Ayu Azhari Ungkap Peran di Balik Film Suamiku Lukaku

Lifestyle Clara Monica 24 Mei 2026 22:28 WIB 6
Ayu Azhari Ungkap Peran di Balik Film Suamiku Lukaku

Ayu Azhari mengungkap keterlibatannya dalam film Suamiku Lukaku yang diproduksi SinemArt, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai bagian dari proses di balik layar. Aktris berusia 57 tahun itu membantu mencari dan menentukan lokasi syuting yang dinilai tepat untuk menguatkan latar cerita film tersebut.

Dalam proses itu, Ayu ikut mengoordinasikan survei ke sejumlah daerah, sebelum akhirnya Bangka dipilih sebagai lokasi utama. Selain membawa nilai visual, lokasi itu juga memiliki makna emosional bagi keluarga besar Ayu yang memiliki hubungan sejarah dengan daerah tersebut.

Peran Ayu Azhari di film

Ayu Azhari menjelaskan bahwa ia terlibat langsung dalam pencarian lokasi syuting film Suamiku Lukaku. Ia sempat meninjau beberapa daerah, termasuk Palembang dan Bangka, untuk menemukan latar yang sesuai dengan kebutuhan cerita.

Menurut Ayu, tim produksi akhirnya mendapat respons cepat dari Bangka untuk proses survei lokasi. Izin dari pemerintah daerah juga disebut berjalan lancar, sehingga persiapan syuting bisa dilakukan tanpa hambatan berarti.

Keputusan itu membuat Bangka resmi menjadi lokasi syuting utama film yang dibintangi Acha Septriasa dan Baim Wong. Ayu menilai pilihan tersebut selaras dengan nuansa cerita yang ingin dibangun oleh tim produksi.

Ia juga menyebut keterlibatannya sebagai pengalaman penting karena memiliki keterkaitan emosional dengan Bangka. Ayu menegaskan bahwa keluarganya memiliki jejak panjang di wilayah tersebut sejak sebelum kemerdekaan.

Bangka punya makna emosional

Ayu Azhari mengatakan Bangka bukan sekadar lokasi syuting bagi dirinya, melainkan bagian dari sejarah keluarga. Ayahnya lahir di Pangkal Pinang, sementara neneknya berasal dari Bangka.

Ia menambahkan bahwa garis keluarga dari pihak ayah dan ibu memiliki hubungan kuat dengan Bangka dan Palembang. Karena itu, ia merasa keterlibatannya dalam film ini seperti menemukan kembali akar emosional keluarganya.

Menurut Ayu, pengalaman tersebut membuat proses produksi terasa lebih bermakna. Ia menilai kehadiran film ini bisa menjadi bentuk penghormatan terhadap daerah yang memiliki tempat khusus di dalam hidupnya.

Ayu juga berharap keindahan Bangka ikut terlihat oleh penonton melalui film ini. Ia menilai promosi budaya dan daerah bisa berjalan bersamaan dengan hadirnya karya layar lebar yang kuat secara cerita.

Pesan tentang kekerasan

Di balik perannya, Ayu Azhari menyoroti pesan utama film Suamiku Lukaku yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga. Ia berharap penonton, terutama perempuan, berani bersuara jika mengalami kekerasan fisik maupun verbal.

Menurut Ayu, tidak ada alasan untuk menormalisasi kekerasan dalam hubungan suami istri. Ia menegaskan bahwa setiap pasangan berhak atas kebahagiaan dan rasa aman di dalam rumah tangga.

Film ini sendiri bercerita tentang rumah tangga Irfan dan Amina yang terlihat harmonis di depan publik, tetapi menyimpan luka di balik pintu tertutup. Amina digambarkan harus menghadapi perlakuan kasar dari suaminya secara fisik dan verbal.

Ayu berharap film ini dapat membuka mata masyarakat tentang pentingnya melindungi diri dari relasi yang menyakitkan. Ia menilai pesan tersebut relevan bagi banyak perempuan yang masih ragu untuk mencari pertolongan.

Edukasi untuk generasi muda

Ayu Azhari juga mengajak putranya, Lenon Tramp, menonton film tersebut sebagai bagian dari edukasi tentang hubungan yang sehat. Ia ingin generasi muda memahami tanda-tanda toxic relationship dan mengenali perilaku red flag sejak dini.

Menurut Ayu, film ini sangat penting bagi anak muda karena dapat membantu mereka lebih waspada terhadap hubungan yang tidak sehat. Ia menilai kesadaran seperti ini perlu dibangun sejak dini agar tidak terjebak dalam relasi yang merusak.

Ia menambahkan bahwa persoalan hubungan toksik tidak hanya terjadi dalam pernikahan, tetapi juga bisa muncul di pertemanan, keluarga, maupun lingkungan sekolah. Karena itu, kemampuan membaca situasi dan menjaga batas menjadi hal yang penting.

Ayu menutup pesannya dengan dorongan agar generasi muda lebih mengutamakan self care dan kesehatan mental. Ia menilai keduanya sangat penting untuk membangun masa depan yang cerah, sehat, dan sukses.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!