. Material yang digunakan adalah sutra ultra halus yang dibentuk agar menyerupai kain sehari-hari. Teknik ini membuat tampilan Bhavitha terlihat sederhana, padahal proses pembuatannya sangat eksklusif.
Dilansir Whowhatwear, efek trompe l'oeil menjadi ciri khas Chanel dalam beberapa koleksi terakhir. Teknik tersebut memberikan ilusi visual sehingga pakaian tampak lebih kasual daripada bahan aslinya. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana rumah mode Prancis itu terus bereksperimen dengan persepsi visual.
Efek serupa juga pernah muncul dalam koleksi haute couture musim semi dan musim panas Chanel. Bhavitha sebelumnya telah membawakan konsep tersebut di panggung mode lain. Kehadirannya di Met Gala menjadi kelanjutan dari hubungan yang kuat antara dirinya dan jenama tersebut.
Jejak Pendidikan dan Karier
Sebelum dikenal di panggung mode internasional, Bhavitha menempuh pendidikan arsitektur di Jawaharlal Nehru Technological University. Setelah itu, ia pindah ke New York untuk melanjutkan studi magister di bidang teknologi bantuan dan interaksi manusia-komputer. Latar belakang akademiknya menunjukkan bahwa ia memiliki perjalanan yang tidak biasa sebelum masuk ke industri fashion.
Selagi belajar di Amerika Serikat, Bhavitha ditemukan oleh seorang agen model. Dari situ, kariernya mulai terbuka dan ia kemudian debut di Bottega Veneta Spring/Summer 2025. Langkah tersebut menjadi titik penting yang memperkenalkannya ke panggung mode global.
Kombinasi antara pendidikan, pengalaman, dan penampilan yang khas membuat Bhavitha punya daya tarik tersendiri. Ia tidak hanya dilihat sebagai model, tetapi juga sosok dengan latar intelektual yang kuat. Citra seperti ini membantu membedakannya dari banyak wajah baru di industri mode.
Viral dari Subway ke Runway
Bhavitha sempat viral sebelumnya ketika memperlihatkan gaya runway dengan berjalan di subway sebelum tampil di panggung bertema stasiun kereta bawah tanah. Momen itu menarik perhatian karena ia seolah membawa suasana jalanan langsung ke dalam dunia mode kelas atas. Konsep tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan luas di media sosial.
Yang membuat cerita itu semakin unik, Bhavitha sendiri direkrut di stasiun kereta bawah tanah. Kisah ini memperkuat kesan bahwa perjalanan kariernya berkembang lewat cara yang tidak lazim. Dari ruang publik menuju panggung peragaan, namanya perlahan naik melalui momen yang autentik.
Viralitas di subway dan sorotan di Met Gala menunjukkan bahwa Bhavitha punya identitas visual yang kuat. Ia mampu tampil berbeda tanpa kehilangan karakter, baik dalam kampanye mode maupun acara karpet merah. Bagi industri fashion, sosok seperti ini biasanya menjadi aset penting karena mudah diingat publik.
