Anggur Disebut Bantu Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 09:47 WIB 2
Anggur Disebut Bantu Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari sulit dihindari, terutama bagi orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, sunscreen kerap menjadi pelindung utama untuk menjaga kulit dari dampak sinar ultraviolet.

Namun, perlindungan kulit tidak hanya datang dari luar. Penelitian terbaru menunjukkan, camilan sederhana berupa anggur berpotensi membantu pertahanan alami kulit dari dalam tubuh.

Anggur dan Perlindungan Kulit

Sebuah studi kecil menemukan bahwa konsumsi anggur berpotensi memperkuat pertahanan kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Temuan ini bahkan disebut dapat memengaruhi respons kulit hingga tingkat genetik.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dari Western New England University, atau WNEU. Sebanyak 29 responden dilibatkan dalam studi ini setelah menjalani pola makan khusus selama dua minggu.

Langkah itu dilakukan untuk menghilangkan faktor makanan lain yang dapat memengaruhi hasil penelitian. Setelah tahap awal selesai, para peserta masuk ke fase konsumsi anggur yang telah diolah menjadi bubuk beku kering.

Metode Penelitian WNEU

Para peserta diminta mengonsumsi campuran bubuk anggur beku kering dan air sebanyak dua kali sehari selama dua minggu. Jumlah tersebut setara dengan sekitar tiga porsi anggur segar setiap hari.

Sebelum dan sesudah intervensi, peneliti mengambil sampel jaringan kulit dari dua area tubuh peserta. Satu sampel berasal dari kulit yang terkena paparan ultraviolet dosis rendah, sementara sampel lain diambil dari area pinggul yang tidak terpapar.

Pengambilan dua jenis sampel ini bertujuan membandingkan kondisi kulit yang terpapar dan yang tidak terpapar sinar UV. Dengan cara itu, peneliti dapat melihat perubahan biologis yang mungkin muncul setelah konsumsi anggur.

Dampak Sinar Ultraviolet

Sinar ultraviolet mampu menembus kulit dan merusak DNA sel. Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat memicu kulit terbakar matahari atau sunburn.

Dalam jangka panjang, paparan UV juga berkaitan dengan penuaan dini pada kulit. Risiko yang lebih serius adalah meningkatnya kemungkinan kanker kulit.

Karena itu, para ahli menekankan pentingnya perlindungan ganda, baik dari luar maupun dari dalam. Sunscreen tetap menjadi langkah utama, sementara asupan tertentu dapat menjadi pelengkap yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.

Catatan dari Hasil Awal

Dari 29 responden, hanya empat orang yang menghasilkan sampel jaringan berkualitas tinggi untuk dianalisis. Seluruhnya adalah perempuan dengan tipe kulit yang cenderung mudah terbakar matahari.

Jumlah sampel yang terbatas membuat hasil penelitian ini belum bisa digeneralisasi secara luas. Meski begitu, temuan awal ini dinilai memberi arah baru bagi riset perlindungan kulit berbasis nutrisi.

Peneliti menilai anggur menarik karena mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan kulit. Namun, diperlukan penelitian yang lebih besar untuk memastikan manfaatnya secara ilmiah dan konsisten.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!