Bawang Bombay Diteliti Bantu Turunkan Gula Darah

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 01:38 WIB 3
Bawang Bombay Diteliti Bantu Turunkan Gula Darah

Diabetes tipe 2 ditandai oleh fluktuasi kadar gula darah yang dapat memicu kerusakan pada tubuh bila tidak dikendalikan dengan baik. Di tengah upaya mencari cara pendamping pengelolaan diabetes, sebuah penelitian menyoroti bawang bombay sebagai bahan pangan yang berpotensi membantu menurunkan gula darah.

Penelitian yang dipresentasikan di San Diego itu menemukan ekstrak umbi bawang bombay, Allium cepa, mampu menekan kadar gula darah tinggi pada tikus diabetes ketika diberikan bersama obat antidiabetes metformin. Temuan tersebut membuka peluang pemanfaatan bahan pangan murah dan mudah didapat untuk mendukung terapi diabetes, meski masih memerlukan kajian lanjutan pada manusia.

Bawang Bombay dan Gula Darah

Tim peneliti memberikan metformin bersama ekstrak bawang bombay dengan dosis 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kilogram berat badan tikus setiap hari. Uji dilakukan pada kelompok tikus diabetes dan non-diabetes untuk melihat apakah bawang bombay dapat meningkatkan efek obat.

Hasilnya, dosis 400 mg dan 600 mg mampu menurunkan kadar gula darah puasa pada tikus diabetes secara signifikan. Penurunan tersebut masing-masing tercatat sebesar 50 persen dan 35 persen dibandingkan kadar awal penelitian.

Peneliti utama, Anthony Ojieh, menyebut bawang bombay murah, mudah diperoleh, dan telah lama dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi. Ia menilai bawang bombay berpotensi digunakan untuk membantu pengobatan pasien diabetes, namun mekanisme kerjanya masih perlu diteliti lebih jauh.

Hasil Penelitian Tikus

Penelitian juga melibatkan tikus non-diabetes sebagai pembanding, dengan sebagian diberi metformin dan ekstrak bawang bombay. Dua kelompok kontrol lainnya tidak menerima perlakuan, baik pada tikus diabetes maupun non-diabetes.

Setiap kelompok terdiri dari lima tikus, sehingga peneliti dapat membandingkan respons tubuh terhadap kombinasi obat dan ekstrak bawang bombay. Ekstrak yang digunakan berasal dari umbi bawang yang dibeli di supermarket lokal.

Menurut Ojieh, bila bawang bombay nantinya digunakan pada manusia, bahan tersebut biasanya akan melalui proses pemurnian terlebih dahulu. Langkah itu diperlukan agar kandungan aktifnya dapat dihitung secara tepat untuk menentukan dosis yang aman dan sesuai.

Efek pada Berat Badan

Selain memengaruhi gula darah, ekstrak bawang bombay juga diketahui meningkatkan berat badan rata-rata pada tikus non-diabetes. Namun, efek serupa tidak terlihat pada tikus diabetes yang menjadi bagian dari penelitian.

Ojieh menjelaskan bahwa bawang bombay tidak tinggi kalori. Meski demikian, bahan ini diduga dapat meningkatkan laju metabolisme dan nafsu makan, sehingga konsumsi makanan ikut bertambah.

Temuan tersebut menunjukkan perlunya penelitian tambahan untuk memahami hubungan antara bawang bombay, metabolisme, dan kadar glukosa darah. Para peneliti juga perlu memastikan apakah efek yang sama dapat terjadi pada manusia tanpa menimbulkan risiko lain.

Cara Kendalikan Gula Darah

Kementerian Kesehatan RI menyarankan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak hingga 50 gram per hari atau setara empat sendok makan. Pola makan yang terkontrol menjadi langkah dasar dalam mencegah lonjakan gula darah.

Aktivitas fisik juga disarankan dilakukan tiga hingga lima kali seminggu dengan durasi 30 menit sampai 45 menit. Bila memungkinkan, total olahraga dapat mencapai 150 menit per minggu tanpa jeda dua hari berturut-turut.

Spesialis penyakit dalam dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD, menekankan pentingnya evaluasi berkala agar perubahan gaya hidup tidak berhenti di tengah jalan. Ia juga mengingatkan skrining kesehatan, termasuk pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c, penting dilakukan untuk mengetahui risiko prediabetes maupun diabetes.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!