Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok IHSG

Forex & Saham Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 06:02 WIB 6
Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI menjadi penyebab utama penurunan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG. Ia menegaskan pelemahan pasar lebih banyak dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

Airlangga menyampaikan hal itu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia juga menuturkan IHSG pada perdagangan pagi bergerak di zona hijau, sehingga koreksi yang terjadi sebelumnya dinilai masih wajar.

IHSG dan Sentimen Global

Airlangga menjelaskan bahwa penurunan IHSG tidak bisa langsung dikaitkan dengan kebijakan pembentukan DSI. Menurutnya, pasar saham sedang merespons faktor eksternal yang datang bersamaan dengan perubahan komposisi indeks global.

Ia menyebut rebalancing MSCI sebagai salah satu pemicu tekanan di bursa. Kondisi ini, kata dia, lazim terjadi dan kerap membuat sejumlah emiten mengalami koreksi.

Airlangga menegaskan koreksi di pasar merupakan hal yang wajar dalam mekanisme perdagangan saham. Karena itu, ia meminta publik melihat pelemahan indeks secara lebih utuh, bukan hanya dari satu kebijakan pemerintah.

Respons Pemerintah Soal IHSG

Menurut Airlangga, pemerintah terus memantau pergerakan pasar agar tetap kondusif. Ia menyampaikan bahwa pada perdagangan pagi, IHSG sudah kembali berada di zona hijau.

Pemerintah juga menilai volatilitas pasar saat ini masih dalam batas yang bisa dipahami. Meski begitu, stabilitas tetap menjadi perhatian agar kepercayaan pelaku usaha tidak terganggu.

Airlangga menambahkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah memiliki tujuan memperkuat tata kelola ekonomi nasional. Karena itu, ia menilai respons pasar perlu dibaca seiring dengan dinamika global yang sedang berlangsung.

Pengusaha Dukung Kebijakan

Airlangga mengatakan para pengusaha, baik dari dalam maupun luar negeri, memberikan apresiasi atas kebijakan pemerintah. Menurutnya, mereka juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha. Dari hasil pertemuan tersebut, Airlangga menilai tidak ada penolakan berarti terhadap pembentukan DSI.

Ia menyebut hampir seluruh asosiasi menyambut baik langkah pemerintah. Sikap itu, menurut dia, menunjukkan bahwa dunia usaha melihat kebijakan tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi nasional.

Pergerakan IHSG Terkini

Sejak Rabu, 20 Mei 2026, IHSG bergerak fluktuatif dan sempat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50. Pada pukul 11.19 WIB, indeks bahkan turun lebih dari 2 persen saat pidato Presiden Prabowo Subianto disampaikan.

Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, ketika IHSG ditutup di level 6.094 atau terkoreksi 233 poin. Penurunan itu setara dengan sekitar 3,54 persen dalam satu hari perdagangan.

Namun pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG kembali menguat ke level 6.100-an dengan kenaikan sekitar 1,1 persen. Pemulihan ini menunjukkan pasar masih memiliki ruang untuk beradaptasi terhadap sentimen yang datang dari dalam dan luar negeri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!