Susu kental manis kembali menjadi sorotan setelah warganet mempertanyakan kandungan di dalamnya. Produk yang kerap digunakan sebagai campuran kopi, olesan roti, hingga topping dessert ini dinilai terlalu manis untuk disebut sebagai susu.
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah susu kental manis benar-benar masih mengandung susu. Berdasarkan aturan pangan dan komposisinya, produk ini tetap termasuk olahan susu, meski kandungan gula di dalamnya memang lebih dominan.
Susu Kental Manis dan Fakta
Tekstur kental pada susu kental manis terbentuk melalui proses penguapan air. Saat air berkurang, padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi sehingga menghasilkan tekstur yang lebih pekat dan lembut.
Gula kemudian ditambahkan dalam proses produksi untuk memberi rasa manis dan membantu memperpanjang masa simpan. Kandungan gula juga berperan menghambat pertumbuhan mikroorganisme di dalam produk.
Dengan proses tersebut, susu kental manis tidak berubah menjadi produk tanpa susu. Sebaliknya, bahan dasarnya tetap berasal dari susu yang diolah dengan kadar air lebih rendah dan tambahan pemanis.
Komposisi Susu Tetap Ada
Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 menyebut susu kental manis sebagai produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini juga sejalan dengan standar Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk.
Aturan sebelumnya dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 juga menegaskan bahwa susu kental manis diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula. Definisi ini menunjukkan bahwa unsur susu tetap menjadi bagian penting dalam produk tersebut.
Sejumlah produk di pasaran bahkan mencantumkan komposisi susu hingga 35 persen. Komposisi itu dapat berasal dari susu skim bubuk, susu sapi segar, lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk.
Gula Dominan Bukan Berarti Hilang
Meski mengandung susu, profil rasa susu kental manis memang cenderung didominasi gula. Karena itu, banyak orang mengira kandungan susunya hilang sepenuhnya.
Padahal, protein susu, lemak susu, laktosa, dan beberapa mineral alami masih tetap ada dalam produk ini. Yang berubah adalah perbandingan rasa dan komposisi gizinya dibandingkan susu segar.
Karena itulah, anggapan bahwa susu kental manis tidak mengandung susu sama sekali tidak tepat. Lebih akurat jika produk ini disebut sebagai olahan susu dengan tambahan gula yang cukup tinggi.
Cara Konsumsi Susu Kental Manis
Konsumsi susu kental manis tetap dapat dilakukan, selama porsinya diperhatikan. Produk ini lazim dipakai sebagai pelengkap dalam minuman dan makanan tradisional Indonesia.
Membaca label gizi menjadi langkah penting untuk mengetahui jumlah gula dalam satu sajian. Dengan takaran yang sesuai, konsumsinya dapat dikendalikan agar tidak berlebihan.
BPOM juga menegaskan bahwa susu kental manis tidak boleh dipromosikan sebagai hidangan tunggal atau satu-satunya sumber gizi. Karena itu, produk ini sebaiknya dipahami sebagai pelengkap rasa, bukan pengganti susu harian.
