Kabar duka datang dari keluarga penyanyi Virzha, setelah ayahnya, Rudianto, meninggal dunia pada Jumat, 22 Mei 2026, siang. Almarhum mengembuskan napas terakhir di usia 69 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit yang kompleks. Kepergian sang ayah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekat.
Virzha menjelaskan, kondisi kesehatan ayahnya sempat menurun signifikan sebelum dibawa kembali ke rumah sakit. Ia menyebut keluarga telah berupaya maksimal, mulai dari rawat inap, rawat jalan, hingga terapi pendukung, namun keadaan almarhum terus memburuk. Jenazah Rudianto kemudian dimakamkan di TPU kawasan Tangerang Selatan, dengan sejumlah rekan musisi hadir memberi penghormatan terakhir.
Virzha Ungkap Kondisi Ayah
Virzha mengatakan riwayat sakit sang ayah cukup panjang dan tidak sederhana untuk dijelaskan secara rinci. Ia menyebut ada beberapa serangan mendadak yang dialami almarhum sebelum kondisi kesehatannya semakin memburuk.
Menurut Virzha, sang ayah sempat mengalami empat serangan mendadak yang cukup berat. Situasi itu membuat keluarga harus sigap membawa almarhum mendapatkan penanganan medis.
Ia menuturkan, keputusan membawa ayahnya ke rumah sakit dilakukan agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin. Namun, kondisi medis yang dihadapi ternyata jauh lebih rumit dari perkiraan awal.
Meski keluarga telah berikhtiar, kondisi almarhum terus mengalami penurunan hingga akhirnya tidak tertolong. Virzha menyebut kepergian sang ayah menjadi kehilangan besar bagi dirinya dan keluarga.
Riwayat Penyakit Rudianto
Rudianto diketahui mengidap stroke yang menjadi salah satu masalah kesehatan utama dalam beberapa waktu terakhir. Untuk mendukung pemulihan, keluarga juga sempat membawa almarhum menjalani terapi akupuntur.
Selain stroke, kondisi kesehatan almarhum kemudian diperberat dengan diagnosis gagal ginjal di fase akhir perawatan. Kombinasi penyakit tersebut membuat kondisi fisiknya kian lemah dari hari ke hari.
Virzha mengaku sempat berupaya mengombinasikan perawatan medis dengan pengobatan pendukung. Upaya itu dilakukan agar sang ayah mendapat peluang pemulihan yang lebih baik.
Namun, perkembangan penyakit yang terjadi sangat cepat dan kompleks. Pada akhirnya, keadaan medis almarhum tidak lagi memungkinkan untuk diselamatkan.
Perawatan Hingga Kondisi Memburuk
Sebelum wafat, Rudianto sempat dirawat inap selama sekitar satu minggu di rumah sakit. Setelah kondisi membaik, ia diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan selama seminggu.
Keadaan tersebut sempat memberi harapan bagi keluarga. Akan tetapi, kondisi kesehatan almarhum kembali menurun dan membuatnya harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat.
Virzha menyebut ayahnya sempat dibawa ke rumah sakit sejak sore hingga kembali menjalani penanganan hingga siang hari berikutnya. Perburukan kondisi itu menjadi titik akhir perjuangan medis almarhum.
Keluarga terus mendampingi selama proses perawatan berlangsung. Meski demikian, tubuh almarhum tak lagi mampu bertahan menghadapi komplikasi yang dialami.
Perpisahan Terakhir Virzha
Jenazah Rudianto telah dimakamkan di TPU kawasan Tangerang Selatan. Prosesi pemakaman berlangsung dengan suasana haru dari keluarga, kerabat, dan sahabat dekat.
Sejumlah rekan musisi juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral bagi Virzha di tengah masa berduka.
Almarhum dikenal sebagai sosok penting dalam perjalanan hidup Virzha, terutama sebagai guru pertama dalam bermusik. Kenangan itu membuat kepergiannya terasa sangat berat bagi sang penyanyi.
Bagi keluarga, kepergian Rudianto menandai akhir dari perjuangan panjang melawan penyakit. Kini, yang tersisa adalah doa dan kenangan atas sosok ayah yang dicintai.
