Bawang Bombay Dikaitkan dengan Penurunan Gula Darah

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 03:55 WIB 3
Bawang Bombay Dikaitkan dengan Penurunan Gula Darah

Diabetes tipe 2 ditandai oleh fluktuasi kadar gula darah yang dapat memicu kerusakan pada berbagai organ tubuh. Di tengah upaya mencari cara pengelolaan yang lebih efektif, penelitian terbaru menyoroti bawang bombay sebagai bahan pangan yang berpotensi membantu menurunkan gula darah.

Temuan ini menarik perhatian karena bawang bombay dikenal murah, mudah didapat, dan sudah lama digunakan sebagai bagian dari pola makan harian. Namun, para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut masih berasal dari uji pada tikus dan belum dapat langsung disimpulkan berlaku pada manusia.

Bawang Bombay dan Gula Darah

Penelitian yang dipresentasikan di San Diego itu menemukan bahwa ekstrak umbi bawang bombay, atau Allium cepa, dapat menurunkan kadar gula darah tinggi pada tikus diabetes. Efek tersebut terlihat ketika ekstrak diberikan bersamaan dengan obat anti-diabetes metformin.

Peneliti utama Anthony Ojieh, MBBS (MD), MSc, dari Delta State University di Abraka, Nigeria, mengatakan bawang bombay berpotensi digunakan untuk membantu terapi diabetes. Ia menambahkan bahwa bahan ini murah, mudah ditemukan, dan telah dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi.

Meski demikian, para peneliti masih perlu menelusuri mekanisme yang membuat bawang bombay mampu menurunkan glukosa darah. Mereka juga menekankan bahwa hasil pada hewan tidak otomatis bisa diterapkan pada pasien diabetes.

Hasil Uji pada Tikus

Tim peneliti memberikan metformin dan ekstrak bawang bombay dalam dosis 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kilogram berat badan tikus setiap hari. Tiga kelompok tikus diabetes diinduksi secara medis untuk melihat apakah pemberian bawang bombay dapat memperkuat efek obat.

Selain itu, penelitian juga melibatkan tiga kelompok tikus non-diabetes sebagai pembanding dengan kadar gula darah normal. Dua kelompok kontrol, masing-masing untuk tikus diabetes dan non-diabetes, tidak diberi metformin maupun ekstrak bawang bombay.

Hasilnya menunjukkan dosis 400 mg dan 600 mg mampu menurunkan kadar gula darah puasa pada tikus diabetes secara signifikan. Penurunannya masing-masing mencapai 50 persen dan 35 persen dibandingkan kadar awal penelitian.

Catatan Peneliti

Peneliti juga mencatat adanya peningkatan berat badan rata-rata pada tikus non-diabetes yang menerima ekstrak bawang bombay. Namun, efek serupa tidak ditemukan pada tikus diabetes.

Ojieh menjelaskan bahwa bawang bombay bukan makanan tinggi kalori. Menurutnya, bahan ini diduga meningkatkan laju metabolisme dan nafsu makan, sehingga konsumsi makanan ikut bertambah.

Ekstrak yang digunakan dalam studi dibuat dari umbi bawang bombay yang diperoleh dari supermarket lokal. Jika kelak digunakan pada manusia, bahan tersebut biasanya harus melalui proses pemurnian terlebih dahulu agar kandungan aktifnya dapat dihitung secara tepat.

Cara Kendalikan Gula Darah

Kementerian Kesehatan RI menyarankan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak hingga 50 gram per hari, atau setara empat sendok makan. Anjuran ini menjadi langkah dasar untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Selain pola makan, olahraga fisik juga dinilai penting untuk dilakukan secara rutin. Disarankan berolahraga tiga hingga lima kali seminggu dengan durasi 30 menit hingga 45 menit, atau setidaknya mencapai 150 menit per minggu.

Spesialis penyakit dalam dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD, menegaskan pentingnya evaluasi berkala agar upaya pengendalian gula darah tidak berhenti di tengah jalan. Ia juga menekankan perlunya skrining kesehatan, termasuk pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c, untuk mengetahui apakah seseorang berada pada kondisi aman, prediabetes, atau sudah diabetes melitus.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!