BEI Catat 7,4 Juta Investor Baru Hingga 20 Mei 2026

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 29 Mei 2026 06:14 WIB 6
BEI Catat 7,4 Juta Investor Baru Hingga 20 Mei 2026

Bursa Efek Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor di pasar modal hingga 20 Mei 2026. Penjabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut ada 7,4 juta investor baru sejak awal Januari 2026.

Kenaikan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal terus menguat. Total investor kini mencapai 27,4 juta, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2020.

Investor Pasar Modal Naik

Jeffrey mengatakan pertumbuhan investor tersebut mencerminkan optimisme publik terhadap pasar modal Indonesia. Menurutnya, minat masyarakat untuk berinvestasi tetap terjaga meski dinamika ekonomi global masih berlangsung.

Ia menyampaikan data itu dalam acara Jogja Financial Festival pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Jeffrey menegaskan bahwa kepercayaan publik menjadi modal penting bagi pengembangan pasar modal nasional.

“Tahun 2026, dari Januari sampai dengan 20 Mei kemarin, sudah ada 7,4 juta investor baru,” ujarnya. Ia menambahkan, angka itu menunjukkan bahwa masyarakat masih melihat pasar modal sebagai instrumen investasi yang menarik.

Kepercayaan Publik Menguat

Menurut Jeffrey, total investor pasar modal saat ini telah menyentuh 27,4 juta. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan tahun 2020, ketika jumlah investor berada di kisaran 10 juta. Dalam lima tahun, jumlah itu bertambah lebih dari 17 juta investor.

“Artinya dalam kurun waktu lima tahun ada pertambahan lebih dari 17 juta atau lebih dari 2 kali lipat,” kata Jeffrey. Ia menilai tren tersebut memperlihatkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola dana dan mencari peluang investasi.

Pasar Modal Dan Ekonomi

Jeffrey menilai publik semakin memahami skema investasi di pasar modal. Pemahaman yang lebih baik itu ikut mendorong partisipasi masyarakat dalam berinvestasi.

Ia menambahkan bahwa pasar modal memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, penguatan literasi dan inklusi keuangan dinilai tetap menjadi kebutuhan utama.

“Publik kita optimis karena pergerakan di pasar modal tentu akan sejalan dengan pergerakan dari perekonomian,” ujarnya. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pasar modal semakin dipandang sebagai cerminan optimisme ekonomi.

Prospek Investasi Indonesia

Pertumbuhan investor baru memberi sinyal bahwa potensi pasar modal Indonesia masih besar. Kondisi ini juga membuka ruang lebih luas bagi pendalaman pasar keuangan nasional.

Di sisi lain, peningkatan jumlah investor dapat mendukung likuiditas dan aktivitas perdagangan di bursa. Jika tren ini berlanjut, pasar modal berpeluang menjadi salah satu penggerak pembiayaan ekonomi yang lebih kuat.

BEI pun diharapkan terus menjaga kepercayaan publik melalui edukasi dan penguatan perlindungan investor. Dengan begitu, pertumbuhan jumlah investor dapat berjalan beriringan dengan kualitas investasi yang lebih baik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!