Airlangga Bantah DSI Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 28 Mei 2026 16:51 WIB 2
Airlangga Bantah DSI Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah asumsi bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, pelemahan indeks lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), sementara pada perdagangan pagi ini IHSG kembali berada di zona hijau.

PT DSI sendiri pertama kali diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI sebagai badan yang bertugas mengelola ekspor komoditas strategis. Airlangga menegaskan, koreksi yang terjadi di pasar saham merupakan hal yang wajar, terlebih ketika ada penyesuaian dari emiten yang keluar dari lembaga rating.

IHSG dan Sentimen Global

Airlangga menilai pelemahan IHSG tidak bisa langsung dikaitkan dengan kebijakan pemerintah terkait DSI. Ia menyebut tekanan datang dari faktor eksternal yang memengaruhi pasar keuangan regional dan global. Salah satu pemicunya adalah penyesuaian indeks MSCI yang mendorong aksi jual di sejumlah saham.

Ia juga menjelaskan bahwa koreksi di pasar merupakan hal yang lumrah dan tidak selalu mencerminkan masalah fundamental domestik. Dalam pandangannya, pergerakan IHSG pada periode tersebut lebih banyak ditentukan oleh sentimen pasar internasional. Karena itu, pelemahan yang terjadi dinilai masih berada dalam batas kewajaran.

Airlangga menyampaikan pernyataan tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/5/2026). Ia menegaskan pemerintah terus memantau kondisi pasar dan memastikan stabilitas tetap terjaga. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa pasar saham bersifat dinamis dan mudah dipengaruhi arus informasi global.

Respons Pelaku Usaha

Selain menepis anggapan negatif, Airlangga mengatakan para pengusaha dari dalam dan luar negeri justru mengapresiasi kebijakan pemerintah. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan kepada pelaku usaha berjalan baik dan mendapat respons positif. Hal itu menjadi sinyal bahwa kebijakan tersebut dipahami sebagai langkah strategis pemerintah.

Ia menyebut hampir seluruh asosiasi menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah. Dukungan itu datang dari berbagai kalangan usaha, baik nasional maupun internasional. Airlangga menilai hal tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi yang sedang dijalankan.

Dalam penjelasannya, Airlangga menegaskan kerja sama dengan DSI diharapkan dapat memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan kebijakan ini memberi manfaat jangka panjang bagi sektor riil. Karena itu, komunikasi dengan dunia usaha akan terus dilakukan secara intensif.

Pergerakan IHSG Terkini

IHSG sempat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Tekanan pasar bahkan sempat membuat indeks terjun lebih dari 2 persen saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Kondisi itu memicu perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan baru pemerintah.

Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG kembali ditutup melemah di level 6.094. Secara poin, indeks turun 233 poin atau sekitar 3,54 persen dari posisi sebelumnya. Penurunan dua hari berturut-turut tersebut memperlihatkan pasar sedang berada dalam fase penyesuaian.

Namun, pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali bergerak naik ke level 6.100-an. Penguatan itu setara dengan kenaikan sekitar 1,1 persen dan memberi sinyal pemulihan sentimen. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih merespons dinamika kebijakan dan faktor eksternal secara cepat.

Prospek Pasar Saham

Airlangga menilai pemulihan IHSG menunjukkan bahwa pelaku pasar masih memiliki kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Ia menekankan bahwa koreksi yang terjadi sebelumnya tidak otomatis menjadi tanda pelemahan jangka panjang. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, pasar diyakini dapat kembali stabil.

Di sisi lain, pemerintah tetap berkepentingan menjaga agar kebijakan baru tidak menimbulkan salah persepsi di pasar. Karena itu, sosialisasi kepada pelaku usaha akan terus diperkuat agar implementasi kebijakan berjalan mulus. Langkah ini juga diharapkan dapat meredam spekulasi yang berlebihan di bursa.

Dengan kombinasi sentimen global dan respons domestik yang mulai membaik, arah IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan pasar dalam beberapa waktu ke depan. Investor kini menanti konsistensi kebijakan serta sinyal lanjutan dari otoritas ekonomi. Jika sentimen positif bertahan, peluang penguatan indeks masih terbuka lebar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!