Antriin.id Ubah Jasa Titip Antrean Jadi Peluang Cuan

Teknologi BRH 27 Mei 2026 15:25 WIB 2
Antriin.id Ubah Jasa Titip Antrean Jadi Peluang Cuan

Profesi jasa titip kini berkembang ke arah yang lebih spesifik, bukan hanya untuk makanan dan barang, tetapi juga untuk antrean. Tren jasa titip antrean atau joki antrean mulai menarik perhatian karena dinilai praktis, terutama bagi pengguna yang ingin menghemat waktu.

Salah satu yang menangkap peluang tersebut adalah Elan Setiawan, pengembang aplikasi Antriin.id, yang melihat belum adanya wadah terpusat untuk layanan ini. Melalui aplikasi itu, pelanggan dapat memesan jasa antre untuk berbagai kebutuhan, sementara mitra bertugas mewakili mereka di lokasi tujuan.

Jastip Antrean Jadi Aplikasi

Elan mengatakan ide Antriin.id muncul dari kebiasaan layanan jastip yang selama ini tersebar di WhatsApp dan Instagram. Ia menilai layanan tersebut sudah banyak digunakan, tetapi belum terintegrasi dalam sistem yang lebih rapi dan mudah diakses.

Dari pengamatan itu, ia kemudian membangun wadah berbasis aplikasi agar pengguna dapat memesan layanan secara langsung. Menurut Elan, konsep ini dibuat agar proses pemesanan, pemantauan, dan penugasan mitra menjadi lebih sederhana.

Aplikasi Antriin.id dikembangkan sejak awal 2025 dan mulai diluncurkan pada pertengahan tahun yang sama. Pada tahap awal, platform ini masih berfokus membangun jaringan mitra sebelum membuka layanan untuk publik.

Elan menyebut seluruh proses, mulai dari desain hingga pengembangan sistem, dikerjakan secara mandiri. Setelah soft release pada Juli 2025, layanan mulai diperluas secara bertahap hingga akhirnya menerima permintaan antrean dari masyarakat.

Cara Kerja Antriin.id

Konsep kerja Antriin.id dibuat menyerupai layanan ojek online, tetapi fokusnya pada jasa menunggu antrean. Pengguna perlu mengunduh aplikasi, lalu memilih lokasi dan jenis antrean yang dibutuhkan.

Setelah pesanan dibuat, sistem akan mencocokkan pengguna dengan mitra yang berada di sekitar lokasi tujuan. Estimasi biaya akan ditampilkan lebih dulu, sehingga pelanggan dapat menyesuaikan kebutuhan sebelum memesan.

Mitra dalam layanan ini bertugas menggantikan pelanggan untuk mengantre di lokasi yang ditentukan. Dengan sistem tersebut, pengguna tidak perlu datang langsung dan tetap bisa memperoleh giliran sesuai kebutuhan.

Elan menjelaskan, permintaan antrean hanya dapat dibuka jika sudah ada mitra di sekitar lokasi dengan radius tertentu. Skema itu dibuat agar proses layanan tetap efisien dan mitra dapat menjangkau titik antrean dengan lebih cepat.

Tarif Jastip Antrean

Untuk tarif, layanan antrean di Antriin.id dibagi berdasarkan durasi penggunaan jasa. Harga yang dipatok berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam.

Skema tarif ini dibuat agar pelanggan dapat memperkirakan biaya sejak awal. Di sisi lain, mitra juga memiliki peluang pendapatan yang lebih terukur dari setiap pesanan.

Menurut Elan, mitra berpeluang mengantongi penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. Besaran itu bergantung pada jumlah orderan yang diterima dan lama antrean yang dijalani.

Pendapatan tersebut umumnya didapat oleh mitra yang aktif mengambil banyak pesanan dalam sehari. Dengan sistem ini, jasa titip antrean dinilai tidak hanya membantu pelanggan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para mitra.

Mitra dan Peluang Pasar

Elan menegaskan, satu mitra hanya bisa menangani satu antrean dalam satu waktu. Aturan ini diterapkan karena layanan dibuat lebih fokus dan tidak membebani mitra dengan banyak pesanan sekaligus.

Ia menilai masih ada persepsi keliru bahwa satu jastiper dapat menangani banyak antrean secara bersamaan. Karena itu, sistem dibangun dengan pendekatan satu permintaan untuk satu mitra agar layanan lebih jelas dan terkontrol.

Seiring meningkatnya permintaan, jumlah mitra Antriin.id kini telah melampaui 230 orang. Mereka tersebar di wilayah Jabodetabek, sehingga jangkauan layanan semakin luas.

Selain antrean untuk makanan viral, Antriin.id juga membuka layanan untuk kebutuhan lain. Salah satunya adalah jastip antre rumah sakit, yang menunjukkan potensi layanan ini untuk berkembang di berbagai sektor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!