Betrand Peto Jalani Ibadah dengan Toleransi Keluarga

Lifestyle Clara Monica 13 Mei 2026 00:50 WIB 8
Betrand Peto Jalani Ibadah dengan Toleransi Keluarga

Betrand Peto, penyanyi yang akrab disapa Onyo, mempersiapkan diri menjelang Hari Raya Kenaikan Isa Almasih. Dia rutin menjalani ibadah di gereja dan mengikuti rangkaian upacara penting, termasuk Rabu Abu dan Minggu Palma, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa 12 Mei 2026. Meski ayahnya Ruben Onsu memiliki keyakinan berbeda, ia menegaskan komitmen dirinya untuk menjalankan ibadah dengan sepenuh hati.

Ia menjelaskan bahwa ibadah dan komunikasi keluarga tetap berjalan meski beragam keyakinan. Adik-adiknya beragama Kristen, sedangkan Betrand adalah Katolik. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan bisa bertemu adik-adiknya untuk ibadah bersama ketika jadwal memungkinkan.

Ibadah dan keluarga

Betrand mengaku tetap rutin beribadah di Gereja Katedral Jakarta. Selain itu, ia menantikan momen Rabu Abu dan Minggu Palma dengan tetap antre mendapatkan daun palma. Meski memiliki adik-adik dengan keyakinan berbeda, ia terus menghormati ibadah mereka.

Ia menekankan dirinya menjalani agamanya dengan sepenuh hati, demikian juga ayahnya menjalankan keyakinan masing-masing. Hubungan keluarga diklaim tetap hangat meski perbedaan keyakinan ada di antara mereka. Komunikasi di antara anggota keluarga masih terjalin meski jadwal masing-masing sibuk.

Adik-adiknya Kristen, sedangkan Betrand Katolik, menunjukkan keragaman keyakinan dalam satu keluarga. Jika memungkinkan, mereka berharap bisa bertemu untuk beribadah bersama meski gereja berbeda. Saat ini peluangnya tergantung pada ketersediaan waktu anggota keluarga.

Toleransi keluarga

Penekanan Betrand pada toleransi menjadi pesan penting bagi penggemarnya. Menurutnya, menghormati keyakinan orang lain menjaga keharmonisan rumah tangga. Nilai itu ia ajarkan pertama kali pada dirinya sendiri sebelum diterapkan di lingkungan.

Ia menegaskan bahwa agama Ayah Ruben Onsu dan agamanya sendiri masing-masing perlu dihormati. Hal ini membuatnya lebih sensitif terhadap perbedaan konteks keluarga. Keputusan untuk menjaga jarak ibadah tetap dipegang agar tidak memicu konflik.

Ia berharap nilai toleransi itu terus tumbuh di keluarga. Hal ini diharapkan membawa keharmonisan sepanjang masa. Penggemar diingatkan pentingnya menghormati perbedaan keyakinan dalam keluarga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!