Bahaya Tumbler Usang, Pria di Taiwan Diduga Keracunan Timbal

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 20:14 WIB 7
Bahaya Tumbler Usang, Pria di Taiwan Diduga Keracunan Timbal

Seorang pria berusia 50-an di Taiwan menjadi sorotan setelah diduga mengalami keracunan timbal akibat menggunakan botol termos yang sudah rusak selama lebih dari 10 tahun. Kasus ini berujung pada gangguan kesehatan serius, termasuk anemia berat, fungsi ginjal abnormal, hingga penurunan fungsi kognitif.

Insiden itu bermula ketika korban tiba-tiba kehilangan orientasi saat berkendara menuju tempat kerja dan menabrak sebuah tempat makan. Meski tidak mengalami cedera fisik, pemeriksaan medis lanjutan mengungkap penyebab yang jauh lebih berbahaya, yakni paparan logam berat dari wadah minum yang selama ini ia gunakan setiap hari.

Kasus Yang Mengkhawatirkan

Pria tersebut awalnya diduga hanya mengalami kondisi linglung biasa, namun hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan masalah kesehatan yang lebih kompleks. Dokter menemukan anemia berat, atrofi otak, dan gangguan pada fungsi ginjal.

Temuan itu membuat dokter nefrologi melakukan penelusuran lebih jauh terhadap gejala yang dialami pasien. Ia mengeluhkan kelelahan, perubahan rasa, dan sering merasa makanan kurang asin dari biasanya.

Kombinasi gejala tersebut mengarah pada dugaan keracunan logam berat, sebelum akhirnya dikonfirmasi sebagai keracunan timbal. Kondisi itu diduga berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari korban dalam menggunakan termos lama.

Menurut informasi yang diungkap dalam program televisi yang dipandu Dr Hong, korban memakai termos yang sama untuk minum kopi hampir setiap hari selama lebih dari satu dekade. Lapisan dalam botol disebut sudah rusak, penuh goresan, retakan, dan tanda karat, tetapi tetap dipakai untuk minuman panas.

Risiko Dari Tumbler Lama

Dr Hong menjelaskan bahwa lapisan dalam botol yang menua atau terbuat dari bahan berkualitas rendah dapat menjadi sumber bahaya. Saat dipakai terus-menerus untuk minuman panas, logam berpotensi larut ke dalam cairan.

Paparan seperti ini tidak hanya berdampak pada satu organ, tetapi juga dapat mengganggu sistem saraf dan ginjal. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa memicu komplikasi kesehatan yang sulit dipulihkan.

Kasus di Taiwan menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana yang dianggap aman dapat berubah menjadi risiko serius. Botol minum yang tampak masih bisa dipakai belum tentu layak digunakan bila permukaannya sudah rusak.

Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat memeriksa kondisi tumbler sebelum menggunakannya kembali. Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah paparan bahan berbahaya dari wadah minum.

Minuman Yang Perlu Diwaspadai

Pakar kesehatan mengingatkan bahwa termos atau tumbler tidak cocok untuk semua jenis minuman. Minuman tinggi protein seperti susu sapi dan susu kedelai sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di dalam botol.

Minuman tersebut idealnya segera dikonsumsi dalam waktu dua jam untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Bila dibiarkan terlalu lama, risiko kontaminasi bisa meningkat dan membahayakan kesehatan.

Selain itu, minuman asam atau basa juga perlu diwaspadai saat disimpan dalam termos yang sudah tua atau rusak. Kopi, teh, jus, air lemon, dan obat herbal dapat meningkatkan risiko pelepasan logam jika kontak berlangsung lama.

Untuk penggunaan yang lebih aman, botol minum sebaiknya dibersihkan secara menyeluruh setelah dipakai. Banyak ahli juga menyarankan agar tumbler digunakan khusus untuk air putih bila ingin meminimalkan risiko.

Cara Memilih Botol Aman

Pengguna disarankan memeriksa botol minum secara berkala dan segera menggantinya jika muncul perubahan warna, goresan, atau karat. Tanda-tanda tersebut menandakan lapisan pelindung sudah tidak lagi optimal.

Selain kondisi fisik, bahan pembuat botol juga penting untuk diperhatikan. Baja tahan karat kelas 304 kerap direkomendasikan karena dinilai lebih tahan karat dan lebih aman untuk penggunaan harian.

Botol dengan tutup dan segel silikon juga dianggap lebih baik dibandingkan komponen plastik tertentu. Pemilihan material yang tepat dapat membantu mengurangi risiko paparan zat yang tidak diinginkan.

Sebelum digunakan, termos baru disarankan dicuci dengan air sabun hangat dan direndam semalaman untuk membantu menghilangkan sisa bahan kimia. Langkah sederhana ini dapat menjadi kebiasaan preventif yang bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!