Pasangan selebritas Anang Hermansyah dan Ashanty akhirnya berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada Senin malam, 18 Mei 2026. Momen ini menjadi sangat emosional bagi keluarga mereka, setelah penantian yang berlangsung selama delapan tahun. Keberangkatan tersebut juga bertepatan dengan usia pernikahan mereka yang ke-15.
Di Bandara Soekarno-Hatta, Ashanty mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang akhirnya datang setelah berbagai penundaan. Ia menegaskan bahwa panggilan untuk beribadah ke Baitullah merupakan kehendak Ilahi yang tidak selalu datang sesuai rencana manusia. Perjalanan ini pun menjadi salah satu momen paling berarti dalam hidup pasangan tersebut.
Haji Anang dan Ashanty
Rencana keberangkatan haji pasangan ini sebenarnya sudah disiapkan sejak 2018. Mereka sempat berharap bisa berangkat pada 2024, tetapi keberangkatan itu kembali tertunda. Salah satu kendala yang membuat rencana tersebut gagal terealisasi adalah persoalan visa.
Ashanty menjelaskan bahwa penantian panjang itu membuat mereka belajar menerima waktu terbaik yang ditentukan Tuhan. Ia menyebut, meski persiapan sudah matang, jadwal keberangkatan tetap belum pasti sebelum akhirnya benar-benar terlaksana tahun ini. Kondisi tersebut membuat keberangkatan kali ini terasa jauh lebih spesial.
Keputusan untuk tetap bersabar menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual mereka. Menurut Ashanty, manusia hanya bisa berusaha, sedangkan kepastian tetap berada di tangan Tuhan. Karena itu, keberangkatan haji ini disambut dengan penuh haru dan rasa lega.
Perasaan syukur juga terlihat dari cara keduanya menyampaikan kabar keberangkatan kepada publik. Ashanty menilai momen ini sebagai bukti bahwa doa yang dipanjatkan dengan tulus pada akhirnya menemukan jalannya. Ia dan Anang pun berangkat dengan harapan ibadah mereka berjalan lancar sampai selesai.
Perayaan Pernikahan Bermakna
Keberangkatan haji itu semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan ulang tahun pernikahan mereka. Ashanty menyebut perjalanan spiritual tersebut sebagai hadiah terindah dalam kehidupan rumah tangga mereka. Ia bahkan menggambarkannya sebagai honeymoon paling bermakna yang pernah mereka jalani.
Pasangan ini merasa bersyukur dapat melalui momen anniversary dengan cara yang sangat berbeda. Alih-alih merayakan dengan liburan biasa, mereka memilih berangkat bersama menuju Tanah Suci. Bagi keduanya, pengalaman itu jauh lebih berharga daripada perayaan apa pun.
Ashanty menyampaikan bahwa kebersamaan dalam ibadah memberi nilai emosional yang sulit digantikan. Ia menilai perjalanan ini tidak hanya menjadi simbol cinta, tetapi juga penguat komitmen spiritual sebagai suami istri. Karena itu, keberangkatan tersebut disebutnya sebagai anugerah besar.
Kehangatan hubungan mereka terlihat dari cara keduanya saling mendukung di tengah proses persiapan. Momen tersebut memperlihatkan bahwa pernikahan mereka tetap dijalani dengan rasa syukur dan keteguhan. Di tengah kesibukan sebagai figur publik, keduanya tetap menempatkan ibadah sebagai prioritas utama.
Kondisi Fisik Ashanty
Di balik kebahagiaan yang menyelimuti keberangkatan itu, Ashanty tidak menutupi adanya kekhawatiran soal kesehatannya. Pelantun lagu Jodohku tersebut diketahui masih berjuang dengan sinusitis kronis yang kerap kambuh. Kondisi itu membuatnya perlu menjaga fisik selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Ashanty mengaku memilih untuk tidak terlalu memikirkan penyakitnya agar tidak menambah beban psikologis. Ia percaya bahwa ketenangan pikiran akan membantu tubuh tetap lebih baik selama perjalanan. Sikap itu ia jalani dengan penuh doa dan keyakinan.
Ia juga menyebut kondisi fisiknya secara umum masih baik, meski ada kendala pada bagian sinus. Dengan nada optimistis, Ashanty menegaskan bahwa ia ingin fokus pada ibadah. Menurutnya, rasa khawatir berlebihan justru dapat memperburuk keadaan.
Persiapan fisik dan mental menjadi perhatian penting sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Ashanty berusaha menjaga stamina sambil tetap menjalani aktivitas dengan tenang. Harapannya, seluruh rangkaian ibadah dapat ditunaikan tanpa hambatan berarti.
Perpisahan Penuh Haru
Suasana haru juga menyelimuti perpisahan mereka dengan anak-anak, terutama Arsy Hermansyah. Menjelang keberangkatan, Arsy disebut terus menangis selama dua hari karena belum pernah ditinggal dalam waktu selama itu. Kondisi tersebut membuat suasana keluarga menjadi emosional.
Arsy merasa berat melepas kepergian sang ibu ke Tanah Suci. Meski begitu, ia mencoba tegar dan hanya bisa mendoakan agar perjalanan ibadah berjalan lancar. Rasa sayang yang besar terhadap orang tuanya membuat perpisahan itu terasa sangat menyentuh.
Dalam tangisnya, Arsy tetap berharap semua proses ibadah orang tuanya berjalan baik. Ia mengaku ingin sedih, tetapi juga tidak ingin membuat sang bunda cemas selama berada di sana. Doa itu menjadi bentuk cinta seorang anak kepada ibunya.
Momen perpisahan tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan emosional dalam keluarga Anang dan Ashanty. Di tengah tangis dan doa, keberangkatan haji berubah menjadi peristiwa yang penuh makna bagi mereka. Perjalanan spiritual ini pun menjadi cerita keluarga yang akan dikenang dalam waktu lama.
